pernikahan tanpa ada cinta

pernikahan tanpa ada cinta
40.melepas rindu


__ADS_3

setelah sampai di rumah kedua orangtuanya


jessi mengetuk pintu


saat pintu mulai terbuka jessi langsung memeluk orang itu ya dia ialah ibu jessi


" ibu ini aku , aku rindu sekali dengan kalian" ucap jessi sambil menanggis


" ibu kira kamu sudah melupakan ibu dan ayahmu" ucap ibu jessi


"tidak bu, aku selalu merindukan ibu bahkan setiap aku merindukan ibu dan ayah aku hanya melihat dari foto keluarga kita"ucap jessi


" sudah- sudah ayo masuk ke dalam oh ya siapa itu" ucap ibu sambil melihat arah jay dan william


" dia anakku, juga sahabatku bu" ucap jessi


" dia cucuku, apakah itu adalah ankmu dengan dia?"ucap ibu


" tidak ini anakku dengan vello" ucap jessi


" tapi bukankah kau sudah mengugurkannya?" ucap ibu


" ibu mengetahuinya?"ucap jessi


" dia menceritakan kepada kami lalu ayahmu sangat marah dan ia merasa bersalah telah merestui kalian juga ayahmu tidak ingin melihat dia lagi dan setiap dia ingin berkunjung kemari ayahmu selalu menolaknya" ucap ibunya


" ternyata begitu sebenarnya aku memalsukan kalau aku mengaborsi anak ini karna aku tidak ingin dia merasa terbebani karna wanita yang dia cintainya itu sedang mengandung anak dia juga aku pun malah mengandung anak dia sehingga aku memalsukan jika aku mengaborsi anakku " ucap jessi

__ADS_1


" ibu kira kau beneran mengugurkan anakmu " ucap ibunya


" mana mungkin aku mengugurkan anak yang tidak bersalah juga ini anak pertamaku cucu pertama ibu dan ayah tapi dimana ayah aku tidak melihatnya"ucap jessi


" ayahmu sedang bekerja, ayo masuk kedalam" ucap ibu


setelah mereka masuk ibu menyiapkan air untuk william


" siapa nama anakmu nak?" ucap ibu


" dia jake praditia wijaya "ucap jessi


"ah kamu menambahkan nama belakangmu juga nama marga wijaya itu"ucap ibunya


" bagaimana pun dia anaknya bu" ucap jessi


" panggil dia jay saja bu,, jay beri salam sama nenekmu" ucap jessi sambil melihat ke arah jay yang sudah terbangun dari tidurnya


jay menghampiri nenek itu dan memberikan salam


" ah saat dia bangun dia terlihat lucu sekali" ucap ibunya mencubit pipi jay


"nenek tidak baik mencubit pipi seorang anak laki-laki itu akan meninggalkan bekas merah dan aku tidak mau itu" ucap jay


" nada bicaramu seperti nada ayahmu" ucap ibunya


ya memang jay memiliki kulit yang putih seperti ayahnya dan jika di bandingkan dengan vello kulit jay lebih putih darinya

__ADS_1


" kau william ya, aku ingin berterimakasih kepadamu karena menjaga anakku" ucap ibu jessi


" tidak apa bu jessi sudah seperti adik bagi saya dan dia wanita yang hebat bu aku kagum padanya" ucap william


" terimakasih tapi apakah kalian sudah makan?" ucap ibu


" belum bu aku ingin memakan masakan ibu" ucap jessi merengek


" kau ini jangan seperti ini malu sedikit sama anakmu juga william" ucap ibunya


"baiklah ayo kita masak berdua lagi" ucap jessi semangat


akhirnya jessi dan ibunya ke dapur untuk memasak


jay dan william sedang bermain di ruang tamu


" anakmu sepertinya bahagia dengan william, apakah kau tidak berencana untuk menikah kembali?" ucap ibu


" tidak aku hanya ingin fokus pada jay dan memang william sudah akrab dengan jay dulu saat jay masih berumur 7bulan dia memanggil william dengan sebutan papa walaupun william bukan ayah kandungnya tapi aku bahagia dia sudah bisa berbicara papa" ucap jessi


" sepertinya jay saat kecil sungguh lucu namun sayang aku tidak melihat dia karna aku tidak tahu keberadaanmu dan kau jessi kau sudah menjadi wanita dewasa , pemberani kau juga membuktikan bahwa dirimu itu layak menjadi wanita tangguh dan mandiri" ucap ibunya


" haha sudahlah bu " ucap jessi


setelah selesai memasak ibu jessi menyuruh william juga jay untuk makan makanan di meja makan yang sudah di siapkan


setelah selesai makan ada yang mengetok pintu rumah jessi

__ADS_1


__ADS_2