
vello tidak pulang ke perusahaan tapi ia kembali ke rumah orang tua jessi
vello menggedor-gedor pintu rumah jessi
pintu pun terbuka
"ibu,ayah apakah ada jessi di sini?" ucap vello
" tidak ada dia sudah pergi jauh dari sini"ucap ayahnya
" apakah ayah berbohong aku mohon ada yang harus saya jelaskan padanya"ucap vello
" aku bilang anakku tidak ada dia sudah pergi untuk apa kau menjelaskan bukankah itu sudah tidak di butuhkan lagi penjelasan darimu" ucap ayahnya sambil meninggalkan vello
" bu apakah kau tahu dia dimana?" ucap vello
"aku tidak bisa memberitahumu maafkan aku" ucap ibunya
"beri saya kesempatan bu aku janji aku akan menjelaskan semua kepadanya" ucap vello
" dia masih tinggal dinegara dan menyewa apartmn kau cari saja dimana tempatnya " ucap ibunya
" baiklah terimakasih bu" ucap vello menundukan kepalanya
akhirnya vello meminta bin memeriksa semua apartmn atas nama jessi
lalu ia melajukan mobilnya ke perusahaan
__ADS_1
dan menghampiri ruangan bin
" apakah kau sudah menemukannya?" ucap vello
" sudah dia tinggal di apartmn dekat kampus dia namun dia tidak menyewa melainkan sudah menjadi hak milik dia mungkin jessi membelinya" ucap bin
" dari mana wanita itu mendapatkan uang untuk membeli apartmn itu" ucap vello
" apakah bos lupa dia pernah datang dengan seorang pria katanya pria itu pun ikut pindah dekat apartmn jessi kemungkinan mereka sedang berpacaran" ucap bin
lalu vello memikirkan kenangan dimana saat di rumah sakit ia bertemu dengan william dan saat dia menyapa william ada seorang wanita yg bersembunyi di belakangnya dan ternyata kemungkinan itu adalah jessi pantas saja melihat wanita itu serasa tidak asing
"apakah benar jika jessi berpacaran dengan william" ucap vello
" mungkin saja bos karna satunya janda anak 1 dan satunya adalah pria seusia jessi muda berkharisma dan pintar" ucap bin
" apakah maksudmu aku tidak pintar?" ucap vello
" tidak aku tidak ingin anakku memanggil pria lain papa anakku hanya boleh memanggil aku seorang sebagai papanya" ucap vello
lalu vello pergi ke tempat apartmn jessi dan menanyakan dilantai berapa jessi tinggal
setelah sampai di depan pintu apartmn jessi
vello menekan bel lalu tidak ada jawaban hingga beberapa kali terbukalah pintu setengah lalu dengan sigap vello masuk
" hei kau siapa" teriak jessi habis mandi
__ADS_1
" aku suamimu" ucap vello
"ternyata kau, mau apa kau kesini?" ucap jessi
"i..bu" ucap jay terbangun dari tidurnya
dengan cepat jessi mengambil jay
" apakah kau terbangun oleh suara ibu?" ucap jessi sambil mengayun-ayunkan jay agar tertidur kembali
"bu,,sapa?" ucap jay sambil menunjuk
" itu teman ibu sayang" ucap jessi
lalu dengan sigap jay diambil dari pangkuan jessi
" anak kecil kau ingat aku?" ucap vello
lalu jay menggeleng
" tidak apa tapi kau adalah anakku dengan ibumu" ucap vello
"pam,,an?" ucap jay
" no,,no kamu harus panggil aku papa" ucap vello
" pam,,an" ucap jay lagi
__ADS_1
" bahkan anak yang tidak tahu apapun enggan memanggilmu papa" ucap jessi merebut kembali jay
" aku akan buktikan pada dia bahwa aku pantas di sebut papa olehnya"