
Saat sudah akan sampai Quinsha pun meminta pak Edi untuk menurunkan nya di halte karena ia tidak ingin orang orang melihat nya turun dari mobil.
"Pak Berhenti di sini saja."Ucap Quinsha.
"Kenapa Sha?." Tanya Amel.
"Aku malu di lihat orang orang nanti."Ucap Quinsha.
"Nona, sekertaris Ken sebelum sudah bilang pada saya, untuk tidak menurunkan anda di tepi jalan, Nona nanti saya akan berhenti di parkiran, jadi anda bisa Turun saat di rasa tidak ada yang melihat."Ucap Pak Edi.
Mendengar saran Pak Edi, Quinsha pun tersenyum dan mengangguk, Luas lahan parkir yang juga jauh dari pintu utama harus nya bisa membuat ia tidak di lihat oleh orang lain.
Quinsha dan Amel lalu turun dari mobil lalu berjalan masuk ke arah kantor. Satpam yang bertemu dengan Quinsha lansung menundukkan kepala nya menyapa Quinsha. Hal itu membuat Amel terkejut, namun tidak dengan Quinsha. Karena ia sudah ketahuan memiliki hubungan dengan aidan saat hari dimana ia datang untuk mengantar makanan pada Aidan.
"Kamu keren sekarang Sha, Satpam aja sampai nunduk gitu nyapa kamu, gimana kalau 1 perusahaan ini tahu kalau kamu istri nya pemilik perusahaan ini."Ucap Amel.
__ADS_1
"Stttt, nanti di dengar orang."Ucap Quinsha mengingatkan Amel untuk mengecilkan suara nya.
"Maap, terlalu antusias."balas Amel menyenggir.
Tanpa mereka sadar seorang staf mendengar apa yang mereka bicarakan. Tentu hal itu sangat tidak bisa terima nalar mereka, bagaimana seorang office Girl menikah dengan pemilik perusahaan ini, apa lagi kalau sudah menjadi istri nya, kenapa masih bekerja.
"Mereka pasti belum benar benar bangun dari mimpi mereka."gumam Novi staf di kantor itu. Adalah staf julid yang suka bergosip.
Sontak Quinsha pun lansung jadi bahan gunjingan orang orang karena Novi menceritakan hayalan Quinsha yang menurutnya terlalu tinggi.
"Em enak kali ya guys, kalau seandainya kita ngerjain istri perusahaan ini, suruh buatin kopi, suruh nyapu ngepel kantor ini, pasti puas banget deh."Ucap Novi menyindir Quinsha.
Meski ia tidak melihat Quinsha saat berbicara hal itu, namun rasa nya kata kata itu tertuju pada nya, karena ia lah istri pemilik perusahaan.
"Tapi gak mungkin juga sih ya guys, kecuali dia nya ngaku ngaku istri nya Bos. kalau istri bos mah leha leha di rumah bukan bersih bersih di kantor kan." semua pun tertawa bersama mendengar ucapan itu. Amel terkejut saat ada yang tahu soal itu. Ia melihat wajah Quinsha yang tampak tegang namun masih mencoba tersenyum meletakan minuman itu.
__ADS_1
"Sha, kamu gak apa-apa?, kok mereka bisa tahu hal ini?." Tanya Amel saat keluar dari ruangan para staf. Quinsha mengelengkan kepala nya.
"Biarin saja, toh aku gak buka mulut bilang itu, mereka juga bilang nya ngaku ngaku, mungkin mereka sempat dengar percakapan kita."Ucap Quinsha.
"Mungkin saja, kita tidak perlu membahas hal ini lagi kalau di kantor."Ucap Amel. Quinsha pun mengangguk tanda mengiyakan.
Quinsha ke rooftop kantor setelah kerjaan nya selesai, ia duduk di sana menikmati matahari sore sembari menunggu jam pulang bekerja.
"Mikirin aku ya?."Sebuah suara dari belakang lekas membuat Quinsha menoleh untuk melihat siapa yang datang.
"Jesen."
Jesen lalu duduk di samping Quinsha juga melihat ke langit langit sore.
"Galau banget, gak mau cerita?."
__ADS_1
"Gak galau kok, cuman capek aja, jadi duduk sebentar disini."Balas Quinsha menutup mata nya menikmati hembusan angin yang berembus di wajah nya, menerbangkan rambut panjang nya yang indah, Jesen pun tersenyum melihat Quinsha, mata nya seolah terhipnotis hingga ia begitu terpesona dan tidak mengalihkan pandangan nya pada keindahan di depan nya.