Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 14


__ADS_3

Hampir tiga jam di dalam Zea ikut membantu menghentikan pendarahan itu kini berhenti namun kondisi Alex kritis.


"Sabar Zea"ucap Alvi mengelus pundak Zea yang terduduk lemas di depan ruang rawat Alex.


"Aku harus bagaimana Alvi"tanya Zea.


"Doakan saja semoga Alex segera melewati masa kritis nya"ujar Alvi.


Zea hanya diam ingatan nya berputar saat mengingat kejadian tadi entah apa yang terjadi hingga kejadian nya seperti tadi.


"Titip Alex sebentar aku akan ke rumah mengambil barang ku"ucap Zea.


"Pergi lah aku akan menjaga nya untuk mu"ucap Alvi.


"Terimakasih"ucap Zea segera keluar rumah sakit. Ia pun masuk ke dalam taksi menuju rumah tiba di sana ia berjalan menuju paviliun mengambil barang-barang nya memasuk kan nya ke dalam koper.


Zea keluar dari sana menyeret koper nya sambil melihat ponsel nya.


"Aku minta maaf atas perbuatan anak-anak"ujar Bara membuat Zea mengangkat kepala nya.


"Mereka sudah menceritakan nya pada mu"tanya Zea di angguki Bara.


"Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka hingga mereka memukuli Alex sendiri di sana aku juga tidak tahu apakah Alex akan bertahan atau tidak"ucap Zea dengan mata memerah.


"Aku mati-matian menjaga dan merawat nya sendiri aku mati-matian menyembuhkan penyakit yang ia derita sendiri dan setelah sembuh aku baru saja bernafas lega kini aku bahkan seperti tidak bisa bernafas di buat nya"sambung Zea.


"Maafkan aku"ucap Bara.


Zea tidak menjawab lagi segera menyeret koper nya dari sana kalau tidak semua akan semakin kacau dan runyam jika ia sana yang pasti nya emosi nya akan meledak.


"Pak antarkan aku ke rumah sakit"ucap Zea di angguki pak Udin segera mengantar Zea ke rumah sakit setelah memasuk kan koper milik Zea ke dalam mobil.


"Non apa yang terjadi pada den Alex"tanya pak Udin.


"Entahlah pak aku juga tidak mengerti"jawab Zea.


Tiba di rumah sakit Zea masuk ke dalam menaruh koper nya di ruangan nya setelah itu ia melangkah ke ruangan Alex untuk mengecek keadaannya.


....


Dua hari berlalu selama itu juga Zea tidak tidur sama sekali ia berjaga di ruangan Alex sendirian sambil menggenggam erat tangan Alex.


"Jangan membuat bunda takut Lex cepat sadar"ucap Zea pelan mengelus kepala Alex.


Sementara dari luar ada Bara dan ketiga anak nya yang melihat dari jendela ke dalam ruangan Alex.

__ADS_1


"Kalian siapa"tanya Alvi baru datang membawa makanan untuk Zea.


"Keluarga Zea"ucap Bara datar di angguki Alvi.


"Kalau begitu tunggu sebentar saya akan memanggil nya dulu"ujar Alvi masuk ke dalam.


"Zea ada keluarga mu di luar"ucap Alvi pada Zea.


Zea mengangguk segera keluar dari dalam setelah membuka pintu ia menatap Bara dan ketiga nya dengan diam karna ia pikir tadi mbok Jum dan pak Udin.


"Maaf kan kami"ucap Kenan tak mau melihat Zea.


"Kalian meminta maaf karna salah atau di paksa papa kalian"tanya Zea.


"Kami yang salah"jawab Kevin di angguki Zea.


"Kalau begitu katakan pada ku kenapa kalian harus memukuli nya hingga sekarat"tanya Zea.


"Kalian tahu di dalam ia sedang bertaruh hidup mati jika ada masalah bicara baik-baik bukan seperti itu memukul nya beramai seperti pengecut "sambung Zea.


