
Hampir seminggu di rumah sakit keadaan Alex sudah membaik jadi sekarang sudah di perboleh kan untuk pulang.
"Ayo kita pulang"ucap Zea memapah Alex.
"Aku bisa jalan sendiri bun."
"Ya ya baik lah."
Mereka berjalan keluar dari ruangan itu menuju ke depan rumah rumah sakit dimana pak Udin sudah menunggu di sana.
"Akhir nya den Alex bisa pulang juga"ucap pak Udin.
"Hehe iya pak"ujar Alex masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Zea.
Mobil itu pun melaju meninggalkan rumah sakit menuju rumah mereka. Tiba di sana Zea membawa Alex masuk ke dalam kamar agar Alex istirahat ia pun memasuk juga ke kamar nya sendiri yang ada di rumah itu.
"Non gak masuk kerja"tanya mbok Jum.
"Nanti malam mbok."jawab Zea.
"Bahan makanan sudah menipis non belum ke pasar,"ujar mbok Jum.
"Kalau begitu kita belanja aja mbok"
"Jarak dari sini ke pasar lumayan jauh non"
"Kita ke supermarket aja mbok"
"Sebentar non mbok ganti baju dulu"
"Iya mbok,."
Zea pun duduk di sofa memainkan ponsel nya menunggu mbok Jum selesai mengganti baju tak lama mbok Jum datang akhir nya mereka ke supermarket dengan taksi karna pak Udin yang menjaga Alex.
"Kita mau masak apa nanti non"tanya mbok Jum.
"Nanti saja di pikirkan mbok kita beli saja bahan-bahan dapur dulu"jawab Zea mulai memasuk kan satu persatu belanjaan nya ke troli.
Zea membeli juga keperluan untuk di kamar mandi dan di laundry ia belanja banyak agar mbok Jum tidak terlalu repot belanja lagi,Zea juga banyak mengambil makanan ringan dan minuman kaleng ia akan mengisi kulkas besar itu penuh nanti nya.
Selesai belanja akhir nya mereka pulang membawa banyak belanjaan yang membuat mbok Jum geleng kepala melihat nya.
"Ini semua mau di apakan non"tanya mbok Jum.
"Di pakai mbok biar mbok gak usah beli lagi dulu kalau makanan nya ya di makan la mbok"jawab Zea.
"Bunda belanja segini banyak buat stok berapa bulan"tanya Alex yang duduk di sofa sambil menonton melihat ketiga nya bolak balik membawa belanjaan ke dapur.
"Setahun kalau bisa"jawab Zea.
"Gak sekalian buka toko bun"
"Boleh jika kau mau"
__ADS_1
"Bunda tinggal di sini"
"Hmm sementara di sini sampai luka di perut mu benar-benar sembuh"jelas Zea.
"Apa mereka tidak akan masalah jika bunda di sini"tanya Alex.
"Jika mereka mau datang ke sini kan dekat tinggal jalan doang gak perlu naik pesawat"jawab Zea.
"Tapi Bun.."
"Bunda tau apa yang kau pikirkan jangan khawatir"
Alex mengangguk mendengar ucapan sang bunda kembali melanjutkan menonton begitu juga dengan Zea yang sibuk mengisi kulkas dengan cemilan dan minuman.
Tok tok tok
"Masuk"teriak Alex.
"Buka pintu nya Lex"
"Iya bun"ucap Alex terpaksa berdiri padahal ia sudah berteriak agar terdengar orang di luar.
"Mau ketemu bunda"tanya Alex setelah melihat siapa yang datang.
"Iya"ucap nya yang tak lain adalah Kenan.
"Ayo masuk bunda di dalam"ajak Alex berjalan lebih dulu.
"Bunda di cari"ujar Alex kembali duduk di sofa.
"Kapan kau tiba di rumah"tanya Kenan.
"Belum lama"jawab Alex.
"Kenapa"tanya Zea baru saja datang menghampiri kedua nya.
"Alvin sakit lagi demam nya tinggi"jawab Kenan.
