
Bab 47
Keesokan harinya...
Setelah memastikan keadaan Raka baik-baik saja. Kini ganti kabar perceraian Virza yang tiba-tiba terkuak. Hal itu membuat semua seisi kampus gempar. Banyak cacian di terima oleh Safira. Hal itu di ketahui oleh Sasha dan Rafa yang datang ke kampus. Sasha juga mencoba menyangkalnya tapi tidak bisa. Kedua teman Safira tidak mempunyai banyak cara untuk menghentikan mulut liar mereka.
"Dasar simpanan!"
"Menggoda dosen demi nilai!
"Diakan nggak punya orang tua makanya sampai kayak gitu."
"Tarif berapa ya..."
Komentar yang ada di forum sekolah membuat sakit mata dan sakit hati. Virza membaca itu lekas membantahnya.
"Gosip macam apa ini!" tulisannya. Tapi saking banyaknya yang komentar membuat dirinya merasa tersudut.
"Kenapa?" tanya Safira yang melihat mimik wajah Virza kesal bercampur panik.
"Nggak!" Virza lekas menutup ponselnya agar tidak terlihat Safira.
"Dih. Aneh," cibir Safira
***
__ADS_1
Pihak kepolisian mulai bergerak ke arah anak buah Broto. Hal itu di rujuk oleh rekaman yang di berikan Virza sebelum datang ke rumah sakit. Dia sengaja memberikan rekaman dari Alex. Masalah itu mulai melebar kemana-mana. Hingga banyak anak buah Broto yang tertangkap. Tapi polisi masih menyembunyikan semua ini. Agar kepala dari pelaku tidak kabur.
Dari kesaksian mereka polisi menuju rumah tua di tengah sawah itu. Tapi sudah kosong dan rata dengan tanah. Polisi yang datang berpakaian biasa. Mereka menyamar seperti warga biasa dan menanyai kejadian apa yang menyebabkan rumah tersebut rata dengan tanah.
Akan tetapi warga menyebut kebakaran disebabkan karena jerami kering yang terkena puntung rokok. Hingga menyulut rumah yang tak jauh dari sawah tersebut. Mereka juga mengatakan tidak mengetahui kebakaran tersebut.
Saat melakukan penelitian polisi mendapatkan bukti lain dari Raka dan dokter Andri secara bersamaan.
Raka memberikan kepada Virzha tentang rekaman yang sempat dia ambil sebelum kebakaran terjadi. Sedangkan dokter Andri memberikan tekanan kamera tersembunyi yang ada di parkiran dan depan apotek rumah sakit.
"Doble kill!" gumam Sasha yang juga mendengar kabar itu.
"Iya." Rafa ikut puas dengan kemajuan kasus ini
"Kenapa saya dapat surat panggilan? Apa salah saya?" protes Agnes kepada pihak rumah sakit karena dia mendapatkan itu saat sedang bekerja. mau tidak mau dia mendatangi kantor polisi. Namun langkahnya mengatung ketika melihat ayahnya juga ada di kantor polisi.
"Pa, papa mau jamin Agnes kan?" tanya Agnes dengan buru-buru.
"Maaf, pak Broto juga menjadi pelaku dalam kasus lain," sahut polisi itu.
"Tapi saya tidak salah. Itu cuma fitnah," elak Broto.
Kemudian Broto di ajak ke sebuah ruangan dan di perlihatkan banyak anak buahnya yang sudah tertangkap lebih dulu.
"Sialan!" umpat Broto lirih.
__ADS_1
"Bagaimana pak Broto?" suara yang sangat tidak asing terdengar sangat jelas tepat di belakangnya membuat pria itu lekas berbalik.
"Kalian!" Broto sangat terkejut. Matanya membulat sempurna karena bukan kedatangan Virza. Melainkan dua orang di sampingnya.
"Kenapa? Anda terkejut?" tanya Virza.
"Vir! Kamu mau ngeluarin gue kan?" tanya Agnes yang tiba-tiba merangkul tangan Virza.
"Mana mungkin gue mau ngeluarin orang yang mencoba membunuh ayah gue sendiri," tukas Virza.
"Bukan. Bukan gue yang menukar obat itu," elak Agnes.
"Siapa yang mengatakan kalau lo menukar obat? Gue nggak bilang gitukan? Tapi malah Lo sendiri yang membuat pengakuan," kata Virza yang membuat Agnes menyesali ucapannya barusan.
Tidak hanya mereka saja yang datang ke kantor polisi. Tapi dokter Nia dan suami ikut datang demi memberikan kesaksian.
"Jadi lo selama ini pura-pura?" tanya Agnes.
"dan kalian berdua pura-pura mati?" sahut Broto.
"Seperti yang kalian lihat saat ini, kita masih hidup." Safira memberikan jawaban menohok.
"Lagian, uang anda tidak bisa membeli mereka semua kan? Termasuk supir anda," kata Virza dan secara bersamaan sopir pribadi Broto memasuki ruangan itu semakin membuat Broto tidak bisa bergerak lagi.
Sebelum mereka datang Broto bersih kukuh mengaku sedang di luar kota saat semua kejadian itu. Tapi dengan pengakuan mereka akan menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri.
__ADS_1