Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 21


__ADS_3

Zea memilih duduk di dekat Kevin sambil menjaga anak itu tak menghiraukan Bara dan Nindi yang ada di sofa. Nindi sendiri sudah tidur di sofa sedangkan Bara menahan kantuk. Jam menunjuk kan pukul tiga dini hari Zea tidak tidur sama sekali sesekali ia mengecek keadaan Kevin hingga tangan yang ia genggam perlahan bergerak.


"Kau sudah sadar"ucap Zea.


"Tutup mata mu jangan di buka karna kau akan melihat gelap tenang saja kau baik-baik saja hanya saja mata mu sedang di balut karna ada luka di sana"ujar Zea lagi.


"Terimakasih"ucap Kevin lemah di angguki Zea.


"Kau mau minum atau butuh sesuatu"tanya Zea.


"Minum"jawab Kevin dengan cepat Zea mengambil minum membantu Kevin minum.


"Lebih kau tidur ini masih terlalu pagi"ucap Zea setelah Kevin minum.


"Papa di mana"tanya Kevin.


"Di sofa dia tidur seperti nya ia kelehan"jawab Zea.


"Kau kenapa tidak tidur"tanya Kevin.


"Aku dokter jadi harus sering memeriksa pasien"jawab Zea.


"Jangan bicara lagi lebih baik kau tidur sekarang"ucap Zea lagi di angguki Kevin. Zea pun memilih diam ia lega kini Kevin sudah sadar.


"Hey bangun"ucap Zea menggoncang pundak Bara.


"Hmm kenapa"tanya Bara membuka mata nya perlahan.


"Jaga Kevin aku akan pulang"ucap Zea di angguki Bara.


Zea pun keluar dari sana menuju ruangan nya kini sudah jam enam ia harus membangun kan ketiga nya yang tidur di ruangan nya karna akan sekolah.


"Alex,Kenan,Alvin bangun kita pulang sekarang",ucap Zea membangun kan ketiga nya.


"Sudah pagi Bun"ucap Alex membuka mata nya perlahan.


"Iya cepat bangun kita pulang"ucap Zea di angguki kedua nya kecuali Alvin yang seperti nya nyawa anak itu masih belum terkumpul.


"Alvin bangun atau bunda tinggal"ucap Zea.


"Iya bunda"ucap anak itu mengikuti kedua nya ke kamar mandi mencuci wajah mereka.


Zea membawa ketiga nya pulang ke rumah dengan taksi hingga mereka tiba di sana.


"Alex katakan pada mbok Jum masak yang banyak ya"ucap Zea.

__ADS_1


"Iya bun"jawab Alex segera masuk ke dalam rumah begitu pun dengan Zea yang membawa Alvin dan Kenan ke rumah utama.


"Mandi lah nanti terlambat"suruh Zea di angguki kedua nya segera ke kamar mereka masing-masing untuk bersiap ke sekolah.


Zea sendiri memilih duduk di meja makan sambil memainkan ponsel nya karna ada masuk pesan ke grup chat rumah sakit di dalam nya adalah mereka para dokter semua.


"Penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis untuk warga"gumam Zea membaca info yang ada.


"Minggu depan seperti nya aku bisa ikut hanya seminggu"gumam nya lagi dengan senyum tipis.


Zea memasuk kan ponsel nya ke dalam tas saat mendengar suara langkah kaki mendekat.


"Kita ke rumah depan untuk sarapan dulu sebelum ke sekolah"ucap Zea.


"Kau sudah memasuk kan buku pelajaran mu ke tas semua Alvin"tanya Zea pada anak itu sambil tangan nya merapikan pakaian Alvin.


"Sudah bunda"jawab Alvin.


"Bagus ayo ke rumah depan"ajak Zea menggandeng tangan Alvin keluar rumah di ikuti Kenan dari belakang tak lupa ia mengunci pintu tersebut.


"Mbok apa sudah masak"tanya Zea.


