
lalu tiba tiba pesan masuk dari vello
jessi membuka pesan tersebut ia sedikit kaget karena vello mengirimkan pesan dimana ia berfoto dengan manda dan terlampir pesan kepadanya
"ini aku manda , apakabar? apakah kau tahu mantan suamimu ada disini ia tidur di rumahku? oh bukan dia calon suamiku sekarang dan kemungkinan kami akan melaksanakan pernikahan bulan depan jangan lupa untuk hadir ke acara pernikahanku " isi pesan tersebut
sherly hanya membacanya ia tidak membalasnya
hari semakin larut dan jessi memutuskan untuk menjauhkan masalah tersebut dan memutuskan untuk tidur dengan anaknya
keesokan paginya vello kembali ke apartmnya tanpa memberitahu bin
lalu ia mengetok pintu rumah jessi namun tidak ada jawaban lalu vello berpikir mungkin ia belum bangun
*flashback
karena jessi memutuskan untuk tidur tiba tiba pintu rumah jessi ada yang mengetok jessi hanya melihat seklias dari pintu ternyata william
"jessi aku melihat berita trending apakah kau baik baik saja?" ucap william
jessi hanya mengangguk dan memperlihatkan pesan yang manda kirimkan kepadanya
dengan sigap william mengambil jay dan menidurkannya di kasur ia kembali ke ruang tamu dimana jessi sudah teduduk menung
" aku tahu perasaanmu jika kau ingin menanggis menanggislah anggap aku tidak ada" ucap william menarik jessi kepelukannya
__ADS_1
jessi tidak tahan lalu ia nanggis di dalam pelukan william hingga ia merasa sudah lega
" kau tidurlah kau jangan terus mengharapkan dia kembalilah pada jati dirimu, saat kau meninggalkan dia kau sudah yakin bahwa kemungkinan kau tidak akan bisa bertemu kembali dengannya atau mencintainya kembali kau kan mempunyai jay sekarang kau harus berpokus pada dirinya sekarang itu yang terpenting" ucap william
jessi hanya termenung
" bolehkah saya menginap disini malam ini?" ucap william
jessi hanya menganggukan kepalanya
ia berpamitan kepada william untuk masuk kedalam kamarnya dan william tertidur di sofa
*flashback selesai
jessi menyadari pintunya ada yang mengetok namun william tidak memperbolehkn jessi untuk membukakan pintu
jay terbangun dan menanggis lalu jessi segera menghampirinya dan mengendongnya
" cup,,cup,kenapa sayang? mimpi buruk?" ucap jessi smbil mengelus elus punggung jay
lalu jay pun berhenti menanggis setelah beberapa menit
jessi membawanya untuk makan di dapur setelah makan ia memandikannya
"bu nenek ayo" ucap jay
__ADS_1
" jay mau ke nene?" ucap jessi
jay mengangguk tanda setuju lalu jessi menoleh kepada william
" bawa saja kemungkinan vello tidak akan mendengar aku akan mengikutimu dari belakang nanti" ucap william
lalu jessi pun mengiyakan dan bersiap siap untuk berangkat ia membawa barang barangnya juga membawa
saat hendak membuka kan pintu ternyata vello sudah sendari tadi diam berdiri di samping pintu rumah jessi dan membuat jessi terkejut
" mau kemana kamu?" ucap vello mendekati
" emmm,, aku mau,, " ucap jessi setengah
" kemana?" ucap vello
" apakah ada urusannya denganmu?" tiba tiba william menghampiri vello sambil membawa jay
" apakah kalian dari semalam tinggal bersama?" ucap vello
"jika ya apa yang ingin kau lakukan?" ucap william
"serius?kau pasti berbohong bkn jessi?jawab aku" ucap vello
" ya kami memang bersama semalam apakah kau puas?" ucap jessi berteriak membuat jay tidak nyaman seperti ingin menanggis
__ADS_1
jessi menyadari bahwa ini kali pertama dia berteriak dekat dengan putranya