Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 10


__ADS_3

Sore hari setelah memastikan tubuh Alvin tidak panas lagi baru lah Zea keluar dari dalam kamar itu. Ia berpapasan dengan Kenan dan Kevin yang baru pulang entah dari mana tanpa bicara Zea berlalu begitu saja keluar dari rumah utama ke paviliun.


"Kenapa dia keluar dari kamar Alvin"tanya Kenan pada Kevin.


"Mana aku tahu kita kan baru sampai"dengus Kevin masuk ke dalam kamar Alvin memastikan anak itu baik-baik saja.


"Den Alvin tadi sakit demam nya tinggi nona yang mengurus den Alvin tadi dan baru keluar"jelas bi Ani.


"Iya bi"jawab Kevin berlalu dari sana ke kamar nya begitu juga dengan Kenan.


"Nona itu baik den coba saja sedikit kalian merasakan ketulusan nona bibi yakin kalian akan menyayangi nya"gumam bi Ani menghela nafas panjang.


.....


Seminggu telah berlalu ujian telah selesai dan sekarang adalah anak sekolah telah libur,Zea keluar dari paviliun nya melihat di depan rumah sudah heboh karna penasaran ia pun berjalan ke sana.


"Ehh Zea"panggil Nindi melihat Zea datang.


"Hai"ucap Zea tersenyum tipis.


"Kami akan pergi liburan mumpung anak-anak sedang libur tidak masalah bukan"ujar Nindi.


"Tentu saja tidak"ucap Zea santai.


"Baiklah kami akan berangkat sebentar lagi"ucap Nindi di angguki Zea.


Tak lama Bara datang dengan koper di tangan nya ia juga melihat ketiga anak itu sudah siap dengan koper mereka masing-masing begitu juga dengan Nindi.


"Kau ingin ikut"tanya Bara pada Zea.


"Tidak perlu kalian saja"jawab Zea di angguki Bara.


"Kalau begitu kami pergi dulu"ucap Bara di angguki Zea melihat mereka masuk ke dalam mobil dan mobil itu mulai melaju meninggalkan rumah.


"Keluarga yang bahagia"ucap Zea menatap kepergian mobil itu.


Ia pun kembali melanjutkan langkah nya menemui Alex karna ia juga akan membawa Alex berobat ke luar negeri seingat nya ia memiliki teman di sana dulu yang cukup ahli dengan penyakit di derita Alex.


"Bunda"panggil Alex saat membuka pintu sudah ada Zea di sana.


"Bagaimana sudah siap semua"tanya Zea.


"Sudah bun"jawab Alex mengangguk.


"Nanti siang kita akan berangkat"jelas Zea masuk ke dalam rumah.


"Apa tidak bisa melakukan nya di sini saja bun"tanya Alex.

__ADS_1


"Teman bunda di sana cukup hebat dengan penyakit ini bunda yakin kau akan sembuh"ucap Zea.


"Tapi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit bun"jelas Alex akhir nya mengatakan apa yang ia katakan.


Duk


Satu pukulan mendarat di kepala Alex membuat Alex mengaduh.


"Bunda kenapa memukul ku"protes Alex.


"Greget bunda melihat mu maka bunda memukul mu"dengus Zea.


"Ck bunda galak sekali sih"gerutu Alex.


"Mau bunda tambah,"ujar Zea melototkan mata nya pada Alex.


"Hehe ampun bun"ujar Alex merangkul Zea.


"Den Alex kadang seperti anak kecil non"ucap mbok jum.


"Iya mbok kalau dia bertingkah pukul saja"jawab Zea.


"Bunda tega sekali pada anak nya"ucap Alex.


"Kau ini sana mandi kita sarapan di luar"ajak Zea.


"Ok Bunda ratu "ucap Alex segera ke kamar nya untuk mandi.


"Iya non tapi seperti nya den Alex menahan nya"jawab mbok Jum.


