
Bab 52
Persiapan wisuda berjalan dengan lancar. Banyak mahasiswa yang berkontribusi dalam acara itu. Hanya saja Safira tidak tertarik mengikutinya sama sekali.
Sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya, dia juga memikirkan bagaimana caranya mencari kerja kedepannya. jika statusnya lulus kuliah menjadi janda.
"Saf, ikut gue yuk!" ajak Raka tiba-tiba.
"Mau kemana, ka?" tanya Safira. Safira tidak bisa berontak lebih keras karena tangan Raka belum sembuh sepenuhnya. Tapi meskipun begitu dia tetap menggunakan motor untuk pergi ke kampus.
"Naik." suruh Raka seraya memberikan helm.
"Safira....." Teriak Sasha yang baru saja keluar dari parkiran yang berboncengan dengan Rafa.
"Kalian mau ke mana?" tanya Safira bingung.
"Shopping day!" seru Sasha.
"Nggak deh Sha. Gue nggak jadi ikut," tolak Safira.
"Kenapa?" Wajah ceria Sasha hilang begitu mendengar Safira urung untuk ikut.
"Lo tahulah alasannya kenapa," kata Safira.
"Yaelah, Saf. Gue juga lagi bokek. Tapi gue dengar ada diskon besar-besaran hari ini," ujar Sasha. "Ya... Setidaknya bisa buat acara besok," imbuhnya.
Safira menoleh sebentar ke arah aula yang akan di jadikan tempat wisuda besok. Lalu dia setuju. "Ya udah gue ikut," kata Safira.
__ADS_1
"Yeeeiiiyeee!" seru Sasha. gadis itu memang ekspresif berbeda dengan Safira.
Raka juga mengulas senyum saat mendengar keputusan akhir Safira yang akhirnya mau ikut dengannya.
Sesampainya di sebuah mall. Seperti biasa dua gadis itu mulai menjajahi toko baju. Mulai Memilih dan memilah.
"Kita coba yuk," ajak Sasha. Mereka masuk ke ruang ganti yang berbeda tapi bersamaan.
"Gimana?" tanya mereka bersamaan saat keluar dari ruang ganti.
Dua pria itu menggelengkan kepalanya bersama. Safira dan Sasha mengganti pakaiannya lagi.
Mereka berkeliling untuk mencari baju yang pas untuk besok. Saat sedang memilih. Tiba-tiba ada pesan dari Virza yang mengatakan akan mengirimkan make up artist khusus untuk esok hari. Safira mengabaikan pesan itu.
"Mana katanya banyak diskon?" tanya Safira.
"Ya gue juga dari temen-temen taunya," jawab Sasha.
Safira dan Sasha memilih dan memilah baju lagi. Mereka melihat baju yang senada terpasang di patung. Orang kalau udah bestie, jangankan ngomong, cuma bertukar pandangan pun mereka sudah tahu apa yang mereka pikirkan.
Sasha dan Safira pertama kali melihat pada label harga yang mencapai harga tujuh ratus ribu lebih. Mereka mengurungkan niatnya. Tapi Raka lekas mengambil baju itu.
"Jangan!" tahan Safira. Safira tahu jika Raka akan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
"Sudahlah. asal lo suka, gue nggak apa-apa, saf."
"Nggak, ka. Gaun yang lo beli aja kemarin ikut kebakar. Itu harganya juga mahal. Terus kalau lo beliin lagi. Gue nggak enak, Ka." keluh Safira. Tapi rasanya juga percuma. Raka tetap membawa baju itu di depan kasir.
__ADS_1
Hal yang sama di lakukan oleh Rafa. Tapi bedanya Sasha tidak ada penolakan sedikitpun. dengan berbunga-bunga dia berjalan mengekor Rafa yang hendak membayar.
"Nggk usah jual mahal. Iyain aja," bisik Sasha.
"Gila lo!" hardik Safira. "Gue udah dua kali ini dibeliin sama dia. Dia juga sering kan bantu gue. Gue kayak jadi beban tau nggak sih?" bisik Safira.
"Berapa mbak?" tanya Raka.
"Totalnya, satu juta dua ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah," jawab kasir itu. Raka yang hanya membeli dua potong baju dan satu gaun untuk Safira hampir mencapai uang gajian Safira selama sebulan saat bekerja di toko.
"Pakai ini saja!" sela Virza yang tiba-tiba datang memberikan kartu debit kepada kasir.
"Apa-apaan lo?" tanya Raka keberatan seraya mengambil kartu debit itu dan memberikan lagi kepada Virza.
"Dia istri gue. Wajar kalau gue belanjain dia," kata Virza memberikan lagi kartu debit itu.
"Itu ada baju gue," ujar Raka.
"Ya nggak apa-apa. Sekali-kali, sebagai ucapan terima kasih gue ke elo juga. karena lo mau jadi sopir istri gue selama ini," ledek Virza.
"Sialan!" umpat Raka. Karena perdebatan itu sang kasir mengambil kartu debit itu dan lekas melakukan transaksi.
"Silahkan masukkan pin," ujar Kasir.
"Nih buat Lo!" lempar Virza pelan setelah selesai transaksi.
"Ogah. Lo pakai aja. Males gue pakai barang dari elo," tolak Raka dengan melempar balik baju itu.
__ADS_1
"Dih, gue juga nggak mau pakai baju pilihan Lo. Norak!" Virza hendak melempar balik baju tersebut.
"Eeiiitss... Jangan dilempar pak, buat saya aja. Oke?" Rafa mengambil baju itu dari tangan Virza dan memasukkannya bersama gaun Sasha.