
Bab 55
"Lo masih istri gue," kata Virza. "Tapi gue mau memulai dari awal. Mulai hubungan ini dari awal. Mulai pernikahan ini dari awal," ucap Virza yang secara tidak langsung melamar lagi Safira di depan umum.
Semua orang yang melihatnya menunggu Safira menjawab.
"Safira Yunica, aku Virza Zhen memintamu kembali bersama ku. Memulai kehidupan baru denganku, Apa kau bersedia?" tanya Virza dengan memberikan cincin yang sempat di tinggalkan oleh Safira.
Rafa menoleh kepada Raka yang berdiri mematung di belakangnya. Sahabatnya itu tahu jika Raka tengah patah hati.
Safira antara bingung dan ragu. Banyak pasang mata menyaksikan. Safira menatap Raka dan kedua temannya yang berada tak jauh darinya. Raka mengangguk memberikan respon pada Safira.
Safira lekas mengangguk dan menyetujui ajakan Virza untuk rujuk. Hal itu lantas membuat Virza senang tak kepalang. Dia memeluk erat tubuh Safira. Sorakan dari orang sekitar membuat gemuruh isi kampus.
Gadis itu menyadari jika dia memang sudah menyukai Virza sejak lama. Tapi keadaan yang akan memaksanya untuk menekan perasaan itu agar tidak liar lagi.
Setelah banyaknya rintangan kini Virza memboyong Safira dan membawanya kembali ke rumahnya.
Sedangkan Raka yang membantu Safira berkemas mencoba terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
"Ka, makasih ya. Elo selama ini baik banget. Elo selama ini selalu ada di saat gue butuh," kata Safira.
"Iya, saf. Gue berharap elo tetap bahagia." ujar Raka yang menahan tangis.
Memang tidak pergi jauh. Tapi mengingat semua yang telah dia siapkan berakhir seperti ini membuatnya terpukul.
"Vir, ini kesempatan kedua Lo. Jangan Lo sia-siakan. Gue akan datang kapan pun kalau Lo buat dia sedih lagi," bisik Raka memeringatkan Virza.
Pria itu mengangguk mantap. Lalu menjinjing tas kecil yang hanya berisi beberapa barang Safira. Mereka mengantar Safira hingga mobil yang di tumpanginya hilang dari pandangan.
Tangis Raka pecah saat perlahan mengeluarkan kotak cincin yang di simpan di sakunya.
"Ka, Lo bangun dulu. Lo tenangin diri dulu," kata Rafa berusaha membantu Raka untuk berdiri dan masuk ke rumahnya.
"Kenapa sih Raka?" tanya Sasha berbisik pada kekasihnya.
"Dia lagi patah hati," jawab singkat Rafa.
"Kenapa sih?" Sasha mode kepo On. Dia mencecar Rafa yang berusaha menenangkan Sahabatnya.
__ADS_1
"Raka!" panggil wanita yang berdiri di bibir pintu.
"Ma!" Sahut Raka menatap wanita itu.
"Sudahlah, tadi Safira mampir ke rumah dan berpamitan," ujar Wulan. Mama dari Raka. "Mama bukan nggak setuju sama Safira," imbuh Wulan saat tepat duduk di samping anaknya dan merangkulnya.
"Mama hanya tidak ingin kamu merasakan hal ini, karena pepatah Jawa mengatakan 'witing tresno jalaran Soko kulino' yang artinya cinta datang karena terbiasa," kata Wulan. "Kamu sendiri yang bilang kalau mereka tidak saling suka awalnya. Tapi siapa yang tahu selama mereka bersama apa yang mereka alami. Berkesan atau tidak," imbuhnya.
"Tapi, Ma. Raka udah suka sejak lama. Raka nunggu momen ini, momen yang pas. Tapi malah begini," ujar Raka dalam isak tangisnya.
"Itu konsekuensinya. Kamu harusnya stop perasaan itu. Bukan malah memupuknya," kata Wulan. "Semua tindakanmu malah membuat perasaan mu semakin liar, Raka." nasehat Wulan.
"Kalian masih muda, jangan Sampai karena cinta malah bikin kalian down. Malah bikin kalian hilang arah. Buatlah itu sebagai cambuk kalian."
Sasha dan Rafa ikut merasa di nasehati. Memang banyak anak muda yang karena putus cinta jadi bunuh diri. Karena saking bucinnya mereka mengorbankan apapun demi cinta.
Raka mulai tenang karena dia mendapatkan dukungan penuh dari ibunya. Dia takut jika ibunya akan mencibirnya karena tidak menurut padannya. Tapi Wulan sosok yang bijaksana yang bisa membuat hati anaknya tenang di kala patah hati tengah melanda.
"Kalian jangan sedih-sedih lagi, mending kalian buat lamaran kerja. Jangan buat lamaran pernikahan. Kebetulan di kantor papa ada lowongan," ujar Wulan.
__ADS_1
Seketika Rafa dan Sasha kegirangan karena baru lulus sudah mendapatkan tawaran pekerjaan.