
Di kursi penonton tak hanya Bara yang melihat Zea dan Alex tapi Kevin dan Kenan juga. Kedua terlihat sudah seperti ibu dan anak kandung tak berjarak sama sekali.
"Aku baru tahu kalau ibu Alex masih terlihat muda begitu mana cantik lagi"ucap teman Kevin melihat ke lapangan.
"Benar ada yang mengatakan kalau ibu Alex jahat tapi kelihatan nya tidak sama sekali mereka terlihat kompak begitu"ujar yang lain.
"Ternyata rumor yang beredar tidak dapat di percaya"sambung nya lagi.
Perkataan teman-teman nya semakin semakin membuat Kenan dan Kevin semakin merasa tidak enak di buat nya,ingatan bagaimana mereka memperlakukan wanita itu berkeliaran di kepala mereka. Bagaimana dulu Zea mengurus mereka dengan baik tapi tak mereka hargai,wanita itu selalu memasak makanan untuk mereka namun tidak mereka makan bahkan dengan tega nya mereka menyuruh bi Ani memasak untuk mereka di depan wanita tersebut tapi wanita itu hanya tersenyum.
Zea yang berada di lapangan merasa di perhatikan mengedarkan pandangan nya hingga ia melihat mereka yang memperhatikan nya,Zea hanya tersenyum tipis dan mengalihkan pandangan nya.
"Bunda kenapa diam"tanya Alex heran.
"Hanya berpikir permainan apa lagi yang akan kita ikuti"jawab Zea.
"Ck berpikir kelamaan ayo ikut bermain Bakiak"ajak Alex pada Zea juga Alvi dan Amel.
"Let's go"ucap ketiga nya semangat mengikuti Alex.
Mereka berempat ikut bergabung karna kebetulan harus empat orang yang memainkan nya.Tim mereka di depan adalah Zea,di belakang nya Alex di belakang Alex adalah Amel baru Alvi.
Mereka berempat berdiskusi agar bisa kompak dan menang setelah itu baru lah mereka ke posisi masing-masing.
"Sudah siap"tanya Zea yang memimpin.
"Ya"ucap ketiga nya.
Game pun di mulai Zea pun berkata Kiri dan Kanan di mana langkah mereka harus kompak agar tak salah melangkah,entah kenapa ketiga nya seakan paham mengikuti perkataan Zea juga sambil melangkah dan akhir nya mereka menang.Tawa keempat nya menggema dengan keras saat menjadi pemenang nya dan saling merangkul.
"Akhir nya selesai juga"ucap Zea kini duduk di kursi nya menanti pengumuman pemenang yang akan mendapatkan piala.
"Seru juga ternyata"ujar Alvi yang juga menikmati hari tersebut.
"Benar tahun depan harus ikut lagi kita ini"
"Tentu kita akan borong piala itu"ujar Alvi di angguki Zea.
Setelah pengumuman itu Zea membawa tiga piala yang mereka dapat begitu juga dengan Alvi karna sore dan sudah lelah akhir nya mereka berpisah di pagar sekolah. Zea kembali ke rumah bersama Alex dengan taksi karna tadi pak Udin yang mengantar mereka.
"Ibu nya Vino mengatakan kalau pas penerimaan rapor juga ada acara seperti tadi"tanya Zea.
"Bunda mau ikut lagi"tanya Alex.
__ADS_1
"Belum tau sih kalau tante Alvi mau bunda mah ikut saja"jawab Zea.
"Bunda sama tante Alvi sama saja satu frekwensi"ucap Alex di balas kekehan oleh Zea yang membenarkan.
Tiba di rumah kedua nya langsung masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Zea keluar dari kamar mandi dengan pakai an santai karna ia memang tidak ke rumah sakit lagi.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar membuat Zea berjalan membuka pintu.
"Nona"ucap bi Ani dengan wajah panik.
"Ada apa bi"tanya Zea.
"Den Kevin kecelakaan dan sekarang di rumah sakit"ucap bi Ani.
