
Dua hari berlalu Zea berada di sana karna tidak ada jaringan jadi ia tidak bisa menghubungi ke rumah untuk bertanya keadaan Alex dan yang lain nya. Ia pun memilih menikmati waktu nya di sana sekalian berlibur juga.
Lain hal nya di rumah mewah Bara yang terasa semakin suram setelah Bara mengatakan akan bercerai dan di setujui Zea juga.
"Apa papa sudah mengurus surat cerai itu"tanya Kenan.
"Ya sudah selesai dan surat itu sudah ada di sana tinggal di tanda tangani saja namun Alex mengatakan jika dia tidak di sana karna ada tugas di luar"jawab Bara.
"Apa papa mencintai tante Nindi"tanya Kenan.
"Jangan berbicara masalah dewasa papa hanya menuruti keinginan kalian saja bukan kah itu yang kalian ingin kan"jawab Bara.
"Aku rasa aku tidak menginginkan itu lagi"ucap Kevin.
"Apa maksud mu"tanya Bara.
"Dia lebih baik dari tante Nindi"jawab Kevin.
"Lebih baik?"tanya Bara tertawa sinis.
"Jika lebih baik kenapa kalian tidak dekat dengan nya malah dekat dengan Nindi"sambung Bara.
"Tante Nindi sudah kenal dengan kami cukup lama dan wajar dekat kalau dengan dia baru setahun apalagi itu keinginan nenek dulu saat kami belum bisa melupakan mama tapi sekarang berbeda"ujar Kevin.
"Tante Nindi bisa merawat kalian dengan baik apalagi kalian dekat juga dengan nya"ucap Bara.
"Dia hanya merawat papa bukan kami"ujar Kevin.
"Apa yang Kevin katakan benar pa"ucap Kenan.
"Papa lihat saat aku di rumah sakit siapa yang merawat ku dia bukan tante Nindi dia hanya datang saat papa datang dia tidak pernah datang sendiri merawat ku jangan merawat melihat ku saja tidak"ucap Kevin.
"Dari situ aku tahu dan sadar siapa wanita yang menggantikan mama untuk kami,papa tau dia menunggu ku hingga sadar bahkan tidak tidur dia juga yang selalu datang melihat ku dan merawat ku,papa saja selalu meninggalkan ku sendirian di sana"sambung Kevin.
"Kevin benar pa dia juga selalu menjaga ku dan Alvin bolak balik rumah sakit mengurus kevin dan kami"ucap Kenan.
"Kalau papa menikah dengan tanten Nindi kami tinggal dengan nya saja"ucap Kevin beranjak dari duduk nya begitu juga dengan Kenan.
Bara menghela nafas kasar melihat Kevin dan Kenan ia tidak tahu sekarang harus melakukan apa lagi tak jauh dari sana ada Nindi yang mendengar semua nya.
__ADS_1
"Mereka tidak mau kau menikah dengan ku"tanya Nindi masuk menghampiri Bara.
"Kau mendengar nya"tanya Bara di angguki Nindi.
"Seperti nya mereka mulai menyukai Zea"ucap Nindi duduk di depan Bara.
"Aku rasa juga begitu"ujar Bara.
"Lalu bagaimana dengan rencana kita menikah aku sudah mulai mempersiapkan semua nya"ucap Nindi membuat Bara terdiam.
"Jangan membahas nya dulu aku pusing di buat nya aku melukan nya juga untuk mereka"ucap Bara berdiri.
"Kau sebaik nya pulang lah sudah malam"sambung Bara melangkah ke kamar nya meninggalkan Nindi di sana.
"Kenapa semua nya jadi seperti ini"gumam Nindi melangkah kan kaki nya meninggalkan rumah tersebut.
"Apa menurut mu papa mencintai tante Nindi"tanya Kenan pada Kevin yang berbaring di atas ranjang.
"Aku tidak tau dan tidak mau tau"jawab Kevin.
