pernikahan tanpa ada cinta

pernikahan tanpa ada cinta
48.ketakutan jessi


__ADS_3

saat selesai membeli semua yang diperlukan jessi kembali ke rumahnya ia membenahi semua yang ia beli juga baju baru untuk jay


keesokan harinya di taman tempat ulangtahun jay


jessi memepah jay keluar terlihat jessi dengan dress biru berpadu putih sangat cocok untuknya juga jay yang memakai jas dengan rompi seperti seorang pria yang sudah dewasa


disana jessi di sambut oleh kedua orang tuanya,teman-temannya juga kakek vello dan tetangga dekat rumah jessi


semua mengucapkan hari ulang tahun dan bersenang senang


tiba-tiba seseorang muncul dengan helikopter jessi menatap siapakah pria itu ternyata pria itu william sontak jay berteriak dan berlari memeluk william


" paman william aku rindu paman apakah paman tidak merindukan aku?" ucap jay


" paman sangat merindukan jay dan ini kado ulang tahun dari paman" ucap william sambil mengusap kepala jay


"terimakasih paman" ucap jay


lalu william menggendong jay menghampiri jessi


" anakmu sudah besar jes" ucap william


" ya dia sudah besar terimakasih kau sudah datang mungkin itu sangat melelahkanmu" ucap jessi

__ADS_1


" tidak apa sebenarnya aku sudah memindahkan perusahaanku ke sini juga, kita akan tinggal seperti sebelumnya di apartmn yang sama tapi berbeda kamar apakah kau mau ikut pindah?atau kau masih ingin tinggal bersama kedua orangtuamu?" ucap william


" aku akan tinggal di apartmn karna mungkin aku tidak akan selalu tinggal di rumah kedua orang tuaku karna itu mungkin akan sulit juga sekarang aku sudah mempunyai seorang putra itu akan benar2 membuat seisi rumah hancur berantakan" ucap jessi


"baiklah nanti aku akan berbicara dengan kedua orang tuamu" ucap william


setelah banyak berbincang dengan william ada seseorang mengendarai mobil dan berhenti itu membuat jessi menatap siapa lagi yg akan datang


saat seseorang itu turun dari mobil jessi terkejut karna yang datang adalah vello


ya memang vello tidak diundang dalam acara ulang tahun jay


jessi segera menggendong jay di pangkuannya


" selamat ulang tahun anakku" ucap vello memberikan kado pada jay dan mengusap kepalanya dengan lembut


" terimakasih paman" ucap jay


" apanya anakmu dia adalah anakku" ucap jessi


" no,no dia adalah anak kita" ucap vello


" kepedean sekali dirimu apa buktimu?" ucap jessi

__ADS_1


" haha kau mau bukti? aku sudah mengtes dna jay denganku dan tes ini sudah akurat" ucap vello sambil melihatkan selembar surat pada jessi


jessi melihat surat yang vello perlihatkan


dengan cepat jessi berlari membawa jay menaiki taksi


william mengejar dengan mobil pribadinya


vello hendak menyusul namun ia tertahankan oleh ayah jessi dan kakeknya


" mau apa kau kemari kau selalu saja membuat anakku kecewa" ucap ayah jessi


" tapi aku ingin menjelaskan pada dia namun dia tidak pernah sama sekali mendengarkan ku" ucap vello


" kau diam disini biarkan anakku pergi dengan cucuku semakin jauh agar kau tidak menemukannya" ucap ayahnya jessi


" aku sudah susah payah dalam beberapa tahun ini untuk menemukan dia sekarang aku tidak ingin lagi untuk kehilangan dia yang keduakalinya berikanlah aku kesempatan " ucap vello


" tidak bisa anakku sudah banyak menderita karena kamu" ucap ayah jessi


ibu jessi menenangkan ayahnya ia membisikan kepada ayahnya


" biarkanlah dia mengejar jessi jika memang ada penjelasan kau jangan emosi kau sudah tua aku takut kau sakit biarlah mereka menyelesaikan urusan mereka " ucap ibu jessi sambil menarik tangan suaminya itu

__ADS_1


vello pun tersenyum pada ibu jessi karna membantunya dan ia tidak menoleh lagi sambil berlari ia memasuki mobilnya dan mengendarainya dengan cepat


__ADS_2