Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 17


__ADS_3

Tanpa mereka tahu Kevin dan Kenan mendengar pembicaraan kedua nya ada rasa tak rela saat Zea mengatakan seperti itu namun tak tahu bagaimana mengatakan nya karna selama ini mereka selalu memperlakukan Zea dengan kasar.


"Huhh kenapa jadi seperti ini"ucap Kenan menghela nafas kasar.


"Dia benar-benar berubah tidak mau berbicara dengan kita lagi melihat saja dia enggan"sambung Kenan.


Kevin memilih pergi dari sana kembali ke kamar nya memang benar apa yang di katakan oleh ibu tiri nya tersebut namun entah kenapa hati nya juga tidak rela jika wanita itu meninggalkan mereka apalagi sekarang ada anak lain yang kini di sayangi oleh ibu mereka tersebut.


Zea sendiri kembali ke rumah depan melihat Alex sedang duduk santai di teras ia pun ikut bergabung dengan itu.


"Kenapa bunda cepat kembali"tanya Alex.


"Pertanyaan macam itu"jawab Zea ikut duduk di samping Alex.


"Masih ada yang sakit"tanya Zea.


"Aku sudah sembuh Bun"jawab Alex di angguki Zea.


"Bagaimana keadaan Alvin bun"tanya Alex.


"Demam nya masih tinggi dia tidur jadi belum minum obat bunda sudah memberikan obat untuk bi Ani agar memberikan nya saat bangun"jawab Zea.


"Kau sudah lama duduk di sini"tanya Zea.


"Baru saja bun"jawab Alex.


Kedua nya pun berbincang sambil bercanda hingga akhir nya mereka masuk ke dalam rumah karna Alex masih harus istirahat. Zea sendiri juga tidur di kamar nya karna ia akan masuk malam.


"Bunda ke rumah sakit"tanya Alex melihat Zea sudah siap.


"Ya bunda kan masuk malam"jawab Zea duduk di kursi makan memakan cemilan yang ada di depan nya.


"Apa bunda tidak lelah bekerja dan begadang begitu"tanya Alex.


"Nama nya juga bekerja pasti lelah namun bunda sebagai dokter lelah itu akan terbayar saat bunda bisa menyelamatkan nyawa orang lain"jawab Zea.


"Coba saja jika aku benar-benar anak bunda aku pasti akan bahagia dari dulu"ujar Alex.

__ADS_1


"Takdir tidak ada yang tahu mungkin baru sekarang kesampaian kamu jadi anak bunda"


"Jangan menyesali apapun yang terjadi di masa lalu, lihat lah kedepan di mana kebahagiaan akan menanti mu kau tidak sendiri banyak orang baik yang bersama mu"sambung Zea.


"Bunda pergi dulu kalau di sini bunda tidak akan pergi-pergi malah ikut bercerita dengan mu tante Alvi pasti sudah menunggu bunda di sana"ujar Zea berdiri dari duduk nya.


"Hati-hati bun"ucap Alex di angguki Zea.


Ia pun segera berangkat ke rumah sakit bersama pak Udin yang mengantarkan nya ke sana.


"Zeaa"teriak Alvi melihat Zea baru saja turun dari mobil.


"Apaan sih malu tau di lihat orang banyak"dengus Zea setelah berada di samping Alvi.


"Ada yang ingin aku bicarakan"ujar Alvi.


"Tentang apa seperti nya serius sekali"tanya Zea di angguki Alvi.


"Kau tau tentang keponakan cantik yang aku bilang untuk di jadikan pacar oleh Alex"tanya Alvi di angguki Zea.


"Kenapa"tanya Zea.


"Lalu"tanya Zea.


"Mereka meminta ku untuk menikah dengan kakak ipar ku karna keponakan ku butuh seorang ibu saat ia remaja begini agar ada yang mendidik nya kau tau jelas bagaimana pergaulan anak muda sekarang,papa nya juga sibuk bekerja ke luar kota"sambung Alvi.


"Aku harus bagaimana aku memang menyayangi nya seperti anak ku sendiri karna cukup dekat dengan ku juga tapi kalau menikah aku rasa tidak bisa mana mungkin aku menikah dengan kakak ipar ku sendiri mana aku masih muda begini"ujar Alvi lagi.


"Ck apa beda nya dengan ku"dengus Zea.


"Kau juga sudah menikah"tanya Alvi yang memang belum tau karna Zea tidak menceritakan nya Zea hanya menceritakan tentang Alex itu pun saat ia izin membawa Alex ke luar negeri untuk pengobatan.


"Hmm aku juga menikah dengan duda bahkan memiliki tiga orang anak"jawab Zea.


"Njirr yang benar saja"ucap Alvi terkejut.


"Aku menikah dengan nya satu tahun lalu tapi mereka tidak menyukai ku sedikit pun mungkin hingga sekarang"ucap Zea menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa menikah dengan nya jika tidak menyukai mu"tanya Alvi.


"Itu karna aku pernah berjanji pada ibu suami ku agar menikah dengan putra nya karna ia yakin aku bisa menjaga dan mendidik mereka dengan baik, ibu mertua ku sudah banyak menolong ku dan ibuku dulu jadi aku tidak bisa menolak nya"jawab Zea.


"Berapa usia anak-anak itu"tanya Alvi penasaran.


"Dua seusia dengan Alex karna mereka kembar satu lagi masih kelas empat sekolah dasar"jawab Zea.


"Berarti suami mu sudah tua dong"ucap Alvi di angguki Zea.


"Hmm usia nya sekarang tiga puluh tujuh tahun"jawab Zea.


"Njirr kenapa sama dengan usia kakak ipar ku"ringis Alvi membuat Zea tertawa mendengar nya.


"Jadi menurut mu apa yang harus aku lakukan"tanya Alvi.


"Kau kan jomblo terima saja"jawab Zea.


"Ck masalah nya kami itu tidak saling mencintai bagaimana bisa menikah kalau tidak mencintai satu sama lain"ujar Alvi.


"Aku juga sama aku melakukan nya karna janji dan kau melakukan nya karna keponakan mu"ucap Zea.


"Benar juga sih mereka memang memaksa kakak ipar ku untuk menikah bahkan sudah ada pilihan yang lain tapi keponakan ku tidak mau maka nya tidak jadi karna itu keluarga ku menyuruh ku karna mereka lebih yakin jika aku menjadi ibu nya"ucap Alvi menghela nafas kasar.


"Cinta itu bisa datang seiring waktu asal kan kalian saling bekerja sama dengan orang tersebut perbanyak komunikasi juga"ucap seseorang dari belakang mereka membuat kedua nya terlonjak kaget.


"Omm"


"Pakk"


Alvi dan Zea terkejut karna direktur rumah sakit itu tiba-tiba ada di belakang mereka tanpa mereka sadari.


"Sejak kapan om di sini"tanya Alvi heran.


"Cukup lama sejak kalian saling curhat satu sama lain di sini"ujar nya.


"Kalian mau bekerja di sini atau berbicara"sambung nya.

__ADS_1


"Heheh maaf om"ujar Alvi cengengesan sedangkan Zea diam saja sambil tersenyum tipis.


"Kami permisi dulu pak maaf"ujar Zea menarik tangan Alvi masuk ke dalam rumah sakit karna mereka memang berbicara di taman depan belum sempat masuk ke dalam.


__ADS_2