"Sudah non tapi tidak banyak"jawab mbok Jum.


"Kalian duduk lah kita sarapan bersama"ujar Zea di angguki kedua nya segera duduk.


"Alex belum siap mbok"tanya Zea belum melihat Alex.


"Kenapa bun"tanya Alex keluar dari kamar nya sudah memakai seragam lengkap serta tas di tangan nya.


"Bunda kira kau belum siap"jawab Zea.


"Ayo sarapan nanti kalian bisa telat"ajak Zea mulai makan karna sudah tersaji di piring mereka begitu juga ketiga nya.


"Kunci rumah bunda berikan pada mbok Jum kalau kalian datang ke rumah nanti karna bunda ada di rumah sakit nanti"ucap Zea pada Alvin dan Kenan.


"Iya Bunda"jawab kedua nya.


Selesai makan Zea mengantar kan ketiga nya ke depan melihat mereka masuk ke dalam mobil di antar pak Udin setelah mereka pergi baru lah Zea masuk ke dalam rumah. Zea memasak bubur untuk Kevin serta buah-buahan yang ia kupas dan potong-potong lalu memasuk kan nya ke wadah.


Ia masuk ke dalam kamar nya membersihkan diri nya dan mengganti baju setelah selesai ia keluar kamar dan melihat mbok Jum sedang mencuci piring.


"Mbok Zea ke rumah sakit lagi nanti kalau pemilik rumah depan datang bibi berikan kunci nya"ucap Zea.


"Siap non"ucap mbok Jum.

__ADS_1


Zea mengangguk segera keluar rumah karna ia sudah memesan taksi jadi ia langsung masuk ke dalam membawa nya ke rumah sakit. Tiba di rumah sakit Zea langsung ke ruangan Kevin lebih dulu.


"Kalian pulang lah dulu biar aku yang menjaga Kevin di sini"ucap Zea pada Nindi dan Bara.


"Kunci rumah aku titip kan pada mbok Jum jadi ambil saja nanti di rumah"sambung Zea meletak kan kotak makan yang ia.


"Baiklah aku akan mandi dan ganti baju dulu aku akan datang kembali"ujar Bara berdiri dari duduk nya.


"Ya"jawab Zea singkat.


Bara dan Nindi keluar dari ruangan tersebut dan Zea mendekati Kevin yang masih terbaring di atas brangkar.


"Masih ada yang sakit"tanya Zea memeriksa Kevin.


"Sedikit"jawab Kevin.


"Aku membawa makanan dari rumah untuk mu jika kau mau aku akan menyuapi mu kalau tidak mau tunggu makanan dari rumah sakit ini saja"ucap Zea.


"Makanan itu saja aku sudah lapar"ucap Kevin di angguki Zea segera membuka kotak makan yang ia bawa.


"Kenapa kau bisa kecelakaan begitu"tanya Zea mulai menyuapi Kevin.


"Aku tidak tau"jawab Kevin.


Zea memilih diam sambil menyuapi Kevin yang belum bisa melihat karna mata nya masih di balut perban butuh beberapa hari membuka perban tersebut.


"Aku minta maaf"ucap Kevin setelah lama diam.


"Untuk apa"tanya Zea.


"Semua yang aku perbuat dan aku katakan pada mu dulu"jawab Kevin.


"Tidak masalah aku sudah melupakan nya"ucap Zea.


"Terimakasih tidak membenci kami"ucap Kevin.


"Ya"jawab Zea singkat.


"Aku sudah kenyang"ucap Kevin.


"Kau minum obat dulu"ucap Zea memberikan obat ke tangan Kevin dan juga segelas air putih.


Kevin meminum obat tersebut dengan diam setelah selesai ia merebahkan tubuh nya di bantu oleh Zea.


"Jika kau butuh sesuatu panggil aku saja aku duduk si sofa itu"ucap Zea berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan tersebut membawa buah yang ia potong tadi satu tempat karna ia membawa 2 tempat.

__ADS_1


__ADS_2