"Sudah panggil dokter"tanya Zea.
"Bunda kalau bertanya kenapa aneh begitu"tanya Alex menatap Zea.
"Aneh kenapa"tanya Zea balik.
"Bunda kan dokter ini dia panggil bunda karna bunda dokter"jawab Alex.
"Ck bunda kadang lupa"ujar Zea di balas kekehan oleh Alex.
"Ayo kita periksa keadaan nya"ajak Zea berjalan keluar dari sana ke rumah di depan.
"Dia baru demam"tanya Zea.
"Iya"jawab Kenan di angguki Zea.
__ADS_1
Zea pun berjalan ke kamar Alvin segera memeriksa anak itu demam nya menang lumayan tinggi.
"Dia belum makan"tanya Zea.
"Belum non"jawab bi Ani.
"Kalau dia bangun bibi kasi makan dan obat ini"ujar Zea menunjuk kan obat tersebut.
"Baik non"jawab bi Ani.
"Non saya ingin bicara hal penting"ucap bi Ani lagi saat Zea melangkah keluar dari dalam kamar Alvin.
"Ada apa bi"tanya Zea menatap bi Ani.
"Gimana ya non saya ragu mengatakan nya"ujar bi Ani.
"Bibi katakan saja tidak perlu ragu begitu"ucap Zea meyakin kan.
"Begini non, Bibi sudah tua juga jadi anak-anak bibi yang di kampung mengatakan kalau bibi berhenti bekerja saja dan kembali ke kampung bersama mereka"jelas bi Ani membuat Zea terdiam.
"Apa bibi sudah mengatakan nya pada Kak Bara"tanya Zea.
"Belum non bibi baru mengatakan nya pada non Zea saja"jawab bi Ani.
"Memang nya rencana bibi keluar dari sini kapan"tanya Zea.
"Akhir pekan ini non karna tepat sebulan sekalian bibi dapat gaji bulanan juga jadi bibi bisa langsung pulang"jawab bi Ani di angguki Zea.
"Kalau begitu bibi katakan saja pada kak Bara nanti agar ia bisa memiliki solusi nya karna kalau bibi pergi tidak ada yang mengurus anak-anak nanti nya bibi tahu mereka tidak menyukai ku mungkin kak Bara akan menikahi Nindi agar ada yang mengurus mereka"jelas Zea.
"Non Zea akan bercerai dengan tuan"tanya bi Ani terkejut.
"Benar bi tanpa di beri tahu alasan nya juga sudah tahu untuk apa di pertahan kan kalau sama-sama akan saling menyakiti."
"Saya juga masih muda masih memiliki masa depan impian saya sendiri"sambung Zea.
"Tapi bagaimana dengan janji nona pada mendiang nyonya"tanya bi Ani.
"Aku akan tetap menjalankan janji itu bi aku bisa menjaga mereka dari jauh tanpa harus terikat"jawab Zea.
"Apa nona akan menikah lagi nanti"tanya bi Ani membuat Zea tertawa mendengar nya.
"Bibi ini kalau bertanya yang masuk akal jelas saya akan menikah bi usia saya baru akan masuk dua puluh enam masih muda saya juga ingin menghabiskan masa tua saya bersama suami dan anak-anak saya nanti kalau bisa sekalian sama cucu bi"jawab Zea tertawa membuat bi Ani terdiam.
"Kalau nanti bibi akan pulang hubungi saya bi"ucap Zea.
"Tentu non"jawab bi Ani.
"Bibi lihat non dekat dengan anak di depan rumah"tanya bi Ani.
"Oh itu Alex bi anak angkat saya"jawab Zea.
"Nona mengangkat nya jadi anak"tanya bi Ani terkejut.
__ADS_1
"Benar bi dia juga kan tinggal sendiri di sana dia juga pernah sakit tidak ada yang mengurus maka nya Zea jadikan anak saja,anak dapat gede bi"jawab Zea berjalan menuruni tangga bersama bi Ani yang terdiam di belakang nya ikut turun juga.