
Bab 57
Forum kampus menjadi ramai karena kejadian antara Safira dan Virza. Banyak pujian yang mereka dapatkan. Safira yang melihat itu merasa malu sendiri.
"Kenapa?" tanya pria yang baru memasuki kamar
"Lo nggak malu ya kemarin kayak gitu?" tanya Safira.
"Gue harus menahan malu karena elo," jawab Virza dengan menoel hidung kecil Safira. "Gue harus bergerak cepat agar Lo nggak di ambil orang," imbunya. Safira menatap bingung suaminya.
"Diambil siapa?" tanya Safira.
"Kepo lo!" tukas Virza.
"Ya udah gue mau nonton sama Sasha sama....." Safira sengaja tidak melanjutkan kalimatnya agar suaminya marah. Benar saja. Virza menutup mulut Safira agar tidak melanjutkannya.
"Nggak ada nonton, Lo disini aja. Lo kalau keluar juga harus sama gue," kata Virza yang kini berganti memegang dua pipi Safira.
"Kok ngatur?"
"Iya lah." Virza
"Gue tahu, Lo cemburu kan," tebak Safira dengan menunjuk hidung Virza.
"Iya, gue cemburu. Gue nggak mau lo dekat cowok lain. Cukup kemarin lo bikin gue menahan diri. Gue gengsi, gue malu. Tapi gue tersiksa lihat Lo sama Rakaaaa..... Terus. Udah kayak prangko," ujar Virza
"Dih, mana ada kayak prangko. Kita emang temenan," kata Safira.
"Semua berawal dari teman dan sahabat. Terus tumbuh cinta, kayak Sasha dan Rafa kan," ujar Virza.
__ADS_1
"Bener sih, tapi Lo cemburu sama Raka itu kayak berlebihan tahu nggak sih, ya nggak perlu begitu juga. Dia baik kok," kata Safira.
"Iya dia baik ada maunya," batin Virza. "Lo aja yang nggak tahu rencana dia kemarin," ujarnya dalam hati.
"Kok diem?" tegur Safira.
"Ya udahlah, lupain. Ikut ke taman yuk. Ajakin ayah," ajak Virza untuk mengalihkan pembicaraan.
Tentu saja Safira setuju jika bersangkutan dengan ayah mertuanya.
Dengan menggandeng ayahnya secara perlahan. Safira tidak berhenti mengajak bicara Benny dan bercerita hingga membuat pria di sampingnya itu tertawa. Bertingkah konyol untuk menghibur ayahnya, itu yang di lakukan Safira.
Virza menatap istrinya dengan bangga. Dia tak bisa membayangkan jika dia kalah satu langkah lagi dengan Raka. Mungkin Safira tidak akan segampang itu menerima Raka. Tapi tidak dengan Raka yang akan menyerah begitu saja saat mendapatkan penolakan. Terlebih jika Safira berhasil cerai dengannya.
Virza juga menatap ayahnya yang mulai ceria lagi. Saat tengah berjalan menyusuri taman. Seorang penjual es krim tengah melayani pembelinya. Safira melihat kantongnya yang ternyata tidak ada uangnya. Melihat belakang cover hpnya juga tidak ada. Dia memberanikan diri meminta pada Virza.
"Buat apa?" tanya Virza.
"Tu....." Safira menunjuk penjual es krim itu. "Gue nggak bawa uang," kata safira dengan menunjukkan belakang hpnya.
"Dih, Lo nyimpen uang di belakang hp?" Tanya Virza terkejut.
"Iya... Boleh nggak?"
"Nih," Virza memberikan dompet berwarna coklat kepada gadus di depannya.
"Lo ambilin lah," Safira merasa tidak enak jika harus mengambil dari dompet Virza.
"Udah bawa aja, mulai sekarang Lo yang bawa dompet gue," kata Virza seraya mengusap kepala istrinya dengan pelan.
__ADS_1
Safira yang salah tingkah berjalan dengan senyum-senyum malu menuju penjual es krim itu.
"Ish dasar," gumam Virza gemas.
Benny melihat mereka berdua sangat senang. Akhirnya mereka bisa kembali dan menyadari perasaan masing-masing.
"Mbak kenapa?" tanya penjual es krim yang masih tersipu.
"Saya? Kenapa?" tanya balik Safira bingung.
"Iya, mbaknya kenapa senyum-senyum?"
"Ah enggak, bapaknya kepo ih," tukas Safira yang kepalang malu.
Lalu dengan ruang Safira membawa tiga es krim dan menghampiri suami dan mertuanya.
"Nih," Safira memberikan dompet milik suaminya.
"Lo bawa aja, kan gue udah bilang Lo yang bawa mulai hari ini," kata Virza.
"Beneran?"
"Astaga.... Bawelnya. Lo mau eskrim nggak?"
"Iya-iya, gue mau."
"Ya udah nih mumpung belum leleh," kata Virza.
Benny juga lekas menyantap es krim itu. Tapi tiba-tiba bertemu dengan tetangga yang sedang jalan-jalan juga. Akhirnya Benny berbicara dengan orang itu dengan posisi menjauh. Safira dan Virza duduk berjejer di kursi taman. Virza melihat ujung bibir Safira yang ada es krim berusaha membersihkannya tapi tidak membawa tisu. Akhirnya...... Cup!!!! Bibir mereka bertemu hingga membuat Safira terbelalak dan lekas mendorong tubuh Virza dengan keras.
__ADS_1