Zea menghela nafas panjang Alex sudah seperti anak kandung untuk nya jadi ia akan berusaha agar Alex sembuh, Melihat kedekatan suami dan ketiga anak tiri nya bersama Nindi ia yakin cepat atau lambat akhir nya mereka bersama maka dari itu sekarang ia hanya memiliki Alex saja tak ingin hidup sendirian seperti dulu yang sepi karna kini sudah ada Alex bersama nya.


"Bunda ayo"ajak Alex pada Zea yang duduk diam di sofa.


"Kau benar-benar mandi"tanya Zea menatap Alex.


"Iya bun kenapa"tanya Alex.


"Cepat banget mandi bebek yah"ucap Zea.


"Bunda saja yang melamun di sini aku sudah mandi lima belas menit"ucap Alex.


"Ya ya ayo pergi"ajak Zea berdiri dari duduk nya menuju ke mobil karna ia yang akan menyetir.


"Kita cari makanan apa bun"tanya Alex melihat Zea yang fokus menyetir.


"Kau sendiri mau makan apa"tanya Zea balik.

__ADS_1


"Restoran jepang enak kayak nya bun"ucap Alex di angguki Zea segera melajukan mobil nya ke restoran jepang.


Kedua nya turun dari sana berjalan masuk ke dalam dan langsung duduk di sana, Zea memesan makanan yang sehat untuk mereka konsumsi.


"Bunda ke toilet sebentar"ujar Zea yang tiba-tiba ingin buang air kecil.


"Iya bun"ucap Alex sambil memainkan ponsel nya.


Setelah Zea tak terlihat lagi Alex tak sengaja menatap ke arah pintu dan mematung melihat siapa yang masuk ke dalam restoran itu juga.


"Kau di sini Lex"tanya wanita itu menghampiri Alex bersama suami dan anak nya.


"Ya"jawab Alex singkat.


"Sendiri"tanya wanita itu namun Alex hanya diam.


"Apa kami boleh bergabung"tanya wanita itu lagi dan langsung duduk di depan Alex.


"Ma kenapa juga di sini bersama anak mu itu"protes pria itu.


"Hanya sebentar pa"ucap wanita tersebut yang tak lain ibu dari Alex.


"Bagaimana kabar mu"tanya mama Alex menatap Alex.


"Seperti yang terlihat"jawab Alex.


"Bagus lah jika kau sehat karna aku tidak mau repot mengurus mu"jelas nya.


"Aku dengar papa mu juga sudah menikah lagi ternyata namun ia tinggal di luar negeri apa kau tidak menghubungi nya"tanya mama Alex lagi.


"Untuk apa"ucap Alex.


"Agar ada yang mengurus mu karna kami juga akan meninggalkan negara ini dalam waktu dekat"ujar nya membuat Alex terdiam.


"Anda tenang saja saya bisa mengurus nya sendiri"ujar Zea berjalan mendekati mereka.


"Kau siapa"tanya ibu Alex menatap Zea.


"Aku Zea ibu angkat Alex"ucap Zea memperkenalkan diri nya.


"Masih muda mau mengangkat anak sudah besar begitu"ujar mama Alex.


"Apa salah nya mau besar atau kecil bukan kah sama saja dari pada anda anak sendiri tapi tidak menganggap nya"ucap Zea.


"Aku katakan sekarang aku adalah ibu dari Alex untuk kedepan nya anda tidak perlu menanyakan siapa yang mengurus nya lagi karna ada saya ibu nya"sambung Zea.


"Bagus lah jika ada yang mau mengurus nya dan anda tenang saja saya tidak akan menanyakan dan menemui nya karna dia bukan urusan saya lagi"ujar nya berlalu dari sana.

__ADS_1


"Mereka membuang ku Bun"ujar Alex pelan menahan air mata nya yang akan menetes.


"Hey kau ini bicara apa jika mereka membuang mu ada bunda di sini jangan menangis masa sudah besar begini menangis malu sama calon mantu bunda"jelas Zea terkekeh pelan mendengar Alex berdecak.


__ADS_2