
malam menjelang jay tertidur jessi meminta william datang ke rumahnya dan william pun tiba karna hanya beberapa langkah pun ia sudah ada di depan apartmn jessi
" william aku ingin pergi ke kota s apakah kau mau membantuku? aku rindu dengan orangtuaku juga sahabatku" ucap jessi
" tapi bagaimana jika dia tahu?" ucap william
" tidak mungkin aku hanya akan tinggal disana dalam beberapa hari lalu aku akan pergi ke sini kembali aku sungguh sangat merindukan mereka aku pergi pun tanpa pamit pada mereka" ucap jessi
setelah itu william memikirkan apa yang dikatakan jessi memang benar ia mungkin merindukan kedua orangtuanya juga merindukan sahabatnya itu hingga william pun setuju
pagi menjelang william dan jessi sudah bersiap dan menuju tempat lapangan besar
jessi terheran mengapa dia tidak membawanya ke bandara
" mengapa kau membawaku ke sini dan tidak membawaku ke bandara" ucap jessi
" kita akan melakukan perjalananya dengan helikopter karna aku takut jika kita mengunakan pesawat dan memesan tiket ke kota S aku takut akan ada yang curiga dan menyelidiki kita dan mungkin itu suamimu karna yang aku lihat dia itu seseorang yang tidak gampang menyerah jadi kita akan berangkat naik helikopterku karna jaraknya juga tidak terlalu jauh dari kota M ke kota S" ucap william
" baiklah" ucap jessi
setelah mereka naik helikopter itu mereka tiba di lapangan besar di kota S yang khusus untuk pendaratan yang menggunakan helikopter
setelah sampai william dan jessi menaiki mobil dan menuju tempat kedua orang tua jessi namun saat di tengah perjalanan ia melihat arah taman dimana ada seorang kakek yang sedang terduduk di dekat pohon besar jessi berbalik menatap jay
" jay kau membawa bola kecil tidak?" ucap jessi
" aku membawanya bu ada apa?" ucap jay
" mari kita ke taman lalu kau tendang bola itu hingga ke depan kakek itu dan kau pura2 mengambil bola itu dan jangan lupa kau harus tersenyum" ucap jessi
" baiklah bu siapa dia?" ucap jay
" dia kakek buyutmu" ucap jessi
__ADS_1
akhirnya jessi dan jay turun jay memulai rencana ibunya william hanya menunggu di mobil dan jessi hanya melihatnya dalam jarak dekat tidak terlalu jauh hingga saat jay sampai di depan kakek buyutnya bola itu tidak tersadar menyentuh kakek buyutnya jay menghampiri kakek buyutnya itu
" ini bolamu nak?" ucap kakek
" ya kakek terimakasih kau telah mengambilnya" ucap jay
" sebentar kenapa wajahmu sedikit mirip dengan cucuku? dimana ibumu nak" ucap kakek
" itu kakek disana"ucap jay sambil menunjuk
lalu kakek melihat yang ditunjuk oleh jay dan disana jessi tersenyum
*anak ini benar2 berbeda dengan rencanaku (ucap batin jessi)
"suruh ibumu kemari nak" ucap kakek
" baiklah kakek" ucap jay
" ibu kemari ada yang ingin menemuimu" teriak jay
" kau jessi benarkan" ucap kakek
" ya kakek ini aku" ucap jessi
" kemana saja kamu aku merasa bersalah telah membuat kamu menikahi cucuku aku salah besar padamu juga orang tuamu kau kecewa kan kepadaku karena sikap cucuku itu" ucap kakek
" itu sudah berlalu kakek kau tidak bersalah aku juga kan menerima itu"ucap jessi
"kau memang anak baik namun cucuku itu tidak menyadarinya apakah dia anakmu dengan cucuku yang bodoh itu" ucap kakek
" ya kakek dia anakku dan itu cicitmu " ucap jessi
" dia tumbuh besar tanpa sosok ayah, kau hebat sekali nak tapi bukankah kau mengaborsinya" ucap kakek
__ADS_1
" aku hanya memalsukan itu kek karna manda pun mengandung anak dia" ucap jessi
" ah jangan menyebut wanita sialan itu" ucap kakek
" baiklah kek,, jay sini kau berisalam pada kakek buyutmu ini"ucap jessi
jay menghampiri kakek dan memberikan salam
" ah anak ini kenapa lucu sekali" ucap kakek
" ah kakek buyut kamu pun tetap ganteng sepertiku" ucap jay
" manis sekali ucapanmu tapi kakek sudah tua" ucap kakek
" tapi jiwamu muda kakek" ucap jay
banyak sekali perbincangan mereka hingga akhirnya jessi berniat untuk pamit
" kakek aku pamit dulu ya" ucap jessi
" apakah vello tau kau kesini"ucap kakek
" tidak aku mohon kakek jangan memberitahu dia ya kek aku percaya sama kakek" ucap jessi
" baiklah untuk apa aku harus memberi tahunya sudah lama sekali aku tidak mau bertemu dengannya" ucap kakek
" mengapa?" ucap jessi
" saat kau meninggalkan apartmnmu dan meninggalkan surat disitu aku dan vello menuju apartmnmu dan darisitu aku menolak kedatangan vello aku masuk rumah sakit dan di rawat karna penyakitku kambuh dan kata asisten vello dia juga masuk rumah sakit karna kekurangan mengkonsumsi makanan sayur seperti itu aku tidak tahu aku juga tidak menjenguk dia biar dia merasakan apa artinya kehilangan" ucap kakek
" ah ternyata seperti itu baiklah kakek aku tidak bisa lama-lama di sini" ucap jessi
" pergilah nak aku akan di jemput oleh asistenku sebentar lagi" ucap kakek
__ADS_1
akhirnya jessi dan jay meninggalkan kakek
dan kembali menemui william lalu menaiki mobil dan menuju rumah kedua orangtuanya