Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 13


__ADS_3

Zea masih terjaga di ruang tamu di mana Alex baru bisa tidur setalah hampir dua jam menahan sakit.


"Akhir nya"gumam Zea mengelap keringat di dahi Alex dengan handuk kecil.


"Mbok dan bapak tidur saja biar aku yang menjaga Alex di sini"ucap Zea menatap pasangan paruh baya tersebut.


"Tapi non.."


"Tidak papa mbok tidur saja"potong Zea di angguki kedua nya segera ke kamar mereka.


"Kalian juga sebaik nya pulang saja ini sudah hampir tengah malam"ujar Zea pada mereka bertiga yang masih terjaga kecuali Alvin yang sudah tidur di sofa satu lagi.


"Kau tidak pulang"tanya Bara.


"Alex masih sakit aku akan menjaga nya di sini"ujar Zea.


"Kenapa kau peduli sekali pada anak itu"ucap Bara seketika Zea mengalihkan pandangan nya ke arah Bara.


"Dia putra ku wajar jika aku peduli pada nya"jawab Zea.


"Putra mu"ucap Bara datar.


"Benar aku telah mengadopsi nya sebagai anak ku"jawab Zea.


"Memang bisa mengadopsi anak saat orang tua nya masih lengkap"ejek Bara.


"Anda kemana saja tuan baru tahu tentang hal itu meski pun orang tua nya masih lengkap jika mereka mengizinkan anak nya untuk di adopsi maka secara hukum anak itu bisa di adopsi oleh orang yang ingin mengadopsi"balas Zea membuat Bara terdiam.


"Aku sudah mendapatkan surat adopsi Alex secara hukum dan berarti sekarang dia adalah putra ku bukan"sambung Zea.


"Apa kau tidak menggap anak ku putra mu"tanya Bara seketika membuat Zea terkekeh mendengar nya.


"Tidak aku jawab pun kau sudah tau jawaban nya bukan"jawab Zea.


"Lalu apa yang kau ingin kan sekarang"tanyan Bara.


"Mudah saja aku rasa hubungan ini tidak bisa di lanjutkan jadi lebih baik kita berpisah dengan cara baik-baik,Anda jelas tahu aku menerima pernikahan ini juga karna janji ku pada mendiang ibu anda aku melalukan janji itu tapi tidak di hargai sama sekali aku rasa sudah cukup selama setahun aku diam dan bersabar. Kesabaran seseorang ada batas nya bukan begitu pun dengan ku jadi mari mencari kebahagiaan masing-masing"ucap Zea.


"Aku lihat Nindi gadis yang baik yang cocok untuk membuat kalian bahagia, Kalian juga sudah dekat dan akrab dengan nya dia bisa jadi pengganti ku"sambung Zea dengan wajah serius.


"Kau cemburu dengan Nindi"tanya Bara.

__ADS_1


"Untuk apa aku cemburu pada nya tidak penting untuk ku lagi pula apa yang harus aku cemburui dari nya"jawab Zea.


"Dia bisa dekat ku dan anak-anak ku"ujar Bara.


"Kalian lebih mengenal nya jauh sebelum aku datang jadi wajar jika kalian dekat nya sedangkan aku adalah orang baru di keluarga kalian aku tidak merasa begitu"jawab Zea.


"Jadi kau ingin bercerai"tanya Bara memastikan.


"Tentu"jawab Zea dengan mantap tidak ada keraguan sedikit pun dari ucapan nya.


"Bundaa"panggil Alex pelan membuat Zea menoleh.


"Butuh sesuatu"tanya Zea.


"Bunda tidak tidur lagi"tanya Alex.


"Mana bisa bunda tidur jika putra bunda sakit begini"jawab Zea.


"Maaf kan aku selalu merepotkan bunda"ujar Alex.


"Ck bunda bosan mendengar nya"ucap Zea.


