Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 9


__ADS_3

Zea menoleh ke arah Kevin dan Kenan yang juga ada di sana ada luka di pipi dan bibir mereka juga namun sudah di obati.


"Bunda"ucap Alex melihat Zea ada di depan nya.


"Bunda di sini"ucap Zea menoleh ke arah Alex yang kini membuka mata.


"Ada yang sakit"tanya Zea di balas gelengan oleh Alex.


"Kau membuat Bunda hampir jantungan tahu"ujar Zea di balas kekehan oleh Alex melihat bunda nya masih menggunakan baju operasi.


"Lebih baik bunda lepas kan dulu baju itu orang akan takut melihat bunda"ucap Alex membuat Zea melihat penampilan nya.


Buk


"Ini karna mu Bunda baru selesai di ruang operasi dapat telpon dari sekolah mu maka nya bunda langsung ke sini"dengus Zea memukul pundak Alex pelan.


"Maaf membuat bunda khawatir"ujar Alex dengan tulus.


"Maka nya jangan membuat bunda khawatir terus Bunda ganti baju sebentar"ujar Zea pamit ke kamar mandi melepaskan baju luar nya.


"Bunda mu asyik Lex"ucap Vino melihat Zea dan Alex bicara.


"Hmm bunda ku memang begitu bisa jadi teman,bisa jadi kakak juga ibu"ujar Alex memegang pipi nya terasa sedikit nyeri.


"Kalian masuk ke dalam kelas ujian akan di mulai kembali"ujar guru tersebut pada ketiga nya kecuali Alex.


"Baik buk"ucap Vino berjalan keluar di ikuti Kenan dan Kevin dari belakang yang hanya diam saja.


Setelah mereka pergi baru lah Zea keluar dari kamar mandi ia melihat ruangan itu sudah kosong tinggal Alex dan guru serta dokter klinik sekolah.


"Alex bagaimana ujian susulan saja"tanya guru tersebut.


"Ehh saya masih bisa ujian buk"ucap Alex cepat.


"Ujian susulan saja kita pulang saja"ucap Zea menatap Alex.


"Aku masih bisa ujian bun"


"Tapi kondisi mu"


"Aku bisa bun serius masa aku sudah belajar tidak jadi ujian yang ada besok aku akan kembali lupa"


"Baiklah tapi bunda menunggu mu hingga selesai"ucap Zea pada akhir nya.


"Bunda gak ke rumah sakit lagi"tanya Alex.


"Seperti nya tidak ini juga operasi terkahir tente Alvi bisa mengecek pasien di bantu suster"jelas Zea membantu Alex berdiri.


"Terimakasih bun dan maaf merepotkan bunda terus"ujar Alex.

__ADS_1


"Ck kau ini"ucap Zea merangkul pundak Alex berjalan menuju di mana kelas Alex berada.


Ia mengantar Alex hingga ke kursi nya baru lah ia keluar menunggu Alex di depan kelas sambil memainkan ponsel milik nya. Kini ujian telah selesai satu persatu mereka mulai keluar dari dalam kelas tersebut.


"Hai tante"sapa segerombolan gadis menyapa Zea.


"Hai gadis cantik"jawab Zea tersenyum tipis.


"Tente ibu nya Alex"tanya gadis itu.


"Iya kenapa"tanya Zea.


"Benarkah,,kalau begitu senang bertemu calon mama mertua"ucap gadis itu membuat Zea tertawa mendengar nya.


"Kau pacar nya Alex"tanya Zea.


"Calon pacar tante"ucap nya dengan senyum malu-malu.


"Haha baik lah"ucap Zea tertawa.


"Bundaa"panggil Alex membuat Zea menoleh melihat Alex keluar di bantu Vino.


"Ayo pulang"ajak Alex.


"Ini calon menantu bunda masih bicara"goda Zea.


"Ck dia bukan calon menantu bunda"ketus Alex.


"Baik lah tante mertua pulang dulu calon pacar mu sudah mau pulang"ucap Zea pada gadis tersebut.


