Pernikahan Rahasia Sang Dosen

Pernikahan Rahasia Sang Dosen
Janda?


__ADS_3

Bab 49.


"Kami telah menggeledah rumah saudara Broto. Dia memiliki banyak bukti kejahatan lainnya," ungkap pihak kepolisian kepada Virza dan Benny. Saat ini kabar tertangkapnya Agnes menutup gosip sebelumnya tentang Safira. Kembalinya Safira ke kampus juga tidak semerta-merta membuat mereka lupa dengan apa yang mereka ketahui.


"Lo kok masih hidup? Lo pasti mau cari mangsa baru ya?" cibir teman sekelasnya.


"Habis wisuda langsung jadi janda," sahut teman yang lain.


"Lo bisa diam nggak?" bentak Sasha.


"Lo mau dengar kebenaran dari sisi siapa?" tanya Safira dengan mendekat pada segerombol teman-temannya. Dengan nada rendah dan mata yang tajam membuat teman-temannya mulai ketakutan Raka yang hendak menahannya terhalang tangannya yang masih terbalut perban.


"Lo menelan kacang langsung dengan kulitnya tanpa lo kupas dulu?" Safira duduk di meja merak berkumpul. "Mungkin Lo kira gue diam karena takut. Nggak! Gue bukan takut. Gue memantau jari siapa aja yang liar di forum sekolah. Jari siapa yang lincah menggiring gosip semakin melenceng," imbuhnya.


"Itu bukan gosip. Itu kenyataan," sangkal seorang gadis berhijab hitam tak jauh dari Safira.


"Ah benar, itu memang kebenaran. Kebenaran juga untuk kalian yang mencaci gue! Lo bilang gue jual diri untuk bayar kuliah! Lo bilang gue menggoda dosen yang Lo idolakan." Safira seperti mati rasa menatap teman-temannya dengan tatapan sebentar tajam sebentar dengan senyum. Nampak sangat menakutkan.


"Kalian bilang gue janda? Gue janda rasa perawan. Gue belom tersentuh sama sekali dengan dosen itu. Sedangkan kalian? Belum menikah tapi keperawanannya di ragukan, Miris!"

__ADS_1


"Safira!" teriak salah satu gadis yang tepat di hadapannya. tangannya terangkat hendak menampar wajah Safira. Beruntung dia berhasil menahannya.


Plak!


Safira membalikkan posisi hingga Safira menampar dengan keras wajah gadis itu. Safira menahan geram sudah lama saat melihat postingan di forum kampus.


"Lo bisa mengetik liar disana dengan tangan mu. Tapi tidak dengan wajahku!" tegas Safira yang menghempaskan tangan gadis itu dengan keras. Semua orang menatap Safira yang menjadi sangar. Ada satu orang lagi yang ingin Safira datangi. May, gadis itu juga ikut terlibat menjadi komentator yang masuk daftar target Safira.


Saat melihat May di kantin. Safira lekas mendekatinya.


"Hai May!" sapa Safira.


"May gue ambil ya?" tanya Sasha yang langsung mengambil camilan di depan May. Sasha menyuapi Raka dan Rafa.


"Lo kok kaget?" tanya Safira. "Eh ngomong-ngomong, itu ketikan Lo di forum bagus banget loh," puji Safira.


"Sorry, saf. Gue terbawa emosi." May mulai takut dengan sorot mata yang mengintimidasi. "G-gue bakal hapus."


Plek!

__ADS_1


Tangan Safira menghekan May yang hendak menghapus semua postingan dan komentarnya.


"Lo nggak perlu lakuin itu," ucap Safira dengan nada rendah.


"G-gue tetep hapus," may mulai gugup dengan tangannya gemetar tidak terkendali.


"Kalau lo hapus postingan dan komentar lo di forum kampus, apa semua yang mereka baca juga akan hilang dari ingatan mereka? Apa lo bisa hapus semua yang telah mereka baca dan tersimpan di otak mereka masing-masing? Apa lo bisa menarik semua asumsi yang sudah keluar dari ketikan mereka juga karena ulah Lo?"


"Sorry, Saf. Gue kesel aja sama lo," kata May.


"Lagian lo kenapa sih May ikut begini?" tanya Sasha.


"Ya karena dia kalah saing sha," sahut Rafa.


"Gue baca dia paling aktif di forum kita," sahut Raka juga.


"Gue masih ingat dia pernah bilang kalau gue menghalangi siswa lain untuk mendekati pak Virza," kata Safira yang melepas tangannya dari hp May. "Gue menghalangi dari segi mana? Lo tau gantungan kunci dari lo juga dipakai sama dia? Kalau gue menghalangi. Gue bakal buang hadiah itu." lanjut Safira.


"Emang nggak tahu terima kasih," sahut Sasha.

__ADS_1


"Tapi sudahlah, setidaknya gue tahu sifat asli Lo. Gue juga tahu kalau elo bekerja sama dengan Agnes," tukas Safira. "Agnes sudah dalam proses kepolisian. Kali aja Lo mau ikut," imbuh Safira yang beranjak dari tempat duduknya. May semakin ketakutan.


__ADS_2