
Bab 51
Di tengah peliknya masalah yang dialami Virza. Dia tetap datang ke kampus. Tapi herannya dia tidak mendapat sindiran apapun dari rekan dosen atau muridnya. Berbeda saat pertama kali munculnya gosip tersebut. Hal itu menarik perhatian Virza. Bahkan Virza sampai mencari tahu penyebab redupnya kabar perceraiannya.
Tapi betapa terkejutnya saat tanpa sengaja dia mendengar salah satu mahasiswi yang sedang membicarakan Safira.
"Iya mulai sekarang jangan bicara lagi soal mereka berdua, kemarin aja teman sekelasnya di tampar karena terus mencibir si Safira," kata mahasiswi yang tengah bergosip ria dengan sesekali menyeruput es teh di depannya.
"Iya gue juga denger itu, gue kira itu bakal ramai di forum. Ternyata nggak loh. Mungkin mereka pada mikir kali ya kalau mau buat masalah sama Safira," sahut temannya.
Mendengar itu, Virza ingin tahu perubahan seperti apa yang terjadi pada istrinya. Saat bersamaan Safira datang ke kantin dengan teman-temannya. Kali ini tidak ada rasa sanggup atau takut ketahuan lagi. Virza terang-terangan mendatangi Safira dan menariknya begitu saja.
Safira ikut dengan mata menatap dingin. Semua orang yang melihatnya seketika memalingkan wajah ketika pandangan mereka bertemu dengan sorot mata Safira.
"Lo terlibat kelahi dengan siswa lain?" tanya Virza setelah mendapatkan tempat yang sepi.
"Enggak," jawab Safira datar.
__ADS_1
"Gue dengar Lo menampar teman sekelas Lo?" tanya Virza.
"Lo maunya gue kayak apa? Yang diperlakukan seenaknya terus diam aja? yang dihina terus diam? Atau lo mau kue yang penurut dengan semua orang Dan menganggap gue polos?" Dari nada bicara Safira pun sudah berbeda dari sebelumnya. Kini Virza tahu perubahan apa yang terjadi pada istrinya. Ada senang dan khawatir saat melihat perubahan itu. Virza senang karena istrinya bisa melawan orang-orang yang menindasnya dan terlihat lebih kuat. Dengan perubahan itu dia khawatir bahwa dia tidak akan butuh kehadirannya lagi.
Karena menunggu Virza tak kunjung bicara. Safira pergi begitu saja. Hingga Virza tersadar Safira sudah bersama teman-temannya.
"Gue harus bergerak cepat," gumam Virza menatap istrinya berlalu dengan teman-temannya.
Raka mulai terlihat sudah mulai membuka perbannya. Sasha yang kemarin sempat murung juga sudah kembali seperti semula. Rafa juga sudah mulai menyatakan perasaannya kepada Sasha. Begitu juga Sasha yang mulai menyadari jika Rafa memang tulus terhadap dirinya.
"Safira jadi keren banget, beda sama dulu. Bahkan penampilannya juga beda," kata salah satu mahasiswa yang sekarang sering membicarakan perubahan Safira.
"Iya, dia berteman sama Raka. Raka kan juga mulutnya pedas kalau ngomong. Bisa ketularan dah dia," sahut teman di sampingnya. Kini suara itu sudah berlalu.
Hal itu semakin membuat Virza kebingungan. Disisi lain masalah Agnes dan ayahnya belum selesai tuntas. Dia masih harus suara wara-wiri ke kantor Polisi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Begitu pula dengan Benny yang kesehatannya sempat menurun beberapa hari yang lalu karena kecapekan. Ini bertambah lagi masalah Safira yang sudah berubah sikap terhadap dirinya.
__ADS_1
Saat semua berhamburan pulang termasuk Safira dan teman-temannya. Virza menghentikan gadis dia.
"Saf!" panggilnya.
"Kenapa?" tanya Safira saat melihat Virza berlari hingga napasnya terengah-engah.
"Lo mau pulang bareng gue?" tanyanya. "Ayah nyariin," imbuhnya mencari alasan agar Safira mau.
"Emmmm...." Safira nampak memikirkan.
"Guys. Gue pergi bareng dia aja. Kalian mending duluan aja," kata Safira setelah beberapa saat memikirkannya.
Akhirnya Safira menyetujuinya ketika mendengar alasan Virza. Virza tersenyum senang saat mendengar keputusan Safira. Gadis itu berjalan lebih dulu, Virza tak bisa menahan bibirnya yang tertarik membentuk senyuman kemenangan.
Di sisi lain Raka merasa kesal melihat tingkah Virza. "Gue juga pergi dulu, kalian bolehlah pacaran hari ini." kata Raka pergi menuju motornya yang terparkir rapi.
Sasha dan Rafa mematung menatap mereka berdua yang berjalan berbeda arah. "Ya sudah lah. Yuk kita pacaran," ajak Sasha dengan menarik tangan Rafa begitu saja.
__ADS_1