Pernikahan Rahasia Sang Dosen

Pernikahan Rahasia Sang Dosen
Mencari Bukti


__ADS_3

Bab 38


"Mas! Jangan kesana, Bahaya?" cegah pemadam kebakaran yang menahan Raka hendak menembus kepulan asap.


"Tapi ada teman saya di sana," kata Raka dengan bergetar.


"I-iya, tapi tenang dulu. Biar saya yang kesana," kata petugas itu yang mencoba menenangkan Raka.


Dengan alat lengkap pria itu menembus asap yang membuat jarak pandang semakin pendek.


"Saya menemukannya!" teriak petugas itu. Dengan sempoyongan pria itu menggendong tubuh Safira yang lemas. Raka lekas menerima tubuh Safira dan mengikatnya agar di tarik ke atas. lalu semua orang bergotong royong membantu Raka dan satu petugas kebakaran.


Mereka berdua juga terkulai lemas setelah berhasil keluar dari kepungan jago merah. Sesak nafas juga di rasakan oleh Raka. Rafa lekas membawa Safira dan Sasha ke mobil Raka. Karena ambulans tak kunjung datang di lokasi kebakaran.


Rafa mengemudi, sedangkan Sasha yang masih sadarkan diri duduk disampingnya terikat sabuk pengaman dengan kecang. Raka memangku kepala Safira yang tak sadarkan diri di jok belakang.


Meskipun Raka juga mengalami sesak napas, dia masih memikirkan Safira dan Sasha. Dengan berbagai cara dia ingin membangunkan Safira.


"Sasha! Lo minum dulu," kata Rafa yang melihat Sasha juga mulai kehilangan kesadaran.

__ADS_1


Dua pria itu kebingungan. Raka memberikan air minum kepada Sasha dan memercikkan air kewajah Safira dengan harapan gadis di pangkuannya bangun.


Sedangkan pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab kebakaran. Mereka menemukan korek yang tak jauh dari tempat kejadian. Bahkan mereka mengecek beberapa cctv yang terpasang di area tersebut. Tetapi anehnya cctv itu tidak merekam waktu kejadian. Rusak di saat yang tepat. itu yang di pikirkan semua orang. Padahal rekaman sebelumnya masih terlihat jelas.


Namun, ada saksi mata yang melihat ada sebuah mobil melintas dan berhenti sesaat tak jauh dari rumah itu. Tapi mereka tidak bisa menyebutkan nomor polisinya. Karena memang tidak berfikir akan terjadi seperti ini.


Keesokan harinya, Virza datang dengan senyum percaya diri. Namun wajahnya yang berseri-seri seketika berubah menjadi panik ketika tempat yang di tunjukkan oleh sopir pribadi ayahnya sudah porak poranda. Hanya tinggal sisa sisa bangunan yang gosong di beri garis polisi.


Virza menanyakan kejadian ini kepada warga sekitar dan di jawab apa adanya.


"Ini kosnya Sasha kan?" tanya Virza memastikan dengan wajah yang gugup dan khawatir.


Virza lekas kembali ke mobilnya dan mencari keberadaan Safira di rumah sakit terdekat. Meskipun tidak memakan korban jiwa, polisi tetap melakukan pemeriksaan untuk mengusut asal muasal kebakaran ini.


Toko ujung gang ternyata memiliki cctv. Polisi meminta pemilik toko untuk melihat rekaman sebelum kejadian. Banyak motor dan mobil memasuki gang itu. Kebanyakan mobil dan motor yang memasuki gang sudah tidak kembali lagi, karena memang sudah malam. Polisi menyimpulkan mereka pulang bekerja. Tapi ada satu mobil yang sangat mencurigakan.


"Apa anda mengenal pemilik mobil ini?" tanya Polisi kepada pemilik toko.


"Tidak, saya baru pertama kali lihat mobil ini di sekitar sini," jawab pemilik toko dengan jujur.

__ADS_1


"Baik, terima kasih." Polisi sudah mengantongi beberapa temuan baru. Raka meminta polisi untuk mengusut tuntas masalah ini.


Setelah mengantongi identitas pemilik mobil itu polisi lekas memanggilnya. Kenapa polisi menyimpulkan jika itu sengaja di bakar. Karena semua penghuni kos tidak ada yang menggunakan tabung LPG. dan tidak mendengarkan dentuman besar saat kebakaran.


Kedua, saksi mata mengatakan melihat orang asing wara-wiri sebelum kejadian.


Virza telah mengecek beberapa rumah sakit. Hingga akhirnya dia menemukan di rumah sakit indah sari.


"Pak Virza!" gumam terkejut Rafa ketika pandangannya bertemu dengan sorot matanya dosennya tersebut.


"Apa lo di sini karena Safira dan Sasha?" tanya Virza saat berdiri di depan Rafa.


"Iya," jawab singkat Rafa yang mulai merasa terintimidasi dengan sorot mata Virza.


"Dimana mereka?" tanya Virza khawatir.


"Ada di kamar itu," tunjuk Rafa.


Saat membuka mata, pandangannya jatuh pada pria yang tengah menggenggam erat tangan Safira yang masih terlihat terlelap. Dengan selang oksigen di hidungnya.

__ADS_1


__ADS_2