"Kapan bi"tanya Zea ikut panik.
"Baru saja non"ucap bi Ani.
"Zea akan ke sana bi"ucap Zea.
"Tapi non bibi juga harus pulang sekarang karna bibi sudah di jemput anak bibi"ucap bi Ani.
"Apa tidak bisa besok saja bi"tanya Zea.
"Maaf bi Zea gak tau"ucap Zea.
"Tidak masalah non"jawab bi Ani.
"Kalau begitu bibi siap-siap saja Zea akan ke rumah sebentar lagi"ujar Zea.
"Bibi sudah mengemas semua barang kok non tinggal pergi saja"ucap bi Ani.
"Tunggu sebentar bi"ujar Zea masuk ke dalam rumah mengambil tas dan ponsel nya.
"Bunda mau pergi lagi"tanya Alex baru keluar dari kamar.
"Ke rumah depan bi Ani mau pulang kampung dan Kevin kecelakaan kata bi Ani sekarang di rumah sakit"jelas Zea.
"Ayo ke rumah depan kita akan ke rumah sakit juga"ajak Zea.
"Iya bun"ucap Alex mengikuti Zea dari belakang. Mereka bertiga pun ke rumah mewah tersebut.
__ADS_1
Zea memberikan amplop cukup tebal untuk bi Ani sebagai tanda terimakasih.
"Aduh non tuan sudah memberikan nya juga pada bibi tadi pagi"ujar bi Ani.
"Ini dari Zea bi terima saja ya buat bibi"ujar Zea.
"Terimakasih non"ucap bi Ani di angguki Zea.
"Zea akan ke rumah sakit bi jadi rumah ini bagaimana"tanya Zea.
"Begini saja non rumah ini di kunci saja bibi akan tunggu di pagar saja"ujar bi Ani.
"Iya bi,,bibi bisa tunggu di rumah depan di situ ada mbok Jum juga"ucap Zea di angguki bi Ani.
"Alvin ikut Bunda ke rumah sakit"ucap Zea pada Alvin yang ada di ruang keluarga menonton.
"Iya Bunda"jawab anak itu segera berdiri dari duduk nya.
Zea pun keluar dari rumah itu dengan membawa baju ganti Kevin tak lupa mengunci pintu. Mereka pun berangkat ke rumah sakit di antar pak Udin.
"Bagaimana sekolah Alvin apa pelajaran nya dapat"tanya Zea pada Alvin yang duduk di samping nya.
"Susah bunda"jawab anak itu.
"Memang nya kalau malam gak belajar"tanya Zea di balas gelengan kepala oleh anak itu.
"Gak ada yang mengajari Alvin di rumah"jawab Alvin membuat Zea terdiam.
"Nanti kalau mau belajar Alvin panggil Bunda nanti Bunda ajari"ucap Zea.
"Iya Bunda"jawab Alvin.
Mereka bertiga pun tiba di rumah sakit tempat Zea bekerja,setelah menanyakan ruangan Kevin ketiga nya berjalan menuju ruangan Kevin berada.
"Bagaimana keadaan Kevin"tanya Zea pada ketiga nya yang duduk di depan ruangan tersebut.
"Dokter nya belum keluar masih memeriksa Kevin di dalam"jawab Nindi di angguki Zea.
Mereka semua menunggu dalam diam hingga akhir nya dokter yang memeriksa Kevin keluar dari dalam.
"Bagaimana keadaan anak saya dok"tanya Bara berdiri dari duduk nya.
"Dokter Zea"ucap dokter tersebut tanpa menjawab pertanyaan Bara.
__ADS_1
"Ada pecahan kaca yang masuk ke dalam mata pasien dok"ucap dokter tersebut membuat Zea terdiam.
"Dokter Denis sedang berada di luar kota untuk seminar dan dokter Jeni tidak bisa datang ia baru saja melahirkan"sambung dokter tersebut sedikit panik karna kalau bagian mata harus yang memang ahli menangani nya salah sedikit akan berakibat patal menyebab kan kebutaan.