"Silahkan tente mertua"jawab gadis itu dengan senyum lebar membuat Zea tertawa menatap Alex.


"Bundaaa"ucap Alex kesal karna Zea mengejek nya.


"Iya-iya ayo pulang"ujar Zea berjalan mendekati Alex dan menggendeng tangan anak tersebut.


"Kami pulang dulu calon menantu"ujar Zea melambaikan tangan nya pada gadis itu semakib membuat Alex kesal mendengar nya.


"Bunda apaan sih siapa juga yang calon menantu bunda"kesal Alex.


"Dia mengatakan nya tadi"ucap Zea.


"Itu pacar nya Alex Vino"tanya Zea yang malah membuat Vino tertawa mendengar nya.


"Calon pacar tante"ucap nya.


"Nah Vino saja mengatakan begitu akui saja kenapa bunda tidak akan marah jika kau pacaran"ujar Zea.


"Siapa juga yang pacaran"ketus Alex berjalan cepat meninggalkan Zea yang tertawa bersama Vino.

__ADS_1


"Terimakasih sudah menjaga Alex ya"ujar Zea pada Vino.


"Kami teman tante pasti saling menjaga"ujar Vino di balas senyum tipis oleh Zea.


"Panggil bunda saja seperti Alex biar terdengar lebih akrab gitu"ujar Zea merangkul pundak Vino dan berjalan menuju ke arah Alex berdiri.


"Baik bunda"ucap Vino tersenyum tipis.


Kini mereka dalam perjalanan pulang setelah berpisah di depan pagar sekolah,Zea memutuskan untuk pulang saja tidak kembali ke rumah sakit lagi.


"Bunda tidak marah aku memukul Kevin dan Kenan tadi"tanya Alex.


"Kenapa bunda harus marah"ujar Zea santai.


"Kalian sama saja untuk bunda sama-sama anak bunda jika salah akan tetap salah di mata bunda tidak akan membedakan nya"sambung Zea.


"Jangan pikirkan hal lain fokus belajar saja sebum kita lanjut berobat minggu depan"ujar Zea.


"Iya bun"ucap Alex.


Zea mengantarkan Alex hingga ke rumah memastikan bocah itu makan dan minum obat baru lah ia keluar dari rumah itu berjalan menuju rumah depan ke paviliun.


"Nonaa"panggil bi Ani melihat Zea berjalan.


"Kenapa bi"tanya Zea.


"Den Alvin sakit non demam nya tinggi"ucap bi Ani.


"Sudah di beri obat bi"tanya Zea.


"Belum nona den Alvin tidak mau meninum nya dan menangis di dalam kamar"jawab bi Ani.


Zea melangkah masuk ke dalam rumah utama menuju kamar Alvin saat membuka pintu ia melihat Alvin berbaring di ranjang sambil menangis sesegukan.


"Hey kenapa menangis"ucap Zea berjalan mendekati Alvin memeriksa tubuh bocah itu.


"Bi apa obat penurun panas ada di sini"tanya Zea pada bi Ani.


"Ada non"jawab bi Ani.


"Tolong ambil ya bi sekalian sama air dan handuk bersih"ujar Sea.


"Baik non"ucap bi Ani segera melakukan apa yang Zea katakan.


Tak lama bi Ani datang membawa apa yang di minta Zea sekalian dengan makanan juga.


"Ayo makan dulu baru minum obat"ucap Zea namun di balas gelengan oleh Alvin dan tangisan.


"Jika tidak makan dan minum obat tidak akan sembuh malah akan semakin sakit memang nya kau mau sakit terus, jika kita terus tidak akan bisa kemana-mana tidak bisa berteman dan makan enak"lanjut Zea membujuk bocah itu.

__ADS_1


"Ayo makan biar aku suapi"ucap Zea di angguki Alvin mungkin ia takut mendengar ucapan Zea tadi.


Dengan telaten Zea menyuapi anak itu dan meminumkan obat ia juga mengganti baju Alvin yang sudah basah oleh keringat.


__ADS_2