pernikahan tanpa ada cinta

pernikahan tanpa ada cinta
42.tidak mungkin


__ADS_3

setelah selesai makan malam william pamit kembali ke kamarnya


keesokan harinya pintu jessi ada yang mengetok lalu jessi mengintip di lobang kecil ternyata itu william lalu jessi membukakan pintu


" ada apa kenapa datang pagi sekali?" ucap jessi yang baru terbangun dari tidurnya


" kita ada rapat di kota s karna kebetulan juga kita di sini kita bisa memulai rapat apakah kau bersedia ikut"ucap william


" baiklah tapi bolehkah sambil membawa jay?" ucap jessi


"baiklah " ucap william


akhirnya william menunggu di apartmnnya juga jessi yang membangunkan jay dari tidurnya setelah mereka selesai jessi mempersiapkan apa yang harus ia bawa setelah semua selesai william jessi dan jay menuju kantor B.M yang akan melaksanakan rapat langsung setelah sampai dan baru beberapa orang di ruang rapat


disana ada yang melambaikan tangan kepada jessi lalu jessi melirik wanita itu lalu wanita itu menghampiri mereka


" kau yang dulu menolongku kan?" ucapnya


" maaf bu apakah iya? aku benar-benar lupa" ucap jessi


" ya saat aku akan melahirkan kau saat itu bersama seorang lelaki tapi bukan lelaki yang di sampingmu ini" ucapnya


" oh aku tahu kau ibu tasya , oh ya ini william teman saya juga bu" ucap jessi


" orang cantik dan baik pasti di kelilingi oleh lelaki tampan juga baik aku lupa siapa namamu" ucap ibu tasya


" terimakasih atas pujiannya tapi aku tidak cantik bu oh ya nama saya jessi bu" ucap jessi


" mari masuk kita akan menunggu seseorang lagi" ucap ibu tasya

__ADS_1


" oh ya apakah itu anakmu dia tampan sekali" ucapnya lagi


" ya dia anakku baru akan menginjak umur 2tahun, oh ya setauku bu tasya melahirkan anak laki-laki kan kemana dia apakah tidak ikut?" ucap jessi


"dia sudah bersekolah tk " ucap tasya


" dia sudah besar sekali" ucap jessi


" ibu aku ingin pergi ke toilet apakah boleh?" ucap jay


" mari ibu antar" ucap jessi


" tidak apa aku bisa sendiri, tante kamu tahu dimana letak toilet?" ucap jay pada tasya


" kau apakah kau sudah bisa sendiri?" ucap tasya


" baiklah kau keluar pintu itu lalu kau berjalan beberapa langkah dan belok ke kiri itu toilet terdekat dengan ruangan ini " ucap tasya


lalu jay mengucapkan terimakasih dan berjalan keluar


" bu tasya kemana suamimu?" ucap jessi


" dia ada di lantai bawah sepertinya sedang menunggu orang yang akan rapat dengan yang lainnya" ucapnya


" baiklah, " ucap jessi


setelah banyak sekali mengobrol setiba jay hendak akan masuk ke ruangan ia menabrak seorang lelaki yang tinggi pria itu berjongkok pada anak kecil itu


"anak kecil kau sedang apa di sini?" ucapnya

__ADS_1


" paman aku sedang mengikuti ibuku untuk rapat" ucap jay


" bukankah anak kecil itu harusnya tidak mengikuti orang dewasa" ucapnya


" jika itu ibuku aku akan mengikutinya " ucap jay


" kemana ayahmu?" ucapnya


" aku tidak membutuhkan ayah aku hanya membutuhkan ibu saja aku benci dia, dia meninggalkan ibu juga aku " ucap jay


"tapi paman izinkan aku masuk okey?" ucap jay lagi


" baiklah" ucapnya


" paman kau baik kau juga seperti ada kemiripan denganku apakah kita adalah adik dan kakak?" ucap jay


" aku hanya anak satu-satunya bocah kecil" ucapnya


" baiklah anggap omonganku hanya orang lalu lalang tidak usah di dengar bye paman " ucap jay sambil berlari


saat itu pria itu masuk ke dalam ruangan jay terduduk manis di pojok sambil minum susu yang di berikan ibunya


jessi terkejut dengan pria yang baru saja datang


pria itu melirik jessi namun dengan cepat jessi menundukan kepalanya


pria itu adalah mantan suaminya dulu


setelah itu akhirnya mereka melaksanakan rapat dengan lancar

__ADS_1


__ADS_2