
Bab 53
Acara yang ditunggu hampir setiap mahasiswa akhirnya sudah di depan mata. Mereka menggunakan gaun dan riasan terbaiknya. Termasuk Sasha dan Safira.
Seperti yang dikatakan Virza kemarin. Dia akan mengirimkan make up artis Khusus untuk Safira.
Sedangkan gaun yang dikenakan Safira yang di bayari oleh Virza.
"Saf bahaya saf." Sasha terlihat tergopoh-gopoh memasuki kamarnya lagi.
"Lo kenapa si?" tanya Safira bingung.
"Lo lihat di luar sana!" suruh Sasha.
"Kenapa?"
"Udah lo lihat aja."
Mendengar Sasha sangat heboh membuat Safira bingung. Dia lekas keluar dan melihat apa yang tengah terjadi.
Ternyata ada dua mobil terparkir tepat di depan rumahnya. Virza yang mengenakan jas hitam dan pantofel mengkilat sangat tampan. Sedangkan Raka bersandar di mobil berwarna putih. menggunakan kemeja putih yang berkombinasi celana panjang hitam dan sepatu hitam bertali terlihat sangat keren.
Kini dia tahu apa yang membuat Sasha begitu heboh.
"Mampus gue," gumam Safira.
"Saf, lo harus cepat buat keputusan. Kita bisa telat di acara wisuda." kata Sasha.
"Bentar, gue cari cara dulu." Safira nampak berjalan ke arah belakang rumah. Dia melihat ada jalan kecil yang akan menuju ujung gang sebelah.
Safira memiliki ide untuk meninggalkan mereka berdua agar Safira tidak perlu memilih lagi.
__ADS_1
"Oke, gue bawa tas dulu." Sasha mengambil tas milik mereka berdua.
Degan berjalan pelan meninggalkan rumah begitu saja. Membiarkan dua pria itu menunggu di depan rumah tanpa kepastian.
Saat sampai di jalan raya, Safira melihat ponselnya berdering. Dia mengabaikannya dan menghentikan taksi yang melintas.
Napas terengah-engah di rasakan mereka.
"Gila lo, saf. Kita kayak buronan tau nggak sih?" ujar Sasha yang menata napasnya.
"biarin aja mereka menunggu daripada gue harus bingung nih sama siapa," sahut Safira yang terlihat kecapekan.
"Lihat tu mereka telepon elo terus," kata Sasha seraya menunjuk hp Safira yang tidak berhenti berdering.
"Biarin, gue jawab kalau udah sampai di kampus," tukas Safira.
Setelah beberapa saat menunggu dan tidak ada tanda-tanda mereka keluar dari rumah membuat Raka dan Virza ingin melihat ke dalam rumah. Suasana sepi membuat mereka kebingungan.
"Saf!"
"Sasha!"
Mereka berdua memanggil mereka berulang kali tapi tidak ada jawaban dari mereka berdua.
"Lo yakinkan mereka belum berangkat?" tanya Virza.
"Belum, gue tadi pagi chat sama Art sini katanya masih di rumah." jawab Raka yang kebingungan.
"bohong kali ART Lo," cibir Virza.
"Den, kenapa disini?" tanya Art yang baru saja pulang dari belanja.
__ADS_1
"Eh, mbak. Si Safira sama Sasha mana?" tanya balik Raka.
"Tadi masih ada di kamar sih," jawabnya ragu.
"Dih, tapi mana mbak? Dia nggak ada?"
Raka lekas keluar menuju mobilnya. Virza mengikutinya.
Mereka lekas pergi ke kampus karena yakin saat ini Safira sudah ada di kampus.
***
Sesampainya di kampus yang begitu ramai. Virza dan Raka mencari sosok Safira. Dia melihat ke dalam gedung mencari kesana kemari keberadaan dua gadis itu.
"Raka!" panggil Rafa yang duduk di antara mahasiswa lain.
Raka lekas menghampiri sahabatnya itu. Dia menemukan Safira dan Sasha sudah ada di barisan yang sama.
Virza lega karena Safira sudah ada di kampus dengan selamat. Virza menahan diri dan mengawasi Raka dari jauh. Dia tidak ingin keduluan oleh anak tengil itu.
Satu persatu mahasiswa dan mahasiswi mulai si panggil. Semua bersiap untuk menunggu giliran.
Safira terlihat menghindari sorot mata dari Raka. Pandangan mata sahabatnya sudah berbeda dari biasanya. Pandangan tulus yang diberikan oleh Raka membuat Safira salah tingkah.
"Lo lihat nggak sih sha?" bisik Safira
"Apa?"
"Raka hari ini beda banget," kata Safira.
"Beda kenapa? Dia ganteng? Lo suka sama dia?" Cecar Sasha.
__ADS_1
"Apaan sih lo! Yang gue maksud pandangan dia ke gue gitu loh," jelas Safira.
Sasha menoleh ke arah Raka yang duduk berjejer dengan kekasihnya, Rafa. Bagi Sasha tidak ada yang berbeda dari Raka. Dia terlihat seperti biasanya sok cool dan selalu menjaga image.