"Bunda tidur juga aku sudah tidak papa"


"Bunda bawel sekali"


"Sekali lagi kau bicara bunda tendang kau ke pluto"dengus Zea.


"Ck mengancam trus"


"Alex"


"Iya bunda ku sayang cinta ku pada mu seperti dunia ini bulat tidak ada ujung nya"jawab Alex terkekeh.


"Tidur Alex"ucap Zea tegas.


"Baik bun"jawab Alex kembali memejam kan mata nya.


"Punya anak satu model nya malah begini"gumam Zea pelan.


"Kami pulang"ucap Bara mulai beranjak dari duduk nya.

__ADS_1


"Silahkan"jawab Zea ikut berdiri dari duduk nya mengantar kan tamu nya keluar rumah.


Tak ada yang bicara di antara mereka hingga Zea melihat mereka menghilang di balik pagar baru lah ia menutup pintu.


"Maafkan aku Zea terpaksa melakukan itu aku juga ingin bahagia tapi kau tenang saja janji mu menjaga mereka akan aku tepati"gumam Zea berjalan ke arah sofa.


Ia membenarkan selimut Alex dan ikut berbaring di sofa sebelah nya untuk istirahat. Matahari pagi kini bersinar terang Zea membuka mata nya melihat Alex sudah tidak ada di sofa lagi.


"Mbok Alex kemana"tanya Zea pada mbok Jum.


"Baru berangkat sekolah non"ucap mbok Jum.


"Haiss anak itu"gerutu Zea.


"Saya ke rumah depan mbok mau ke rumah sakit juga kabari Zea kalau Alex tiba di rumah"ucap Zea.


"Siap non,"jawab mbok Jum.


Zea berjalan menuju rumah mewah tersebut menuju paviliun untuk membersihkan tubuh nya dan memakai baju kerja nya. Zea pun berangkat ke rumah sakit seperti biasa nya dan bekerja di sana.


.......


Tak terasa seminggu telah berlalu Zea yang di rumah sakit siang malam menggantikan libur yang ia ambil saat luar negeri hanya bisa memantau Alex dari ponsel saja kadang seharian ia tidak sempat menanyakan kabar Alex karna pekerjaan nya itu.


"Aku pulang cepat sekarang seperti nya Alex akan pulang sekolah aku akan menjemput nya"gumam Zea dengan senyum cerah segera keluar dari rumah sakit.


Zea masuk ke dalam taksi yang ia pesan munuju sekolah Alex tiba di sana Zea segera turun dan melangkah masuk ke dalam sekolah yang murid nya sudah banyak keluar kelas berniat memberi kejutan pada anak itu yang hampir seminggu tidak ia temui.


Aarrgg


Suara teriakan dari dalam membuat langkah Zea terhenti karna ia tahu suara itu ia pun dengan pelan masuk ke dalam kelas itu.


"Apa yang kalian lakukan"teriak Zea melihat Kenan dan Kevin menghajar Alex juga beberapa teman nya.


"Alexx"panggil Zea berlari ke arah Alex yang kini tergeletak tak berdaya di lantai.


"Alex hey ini bunda nak"ujar Zea menangis melihat Alex yang banyak mengeluarkan darah.


Zea berlari meminta bantuan pada taksi yang menunggu nya untuk mengangkat Alex dan membawa nya ke rumah sakit. Sebelum benar-benar pergi dari sana Zea menatap Kevin dan Kenan bergantian lalu berjalan keluar dari sana.


"Pak tolong lebih cepat"ucap Zea khawatir pada Alex yang pingsan dengan darah yang terus mengalir di hidung dan mulut nya.

__ADS_1


Tiba di rumah sakit Alex di periksa oleh dokter dan mengatakan Alex harus segera di operasi untuk menghentikan pendarahan yang berasal dari perut Alex setelah di periksa ke seluruhan perut Alex seperti nya mendapatkan pukulan kuat menyebab nya seperti itu


__ADS_2