Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 24


__ADS_3

Malam hari nya Zea menemani Kevin di rumah sakit bersama Kenan,Alex dan Alvin karna ia hanya sampai sore masuk jadi tadi langsung pulang ke rumah untuk mengganti baju sekalian membawa makan malam untuk Kevin tapi ketiga nya meminta ikut juga dan di iyakan Zea.


"Besok kau sudah bisa pulang"ucap Zea di angguki Kevin.


"Aku sudah mencari pembantu untuk bekerja di rumah dan besok akan tiba"sambung Zea.


Tak lama pintu terbuka membuat mereka menoleh dan melihat Bara di sana datang.


"Bagaimana keadaan mu"tanya Bara pada Kevin.


"Sudah lebih baik"jawab Kevin di angguki Bara.


"Papa dari mana saja"tanya Kenan menatap Bara.


"Ada pekerjaan penting di kantor"jawab Bara.


"Cih apa pekerjaan itu lebih penting dari kami"sinis Kenan.


"Kau tau bagaimana papa Kenan"ucap Bara datar.


"Ya aku tau bagaimana maka dari itu keluarga kita seperti ini kami sudah sebesar ini papa masih sibuk bekerja tanpa peduli kami,Kevin yang sakit saja papa tinggal kan begitu saja apa kami harus mati dulu agar papa sadar"ucap Kenan.


"Kenan"bentak Bara keras.


"Jangan membentak mereka"ucap Zea.


"Aku juga sebenar nya ingin mengatakan itu tapi sudah di dahului Kenan"sambung Zea.


"Kau sebagai ayah kandung mereka harus nya memperhatikan mereka walau tidak setiap hari namun setidak nya saat seperti ini,pekerjaan bisa di lakukan setelah nya utamakan mereka dari pekerjaan mu itu hanya kau yang mereka butuhkan bukan uang mu itu"ujar Zea lagi.


"Jangan mengajari ku"ucap Bara datar di balas kekehan sinis oleh Zea.


"Untuk apa aku mengajari mu aku hanya mengatakan apa yang ingin mereka katakan karna aku rasa mereka tidak bisa mengatakan nya pada mu"ucap Zea.


"Terserah kau itu urusan mu aku sudah tidak mau ikut campur dalam keluarga ini lagi"sambung Zea berdiri dari duduk nya.


"Ayah kalian sudah datang kami akan pergi dulu besok kami tidak akan datang ke sini karna besok ada acara semoga cepat sembuh"ucap Zea.


"Kita pulang bun"tanya Alex.


"Kau mau masih ingin di sini"tanya Zea.


"Hehe gak bun"jawab Alex berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


"Kau mau ikut bunda pulang Alvin"tanya Zea menatap anak itu yang sudah mulai dekat dengan nya.


"Ikut"jawab Alvin berdiri.


"Ya sudah ayo pulang"ajak Zea berjalan menuju pintu di ikuti kedua nya dari belakang meninggalkan mereka bertiga di sana.


"Aku mau tidur jika papa mau keluar tidak masalah"ucap Kevin merebahkan tubuh nya begitu juga dengan Kenan.


Bara diam saja duduk di sofa sebelah Kenan melihat Kenan dan Kevin bergantian,ia menghela nafas panjang entah apa yang ia pikirkan.


Ke esokan hari nya Zea sudah cantik dengan dres panjang yang melekat di tubuh nya,ia menggerai rambut panjang nya dan memakai hels serta mengambil slimbag setelah selesai bersiap Zea keluar dari dalam kamar.


"Bunda cantik sekali"ucap Alex.


"Tentu sudah seperti model kan"ujar Zea sambil perpose.


"Bunda sekali di puji langsung terbang"ucap Alex.


"Kalian sudah siap kita akan terlambat nanti"ucap Zea karna Alex dan Alvin ikut dengan nya.


"Sudah bunda"jawab kedua nya.


"Kalau begitu ayo pergi"ajak Zea berpamitan pada mbok Jum lebih dulu baru lah mereka keluar rumah di mana mobil terparkir.


"Tante Alvi menikah dengan papa nya Amel Bun"tanya Alex setelah mereka ada di dalam mobil.


"Ibu tiri tidak semua jahat dan ibu kandung tidak semua nya baik"ucap Alex menatap ke arah luar.


"Bagaimana kalau kita pindah saja ke rumah yang lebih nyaman"tanya Zea membuat Alex menatap ke arah sang bunda.


"Pindah kemana bun"tanya Alex.


"Kau lihat ada rumah besar tidak jauh dari rumah sakit juga jarak nya tidak terlalu jauh dari sekolah mu"tanya Zea.


"Aku tau bun tapi itu terlalu besar"ucap Alex.


"Tidak masalah mana tau besok mereka ingin menginap di rumah jadi ada kamar nya juga teman-teman mu juga kalau mau datang kan tempat nya sudah luas"jelas Zea.


"Teman-teman ku boleh datang bun"tanya Alex.


"Memang nya bunda pernah melarang teman mu datang"tanya Zea.


"Hehe gak sih bun"jawab Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Bunda tidak akan melarang apapun yang kalian lakukan selagi itu masih hal yang wajar dan positif"ucap Zea.


"Bunda memang yang terbaik"ucap Alex.


"Alvin mau ikut bunda tinggal atau mau sama papa"tanya Zea menatap Alvin.


"Tanya papa dulu bunda kalau boleh sama bunda saja"ucap Alvin di angguki Zea.


"Dari sekolah mu juga lebih dekat ke rumah itu"ucap Zea.


"Memang nya bunda punya uang membeli rumah itu"tanya Alex.


"Kau belum tau siapa bunda mu ini meski terlihat miskin uang bunda mu ini banyak"sombong Zea.


"Sombong sekali"dengus Alex.


Mobil mereka pun tiba di rumah mewah dan luas keluarga Alvi. Ketiga nya pun segera keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam menunjukkan undangan yang di berikan Alvi.


"Tante Zea"panggil Amel yang terlihat cantik berbeda dari biasa nya memanggil Zea.


"Hey cantik tante Alvi belum keluar"tanya Zea menghampiri Amel.


"Sebentar lagi tante"jawab Amel di angguki Zea.


"Bunda ke dalam dulu ketemu tante Alvi ya"ucap Zea pada Alex dan Alvin.


"Jangan lama-lama bun"jawab Alex di angguki Zea segera masuk ke dalam rumah mencari Alvi.


"Ayo duduk acaranya akan di mulai sebentar lagi"ucap Amel pada Alex.


"Ya"jawab Alex duduk di kursi yang telah di sediakan begitu juga Alvin.


Zea sendiri kini membawa kado yang ia beli dan memberikan nya pada Alvi setelah ia berada di salah satu kamar.


"Ini kado dari aku semoga bahagia sampai kakek nenek nanti nya"ucap Zea memberikan nya pada Alvi.


"Tidak perlu bawa kado segala Zea kau datang saja aku sudah senang"jawab Alvi.


"Hanya kado kecil"ucap Zea di terima Alvi.


"Terimakasih"ucap Alvi menerima nya dan meletak kan nya di atas ranjang.


"Aku gugup sekali"ucap Alvi menggenggam tangan Zea.

__ADS_1


"Semua orang juga akan merasakan hal yang sama seperti ini jika menikah"ucap Zea di angguki Alvi.


Kedua nya pun berbicara agar rasa gugup yang Alvi rasakan sedikit berkurang hingga yang di nanti tiba dimana Alvi keluar dari dalam di gandeng Zea sebagai teman nya karna semua orang menunggu di depan.


__ADS_2