"Aku rasa sudah tidak ada lagi yang di bicarakan dan di bahas di sini"ucap Zea melihat mereka diam saja.


"Kirim kan surat cerai itu secepat nya pada ku"sambung Zea memutar tubuh nya.


"Kau lebih memetingkan nya dari pada kami"tanya Kevin seketika membuat langkah Zea terhenti.


"Selama ini kalian kemana saja dan apa yang kalian perbuat pada ku"tanya Zea lagi.


"Bukan kah terakhir kali kalian ingin aku mati maka aku sudah mati dan di depan kalian adalah Zea yang baru bukan yang dulu,, maka untuk ku setelah itu semua telah mati aku hidup kembali dengan kehidupan baru ku"sambung Zea.


"Aku rasa memang sebaik nya untuk mengakhiri semua ini kalian bisa hidup bahagai tanpa ku begitu pun dengan ku"ucap Zea berbalik.


"Maafkan kami"ucap Kevin menunduk.


"Zea Alex sadar"ujar Alvi.


Zea segera berjalan cepat masuk ke dalam dengan senyum tipis melihat Alex membuka mata.


"Bundaa"ucap Alex dengan lemah.


"Jangan bicara dulu Ok bunda akan periksa kamu dulu"ucap Zea segera memeriksa keadaan Alex.


"Kenapa aku di sini"tanya Alex.


"Kenapa lagi jika bukan sakit kalau sehat kau tidak akan ada di sini"ucap Zea terkekeh mengambil air putih untuk Alex dan membantu meminumkan nya.

__ADS_1


"Tubuh ku sakit semua bun"ucap Alex.


"Hmm bunda akan memberi obat agar tidak sakit tapi makan dulu"ucap Zea di angguki lemah oleh Alex.


"Tolong ambilkan bubur untuk putra ku"ucap Zea pada Alvi.


"Baiklah"ucap Alvi segera keluar dari sana.


"Silahkan masuk Alex sudah sadar"ucap Alvi pada mereka yang masih berdiri di luar.


Bara masuk ke dalam di ikuti mereka juga.


"Bagaimana keadaan mu"tanya Bara pada Alex.


"Sudah lebih baik om"jawab Alex.


"Om meminta maaf atas apa yang di lakukan oleh putra om pada mu"ucap Bara di balas senyum tipis oleh Alex.


"Kalian minta maaf pada Alex"suruh Bara pada kedua putra nya itu.


"Maafkan kami"ucap Kevin dan Kenan di angguki Alex.


"Kenapa suasana nya tegang gini"ucap Alvi baru datang membawa bubur dan obat untuk Alex.


"Terimakasih"ucap Zea menerima nampan tersebut.


"Biar aku yang menyuapi Alex lebih baik kau juga makan kemaren kau juga tidak makan"ucap Alvi.


"Dari mana kau tau"tanya Zea heran.


"Tadi pagi aku ke ruangan dulu dan melihat makanan yang aku bawa masih utuh di sana"dengus Alvi membuat Zea meringis mendengar nya.


Zea mengangguk mengambil makanan yang di bawa Alvi untuk nya dan memakan nya sambil mata nya melihat Alvi yang sedang menyuapi Alex makan.


"Kalian sudah makan"tanya Zea pada mereka berempat.


"Sudah sebelum ke sini kami sarapan dulu"jawab Bara di angguki Zea kembali makan.


"Kamu kelas berapa Lex"tanya Alvi.


"Kelas dua SMA tante"jawab Alex.


"Kamu ingin kemana setelah lulus sekolah"tanya Alvi.


"Belum tau tante"jawab Alex.

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya"tanya Zea.


"Mana tau dia mau menikah jadi aku bisa menawarkan keponakan ku pada nya"ucap Alvi seketika membuat Zea tersedak mendengar nya dengan cepat ia minum dan menatap tajam ke arah Alvi.


__ADS_2