Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 11


__ADS_3

Siang hari nya setelah dari restoran Zea membawa Alex berobat ke luar negeri seperti yang ia katakan beruntung Alvi mau membantu nya agar bisa pergi ke sana namun setelah itu ia akan bekerja siang dan malam sebagai ganti nya tapi tidak masalah untuk nya asal bisa membawa Alex berobat.


"Kenapa"tanya Zea memegang tangan Alex yang dingin.


"Aku gugup bun ini pertama kali aku naik pesawat"ucap Alex.


"Santai saja bawa tidur jika nanti sampai kita akan langsung ke rumah sakit"jelas Zea di angguki Alex memejam kan mata nya namun sebelah tangan nya memegang erat tangan Zea.


Memakan waktu berjam-jam akhir nya mereka tiba di negara J yang terkenal akan kempuan medis nya di sana.


Zea membawa Alex ke apartemen tempat tinggal nya dulu juga akan mengambil semua uang milik nya memindahkan kan nya ke rekening milik Zea yang asli agar tidak akan ada yang curiga.


"Kita akan tinggal di sini selama ada di negara ini"ucap Zea pada Alex.


"Ini apartemen siapa bun"tanya Alex.


"Teman bunda karna dia tidak di sini jadi bunda meminjam nya untuk kita"jawab Zea di angguki Alex.


"Istirahat sebentar baru ke rumah sakit"ucap Zea.


"Iya bun"ucap Alex merebahkan tubuh nya di sofa.


Satu jam mereka istirahat Zea membawa Alex ke rumah sakit tempat dimana diri nya dulu jadi seorang dokter. Ia tersenyum tipis melihat rekan yang bergabung dengan nya dulu di sana namun ia tidak menyapa mereka karna tak mungkin ia mengatakan siapa diri nya yang ada mereka akan mengatakan nya gila jadi biarlah ia menyimpan nya sendiri siapa dirinya.


Alex masuk ke dalam ruangan pemeriksaan itu di temani Zea sambil berbincang dengan dokter yang menangani Alex. Jika Zea berjuang membawa Alex berobat maka berbeda dengan Bara yang menikmati liburan nya bersama ketiga putra nya karna ia jarang di rumah menghabiskan waktu nya bersama ketiga putra nya itu.


"Papa lihat Zea tidak mendekati kalian lagi"tanya Bara pada ketiga putra nya.


"Hmm setelah keluar dari rumah sakit itu dia memang tidak mendekati kami lagi"jawab Kenan.


"Apa yang kalian lakukan itu memang sudah melewati batas bagaimana jika ia tidak selamat waktu itu"ujar Bara.


"Kami sudah mengatakan pada nya agar tidak perlu mendekati kami dia saja yang tidak dengar jadi rasakan saja akibat nya"ujar Kenan.


Bara terdiam mendengar penuturan putra nya itu.


"Papa lihat dia dekat dengan anak yang di depan rumah"ucap Bara.

__ADS_1


"Hmm dia sudah menganggap Alex anak nya bahkan menyebut nya dengan bunda"ujar Kenan.


"Apa kalian tidak merasa aneh saat dia tidak peduli pada kalian lagi"tanya Bara.


"Biasa saja"jawab Kevin di angguki Bara tak mau membahas nya lagi.


Mereka berempat menatap lautan yang terbentang luas di depan mereka dengan diam tanpa berbicara lagi.


.......


Seminggu telah berlalu di mana Zea menemani Alex berobat dan besok adalah hari terakhir Alex kemotrapi di sana setelah itu ia hanya akan meminum obat saja namun dengan catatan harus rutin cake up dan minum obat.


"Ingin jalan-jalan"tanya Zea pada Alex.


"Boleh bun"ujar Alex tersenyum tipis karna selama seminggu Zea baru sekali ini mengajak nya keluar kecuali ke rumah sakit.


"Ayo pakai baju hangat"ujar Zea di angguki Alex yang dengan semangat ke kamar mengambil jaket.


Setelah bersiap mereka berdua keluar dari apartemen menuju tempat wisata yang ada di sana tak lupa untuk mengabadikan nya juga, Senyum bahagia terbit di bibir kedua nya menikmati waktu mereka.


"Berarti aku akan sekolah hari rabu kalau kamis Bun"tanya Alex memakan es krim di tangan nya.


"Kenapa bunda mau mengangkat ku jadi putra bunda"tanya Alex.


"Karna kau anak ganteng bunda suka anak ganteng"jawab Zea.


"Ck aku serius bun"dengus Alex.


"Tak perlu penasaran karna jawaban itu cukup bunda yang tahu yang penting sekarang kau adalah putra bunda dan bunda menyayangi mu seperti anak kandung bunda sendiri"jelas Zea.


"Ehh tapi bunda memang tidak memiliki anak kandung yah"sambung Zea terkekeh sendiri dengan ucapan nya.


"Bunda tidak dekat dengan mereka bertiga"tanya Alex.


"Seperti yang kau lihat"jawab Zea di angguki Alex.


"Kita pulang terlalu lama di luar belum baik untuk mu"ajak Zea.

__ADS_1


"Iya bun"jawab Alex.


Kedua nya berjalan untuk kembali ke apartemen,tiba di sana Zea menyusun barang mereka ke dalam koper agar besok malam mereka tinggal pulang.


"Besok setelah dari rumah sakit kita belikan oleh-oleh dulu"ucap Zea.


"Untuk siapa bun"tanya Alex menonton televisi di depan nya.


"Kau ini tentu saja untuk Vino dan yang lain nya sekalian mau sama calon menantu bunda gak"jawab Zea.


"Dia bukan calon menantu Bunda"ketus Alex membuat Zea terkekeh.


"Memang kenapa dia cantik"ucap Zea.


"Cantik dari mana nya"dengus Alex.


"Jangan terlalu membeci nya nanti bisa jadi cinta loh"goda Zea.


"Bundaaa"ucap Alex.


Hahaha


Tawa Zea menggema melihat Alex seperti anak kecil kalau sudah seperti itu.


"Istirahat sekarang ok besok pagi kita ke rumah sakit lagi"ucap Zea pada Alex.


"Iya bun"jawab Alex segera ke kamar nya untuk istirahat meninggalkan Zea yang kini duduk sendiri di sofa.


"Apa janji mu harus aku jalankan Zea"gumam Zea mengingat janji Zea yang asli pada ibu mertua nya.


Jika saja janji itu tidak ada aku akan cepat pergi dari sana mencari kebahagiaan ku sendiri tapi aku merasa terjerat oleh janji itu sendiri,pikir Zea.


Ia bisa saja pergi dari sana karna ia bukan Zea yang asli namun ia juga memiliki hati nurani dan tau balas budi. Keesokan hari Zea dan Alex telah bersiap menuju rumah sakit untuk Alex kemotrapi yang terakhir.


"Jangan gugup dan tahan sakit ini adalah yang terkahir"ujar Zea menggenggam tangan Alex yang kini berubah dingin.


"Tentu bunda"ucap Alex dengan senyum tipis.

__ADS_1


"Bunda akan menunggu di sini" Ucap Zea di angguki Alex yang kini masuk ke dalam ruangan itu sendiri.


Dua jam menunggu akhir nya selesai Alex di pindahkan ke ruangan lain untuk istirahat di sana beberapa jam dan Zea berjalan ke ruangan bersama dokter yang menangani Alex untuk mengetahui bagaimana hasil dari kemotrapi yang terakhir di lakukan oleh Alex.


__ADS_2