Pernikahan Rahasia Sang Dosen

Pernikahan Rahasia Sang Dosen
Berpura-pura


__ADS_3

Bab 41


Virza memanfaatkan perasaan Agnes untuk datang ke rumah pribadi Broto. Dia ingin menemukan sekecil apapun bukti yang mungkin dia bisa dapat dari kediaman Keluarga Agnes.


"Nes, dimana?" tanya Virza melalui panggilan telepon.


"Dirumah, kenapa?"


"Enggak. Cuma tanya aja. Tumben nggak kesini," ujar Virza memancing gadis itu agar terbawa suasana. Benar saja, Agnes yang berada di atas kasur berguling-guling karena merasa salah tingkah dengan sikap Virza barusan.


"Lo nggak mau ngajak gue keluar Vir?"


"Boleh, Lo mau kesini?" tanya Virza yang merasa si Agnes sudah mulai masuk dalam perangkapnya.


"Emm... Gue masih harus siap-siap sih. gimana kalau lo yang gantian ke sini? Lagian lo udah lama nggak ke sini, Vir." usul Agnes penuh harap. Sedang Virza tersenyum simpul lantaran si Agnes berhasil masuk jebakan.


"Ya udah gue ke sana sekarang," ucap Virza setuju. Hingga membuat gadis yang berbaring di atas kasur merasa tidak menyangka perubahan sikap Virza ini.


Sebelum berangkat Virza tidak lupa memberi kabar kepada Raka. Tidak ingin kekasihnya menunggu terlalu lama, Agnes lekas bersiap.


Ternyata semua yang dilakukan Agnes diketahui oleh ayahnya. Broto merasa senang dengan semua itu. Namun, meskipun bibirnya mengulas senyum, Broto masih merasa penasaran dengan keadaan Safira.


Tidak ada pemberitaan lebih lanjut akan kebakaran tersebut. Tak lama dia melihat mobil Virza memasuki halaman rumah keluarga Broto.

__ADS_1


Tidak hanya Agnes yang bahagia. Tapi Broto juga senang karena bisa mengorek informasi dari Virza.


"Hallo, Virza. Tumben sekali kamu datang kesini?" sambut Broto.


"Iya, om. Mau keluar dengan Agnes," jawab singkat virza.


"Oh pantas dia siap-siap, biasnya dia malas mandi kalau di rumah," cibir Broto.


"Sama, om. aku juga."


"Gimana keadaan ayahmu?" tanya Broto basa-basi.


"Baik, sudah mulai stabil."


"Dengan.... Istrimu?" tanya lagi Broto yang ingin tahu.


"Kenapa, Vir? Cari sesuatu?" tanya Broto yang tahu gelagat aneh Virza.


"Oh nggak-nggak," sangkal Virza cepat. "Cuma nunggu Agnes turun aja." alasan Virza.


"Dasar anak muda," cibir Broto.


Mereka diam sejenak berhenti untuk saling menanyakan satu sama lain. Jika Virza melihat sekitar untuk mendapatkan bukti, berbeda dengan Broto yang mencari cara agar bisa mengorek informasi tentang Safira.

__ADS_1


"Sepertinya om gelisah, Kenapa?" tanya Virza.


"Enggak, cuma saya khawatir dengan hubungan kalian," jawab Broto yang kepergok tengah bingung mencari pertanyaan yang pas.


"Memangnya kenapa?"


"Apa wanita itu menerima perceraiannya begitu saja?" tanya Broto.


"Harusnya sih iya. Saya ketemu terakhir kemarin pas dia menjenguk ayah aja."


"Apa kalian masih bertukar kabar?"


"Enggak om, saya bahkan tidak tahu sekarang dia dimana. Bahkan di kampus juga tidak melihatnya."


Mendengar jawaban itu sedikit membuat Broto senang. Apapun yang terjadi kepada Safira tidak di ketahui oleh Virza. Jadi kemungkinan hubungan anaknya akan berjalan lancar tanpa adanya Safira.


Terlebih saat ini Broto sangat percaya dengan sikap Virza yang meyakinkan.


"Kalau gitu saya pergi dulu, kamu tunggu aja si Agnes. Bentar lagi juga turun." ujar Broto seraya meninggalkan Virza sendiri diruang tamu. Virza mengangguk cepat.


Inilah yang di tunggu oleh Virza. Setelah memastikan pria besar itu masuk ke dalam ruangan tertutup, seperti ruangan kerja. Virza lekas memastikan situasi untuknya mulai beraksi. Melihat tumpukan koran di meja, melihat beberapa barang yang di tata dengan rapi di dinding dan rak. Tidak ada sesuatu yang bisa di jadikan bukti. Virza lekas melihat sebuah meja berwarna hitam sedikit berantakan dengan beberapa kertas di atasnya. Virza memastikan tidak ada cctv yang mengawasinya. Saat berbalik dia melihat sebuah kartu perdana yang terbuang di tempat sampah. Virza membungkuk dan hendak mengambilnya. Tiba-tiba....


"Vir! Ngapain?" tegur Agnes yang melihat Virza mengambil barang di tempat sampah.

__ADS_1


Dengan kaget Virza mengurungkan niatnya dan berdiri tegak. "Ini... cuma buang sampah aja. Sambil lihat-lihat rumah ini," jawab Virza yang berusaha setenang mungkin agar Agnes tidak curiga.


Agnes mengulas senyum senang. Dia tidak curiga sedikitpun dengan Virza.


__ADS_2