
setelah jessi bertemu dengan kedua temannya jessi sudah berpikir dan memutuskan bahwa ia tidak ada sangkut pautnya dengan vello soal wanita dan memang di perjanjian tidak ada larangan untuk mencari privasi masing-masing lebih dalam
*lebih baik aku mandi lagi karna gerah(batin jessi)
jessi pun menuju kamar mandinya setelah mandi ia berganti pakaian memakai baju piyamanya dan mengeringkan rambutnya lalu ia membaca novel tanpa ia ketahui ia tertidur
malam pun tiba jam menunjukan pukul 12.30 jessi terbangun mungkin suaminya sudah pulang ia beranjak menuju kamar suaminya namun tidak ada
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu suara bel juga berbunyi
tok,,tok,,,tingnong,,tingnong
jessi menghampiri pintu itu
terlihat david teman vello mempapah dia
ternyata vello mabuk dan david mengantarnya
" apakah kau istri kontraknya vello?" ucap david
" ya itu aku kenapa dia?" ucap jessi sambil mempapah vello masuk ke ruang tunggu
" dia mabuk dia banyak bercerita itu membuatku pusing sekali aku ingin pulang bye" ucap david
"baiklah hati-hati dijalan" ucap jessi
jessi mengantarkan david ke depan pintu
*ternyata yang tahu aku istri kontraknya dia selain bin temannya juga tahu(batin jessi)
jessi masuk ke ruang tunggu lagi
__ADS_1
sambil membawa air hangat dan handuk kecil
disana vello tertidur namun sepertinya belum terlelap
"haihh kau ini kenapa malah mabuk-mabukan"ucap jessi
jessi mengelap tubuh vello hanya sampai di bagian perutnya dan mukanya saja
lalu dia menempelkan handuk kecil baru lalu di basahinya ke air hangat yang baru dan menempelkannya
jessi berniat untuk membuat sup pereda mabuk
setelah selesai membuat ia kembali ke ruangan itu
disana ia menyuapi vello agar meminum sup itu
namun
jessi tiba-tiba seperti merasakan sakit di dadanya, air matanya tidak bisa ia bendung hingga menetes di pipinya
*ada apa denganku( batin jessi)
setelah itu Jessi meninggalkan vello di ruang tamu dan masuk ke kamarnya
jessi tidak henti memikirkan omongan vello dan terus menanggis
hingga akhirnya pagi menjelang tiba
jessi masuk ke dalam kamar mandi ia melihat dirinya begitu sembab sekali ia memikirkan agar tidak sembab
setelah mandi ia bersiap turun kebawah
__ADS_1
disana vello memandang jessi dan hendak ingin menghampiri dia
namun jessi mengacuhkan vello
saat jessi hendak keluar tiba-tiba brakkk,,
pintu itu tertutup keras oleh tendangan vello
" kau membiarkanku tidur di ruang tamu"ucap vello
" apa urusanmu, toh aku juga membuat sup pereda mabuk ,mengelap tubuhmu kau tahu tubuhmu itu berat makanya aku tidak bisa membawamu tidur di kamarmu " ucap jessi menatap tajam muka vello
vello menyadari sesuatu ternyata jessi seperti seseorang yang menanggis
"kau habis menanggis? kenapa matamu sembab?" tangan vello menyentuh muka jessi
jessi menghindari tangan vello
"kau juga tahu tapi aku tidak yakin kau akan ingat" ucap jessi membuka pintu dan menutupnya secara kasar
" apa yang aku katakan,,sepertinya aku sesang mabuk mengatakan hal yang menyakiti dia namun apa ahhj sial" ucap vello
vello pun masuk ke dalam kamarnya ia mandi dan berangkat ke perusahaan vello menelpon david
" david,, kau tahu apa yang aku bicarakan kepadamu saat aku mabuk?"
"oh kau menyebutkan nama mantanmu dan kau bilang kau menikahi jessi karena permintaan kakekmu kau juga berniat untuk bercerai tapi aku tidak bilang kau mengatakan itu kepada istrimu saat aku mengantarkanmu pulang oh ya saat kau pulang dia dengan muka yang khawatir sekali , oh apakah kau mabuk dan masih mengatakan itu sampai terdengar oleh istrimu sendiri?" ucap david
" aku tidak tahu namun sepertinya aku mengatakan sesuatu yang menyakitinya dan dia menanggis" ucap vello
" omonganmu itu selalu membuat orang sakit hati" ucap david
__ADS_1
vello mematikan telepon tersebut