"Sekarang pikirkan bagaimana cara nya agar mereka tidak jadi bercerai"
"Alex mengatakan jika tante Zea tidak ada di sini berarti surat itu belum di tanda tangan kita harus menemukan nya sebelum dia kembali"sambung Kevin.
"Aku rasa Alex tidak akan memberikan nya jika di minta karna ia sudah tau masalah nya"jawab Kevin.
"Jalan satu-satu nya besok kita ke sana mencari nya"ucap Kenan di angguki Kevin.
Keesokan hari nya pulang sekolah mereka mendatangi kediaman Zea karna mereka mencari Alex sudah pulang lebih dulu dari mereka jadilah mereka berdua mendatangi rumah tersebut.
"Rumah ini sangat luas"ujar Kenan menatap sekeliling rumah tersebut.
"Seperti nya banyak orang dari sana ayo ke sana"ucap Kenan lagi melangkah kan kaki nya masuk ke dalam menuju suara yang cukup banyak.
"Alex"panggil Kevin saat mereka sudah ada di lapangan melihat Alex dan teman-teman nya sedang mencat juga memasang tiang ring basket.
"Ada apa"tanya Alex menoleh begitu pun yang lain nya.
"Kalian mencari bunda"tanya Alex saat Kevin dan Kenan mendekati mereka.
__ADS_1
"Iya"jawab Kevin.
"Bunda sedang tidak di rumah ada dinas keluar daerah jadi bunda ikut"ucap Alex.
"Jadi kau sendirian di rumah"tanya Kenan.
"Tidak juga,,aku bersama mereka karna Bunda yang meminta mereka menemani ku jadi mereka menginap di sini"jawab Alex di angguki Kenan.
"Apa ada yang penting"tanya Alex menatap mereka berdua.
"Tidak ada"jawab Kenan.
"Bagus lah karna bunda tidak bisa di hubungi seperti nya mereka ada di desa terpencil"ucap Alex.
.........
Di desa Zea menikmati waktu nya bersama Alvi tanpa gangguan ponsel jadi mereka bisa berkumpul bersama tim yang ikut melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan di kota.
"Nanti sore kita akan pulang dari sini"ucap Zea menatap Alvi.
"Hmm kesepakatan kan memang begitu aku sudah meminta pada om ku agar memberikan kita libur selama tiga hari untuk istirahat sebelum mulai bekerja"jawab Alvi.
"Bagus,aku akan menikmati liburan ku di rumah dengan malas-malasan"ujar Zea.
"Ck kau ikut saja dengan kami liburan bersama Alex,aku juga pergi dengan Amel"ucap Alvi.
"Aku pikirkan dulu"
"Lebih baik kita berkemas sekarang nanti tinggal angkat saja"ujar Zea di angguki Alvi.
Kedua nya segera berkemas barang-barang mereka begitu juga dengan yang lain nya. Sore hari mereka berpamitan pada semua warga yang telah berkumpul untuk melihat mereka berangkat.
"Terimakasih atas bantuan dari semua rekan dokter yang telah bersedia datang ke desa kami ini,sebagai tanda terimakasih kami hanya bisa memberikan hasil panen untuk para dokter sekalian"ujar kepala desa.
"Ini sudah kewajiban kami pak tidak perlu sungkan dan berterimakasih kami senang melakukan nya membantu semua warga yang butuh bantuan kami"jawab Alvi.
"Tidak masalah dokter kebetulan kami panen melimpah jadi bisa di bagi dengan para dokter,mohon di terima"ujar kepela desa membuat Alvi menoleh pada mereka sesama teman nya di angguki mereka.
"Baik lah pak kami terima"ujar Zea menerima nya begitu juga dengan yang lain karna memang sudah di pisah-pisah.
__ADS_1
"Kalau begitu kami pergi dulu pak terimakasih telah menyambut kami semua dengan baik"ucap Alvi tersenyum tipis.
Setelah berbasa basi sedikit akhir nya mereka meninggalkan desa tersebut untuk kembali ke kota setelah seminggu berada di sana.