
ibu jessi hanya menghela nafas dan tersenyum setelah makan selesai jessi dan william berpamitan untuk pulang
di perjalanan menuju apartmn
" jessi apakah kau mau ikut aku ke perusahaan?" ucap william
"tidak aku takut merepotkanmu" ucap jessi
" mana ada kata merepotkan untukmu,aku takut kau di ganggu dia saat di rumah" ucap william
lalu jessi memikirkannya dan ia setuju mengikuti ke perusahaan william
sesaat tiba di perusahaan banyak karyawan yang melihat jessi karena ini kali pertama dia juga masuk ke perusahaan baru william
" hallo nyonya" ucap salah satu karyawan
" oh tidak maaf saya bukan nyonya" ucap jessi malu terlihat mukanya memerah
" doakan saja ya" ucap william sambil tersenyum pada karyawannya dan meninggalkannya
setelah sampai di ruangan william jay sudah tertidur dan jessi menidurkannya
"apakah kau berminat menjadi sekretaris atau asistenku kembali?" ucap william
" haha sepertinya tidak untuk sekarang apalagi jay sudah tidak bisa diam itu akan membuatku kewalahan aku takut dia pergi tanpa pengawasanku" ucap jessi
"kenapa tidak mencari pengasuh untuk jay" ucap william
"jika aku mencari pengasuh untuk jay lalu aku akan melewatkan masa pertumbuhan jay aku ingin jay menganggap aku ibu yang baik" ucap jessi
__ADS_1
" baiklah itu terserah padamu"ucap william
"apakah kau sudah mempunyai asisten atau sekretaris baru?" ucap jessi
" ya sekretarisku bernama anira dan asistenku bernama rendy" ucap william
"kau sudah punya asisten sama sekretaris mengapa masih menawariku hal itu" ucap jessi
" kalo bisa 2 kenapa harus 1 haha"ucap william ketawa
jessi hanya menggeleng kepala sambil tersenyum
tidak menyadari jay pun terbangun dan jessi mengajaknya bermain hingga larut
akhirnya jessi dan william memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam
sesaat sampai di parkiran apartmn mereka
" tidak apa itu terserah kamu saja"ucap jessi
"apakah sudah baikan skrng?"ucap william
"memangnya ada apa denganku" ucap jessi ketawa kecil
"baguslah mari kita keatas" ucap william
akhirnya mereka ke atas dan memasuki lift sesampai di lantai tempat mereka tinggal
william mengantarkan jessi pulang sampai pintu apartmnnya dan meninggalkan jessi
__ADS_1
jessi pun membukakan pintu dan ia terkejut melihat vello sudah terduduk menung di ruang tamu milik jessi
jessi pun terkejut hingga ia menutup pintu tersebut namun tertahankan oleh vello dan menarik jessi masuk
"kau mau kemana lagi?apakah tidak cukup keluar seharian" ucap vello
"apa urusannya denganmu" ucap jessi
" kau membawa anak kita 1hari tanpa henti dan itu apakah tidak cukup bagimu bagaimana jika dia sakit " ucap vello
" apa yang kau khawatirkan? ini anakku aku paling tahu cara mengurus dia aku yang mengandung dia 9 bulan dan juga aku mengurus pagi siang sore malam tanpa henti hingga dia berusia 2tahun lebih apa hakmu mengomentari " ucap jessi
vello pun tertampar oleh omongan jessi hingga membuat vello terdiam
"lalu bagaimana kau bisa masuk?" ucap jessi
" aku minta pada resepsionis " ucap vello
" baiklah kau keluar aku tidak ingin berdebat denganmu" ucap jessi mendorong dorong vello
namun karena badannya yang kuat hingga ia tidak terusik
akhirnya jessi menyimpan jay di dekat ruang tamu lalu ia menghampiri vello dan mendekatkan wajahnya pada wajah vello
hingga vello berpikir kalau jessi akan menciumnya dengan perlahan vello mundur hinga beberapa jarak dengan pintu dengan sigap jessi membukakan pintu dan menendang keras vello hingga keluar
" heh tidak sia sia aku belajar bela diri di luar negri ternyata akan terpakai kepada dirimu" ucap jessi meledek vello dan menutup pintu dengan keras
"ah wanita itu kuat juga" ucap vello sambil memegang pinggulnya yang terkena tendangan jessi ia pun menuju rumah apartmnnya
__ADS_1
disisi lain jessi kembali membawa jay untuk tidur karena hari sudah malam namun jay tidak bisa tertidur dan itu membuat jessi harus bergadang menemani anak kesayangannya itu mungkin karena sore dia tidur nyenyak sekali