
Bab 37.
"Lo ngapain ngajak Safira ke rumah gue?" tanya Raka dengan kesal saat kedua temannya sudah pergi.
"Gue nggak ngajak, Sasha tuh yang punya ide," bela Rafa pada dirinya sendiri.
"Lagian lo bisa telepon gue dulu, monyet!" hardik Raka.
"Noh! hp gue mati!" Rafa melempar hpnya ke arah Raka dengan pelan.
"Lo emang nggak bisa di andalkan," tukas Raka.
"Ya udah sih, sorry. Lagian dia nggak marah juga."
"Iya-iya, Lo malam ini tidur sini aja. Bokap sama nyokap lagi ada acara di luar kota," suruh Raka. Rafa mengacungkan jempol tanda setuju kepada Raka.
****
Pukul 01:00 dini hari, tepat saat semua orang tengah tidur. Raka dan Rafa malah bermain PS. tiba-tiba hp Raka nggak berhenti berdering.
"Astaga! siapa sih malam-malam ganggu! Jadi kalah kan gue," geram Raka seraya meraih hpnya di atas meja.
'sasha' nama itu yang muncul di layar hpnya.
"Kenapa tu anak nelpon malam-malam?" ucap lirih Rafa yang melirik layar ponsel Raka.
"Hallo!"
"Ka...! Please Lo kesini! Sa–– ce––" Suara yang tidak begitu jelas membuat Raka tidak bisa mengerti yang di ucapkan Sasha. Hingga si Raka menekan tombol loudspeaker agar Rafa mendengar juga.
__ADS_1
"Apa sha? Gue nggak jelas dengernya." Raka meminta Sasha mengulangi.
"Ke–– "
Tut!
Panggilan terputus. Raka dan Rafa saling menatap beberapa saat. Lalu memutuskan lekas menuju kosan Sasha. Di saat dibutuhkan kunci motor milik Raka juga entah kemana. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menggunakan mobil.
Dengan kecepatan tinggi Raka menuju kosan yang Sasha yang tak jauh dari rumahnya. Hanya butuh sepuluh menit untuk sampai di kosan Sasha.
Sedangkan di sisi lain para warga telah berkumpul di depan kamar kos Sasha. Ada juga yang berhamburan keluar dari rumah masing-masing. Terutama rumah yang berdekatan dengan tempat tinggal Sasha.
Kamar petak itu sudah di lalap si jago merah di bagain depan. Semua orang bergotong royong untuk memadamkannya sembari menunggu pemadam kebakaran datang. Mereka mencari cara untuk menyelamatkan penghuni kos yang terjebak. Termasuk Sasha dan Safira.
Asap hitam ngebul ke atas. Hingga membuat Raka dan Rafa yang memasuki gang arah kos Sasha mulai panik.
"Gue juga mikir gitu," jawab Raka.
Karena jalanan sudah mulai dipadati oleh warga. Raka memilih turun dan memarkirkan mobilnya asal. Dia tidak berfikir panjang dan lekas berlari menyibak kerumunan warga.
Benar saja kebakaran itu berada di rumah kost yang dihuni oleh Sasha dan Safira. Meskipun tidak hanya kosan Sasha saja yang terbakar. Tapi hanya Sasha dan Safira yang masih terjebak di dalam kamar tersebut.
"Mas! Mau kemana? Bahaya!" cegah salah satu warga saat melihat Raka hendak berlari menuju arah kebakaran.
"Pak teman-teman saya masih ada di dalam," kata Raka yang mulai hilang kendali. "Lepas pak! Saya harus selamatkan mereka!" berontak Raka.
"Atapnya bisa di buka! Lempar tali!" teriak salah satu warga yang berada di atap berupaya menyelamatkan Safira dan Sasha.
"Biar saya! Saya yang akan turun," Raka menawarkan diri untuk menyelamatkan Sasha dan Safira dari atap.
__ADS_1
"Tapi bahaya loh, mas." ucap salah satu warga.
"Sudah! Jangan banyak omong. Kita harus cepat!"
Rafa dan Raka bersama-sama menaiki atap dibantu dengan warga lain. Raka memilih untuk turun dari atap untuk menyelamatkan teman-temannya. Di saat bersamaan tim pemadam kebakaran juga sampai. Tapi Raka sudah berada di dalam ruangan yang diselimuti si jago merah itu.
Karena asap tebal membuat pandangan Raka sangat terbatas.
"Sasha.....! Safira....!" Berteriak ke sana sekeras mungkin untuk mencari keberadaan mereka berdua.
"Raka!" panggil lirih dari seorang gadis tak berdaya.
"Sasha! Lo bertahan. Gue bawa Lo keluar," ucap Raka membantu Sasha berdiri.
"Lo bantu Safira dulu, dia ada disana." Untuk menyelamatkan Safira terlebih dahulu dan menunjukkan arah di antara api sudah berkobar.
Raka diam sejenak. Dia bingung antara menyelamatkan Safira atau sasha yang sudah di depannya.
"Raka! Apa lo menemukan mereka?" Suara langkah membuyarkan Raka dalam kebimbangan.
"I-iya, Sasha sama gue!" sahut Raka.
Salah satu petugas pemadam kebakaran datang membantu Raka mengikat tubuh Sasha untuk di angkat lebih dahulu.
Brakkkk....
Atap runtuh menutup jalan menuju titik tempat Safira yang di tunjukkan oleh Sasha.
"Safira...." teriak Raka. Berharap mendapatkan sahutan dari gadis itu.
__ADS_1