
Pagi ini Zea sudah akan berangkat ke rumah sakit dengan koper besar yang ia seret keluar dari rumah mereka janjian berkumpul di rumah sakit.
"Mbok Zea pergi dulu ya Zea titip Alex dan rumah sama mbok kalau ada apa-apa hubungi Zea cepat"ucap Zea pada mbok Jum.
"Beres non"ucap mbok Jum.
"Kalau begitu Zea pamit ya mbok"ucap Zea masuk ke dalam mobil. Ia tidak pamit pada Alex karna anak itu sudah pergi ke sekolah.
Mobil pun segera meninggalkan rumah tersebut menuju rumah sakit. Tiba di sana sudah Alvi dokter lain nya yang ikut juga suster mereka sedang memasuk kan obat dan yang lain ke dalam mobil.
"Koper mu kenapa dua"tanya Zea menatap koper Alvi ada dua.
"Satu baju satu lagi makanan"jawab Alvi santai.
"Astaga Alvi makanan kau bawa satu koper begini"ujar Zea di angguki Alvi.
"Kau tenang saja aku akan membagi nya pada mu juga nanti"ucap Alvi.
"Terserah kau saja"ujar Zea.
Mereka pun masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka ke desa tersebut setelah memberikan koper mereka karna mobil yang membawa mereka dan barang terpisah.
"Kau tidak berencana pergi bulan madu seperti pasangan yang lain"tanya Zea pada Alvi yang duduk di samping nya.
"Aku tidak tau tapi kata kak Roy pergi sih setelah pekerjaan nya selesai mungkin dia juga ingin liburan"jawab Alvi.
"Bagaimana dengan mu"tanya Alvi.
"Aku mah tidak akan pergi"jawab Zea santai.
"Iya sih kau kan sudah setahun menikah"ujar Alvi.
"Bagaimana rasa nya"tanya Alvi.
"Rasa nya bagaimana maksud mu"tanya Zea tidak mengerti.
"Ck sudah lah tidak perlu di pikirkan lagi"ucap Alvi malah semakin membuat Zea bingung.
Hampir sepuluh jam perjalanan akhir nya mereka sampai di desa yang mereka tuju dimana desa tersebut jauh dari perkiraan mereka karna mereka sampai malam hari tidak ada lampu menyala melainkan obor membuat mereka melongo melihat nya.
__ADS_1
"Yang benar saja"ucap mereka tidak percaya.
"Selamat datang di desa kami dokter"ucap kepala desa tersebut menyambut mereka.
"Terimakasih"jawab mereka serentak.
"Pantas saja kita membawa tenda ternyata begini kondisi di desa ini"bisik Alvi pada Zea di angguki Zea.
"Maaf desa kami memang belum ada listrik masuk jadi kami masih menggunakan obor sebagai penerang desa kami salah satu desa tertinggal"ucap kepala desa melihat mereka terkejut.
"Tidak masalah pak besok juga akan terbiasa"jawab Zea.
"Kalau begitu ikut saya ke lapangan dokter"ujar kepala desa di angguki mereka segera mengikuti kepala desa tersebut setelah mereka mengambil barang-barang dari mobil.
Rumah warga juga masih sederhana semua masih menggunakan papan dan rumah di situ semua nya rumah panggung hanya beda ukuran saja. Tiba di lapangan yang sudah di terangi obor mereka segera mendirikan tenda untuk tidur malam ini untuk tenda kesehatan mereka akan buat besok.
"Kami akan berjaga di sini beberapa orang dokter"ucap kepala desa menunjuk kan tenda mereka juga.
"Terimakasih pak"jawab mereka.
"Silahkan para ibu dan bapak dokter istirahat dari kota ke desa kami jarak nya jauh pasti lelah"ucap kepala desa di angguki mereka segera masuk ke dalam tenda karna memang benar mereka semua lelah di perjalanan.
Zea dan Alvi satu tenda mereka mengeluarkan selimut dan bantal yang mereka bawa dan merebahkan tubuh mereka.
"Kau benar jika listrik tidak ada di sini berarti jaringan juga tidak ada"ucap Zea menghela nafas kasar.
"Huhh tau begini aku tidak akan ikut"ujar Alvi.
"Tidak perlu di sesali nikmati saja anggap saja pengalaman lagi pula kita juga sudah di sini hanya seminggu saja"ucap Zea di angguki Alvi.
Kedua nya pun tidur karna sudah malam belum lagi lelah di perjalanan membuat mereka cepat tidur. Pagi hari cuaca di sana cukup dingin Zea membuka mata nya karna mendengar suara dari luar ia membuka pelan tenda tersebut untuk melihat nya.
"Astaga sudah pagi"gumam Zea melihat matahari sudah terlihat.
"Alvi bangun sudah pagi kita bisa kesiangan"ujar Zea menggoncang lengan Alvi.
"Masih gelap Zea ini saja terasa dingin"ujar Alvi mengeratkan selimut nya.
"Ck memang dingin kita ada di desa dan sekarang sudah pagi mereka saja sudah berkumpul di luar masa kita masih tidur cepat bangun"ucap Zea bangkit dari sana dan keluar dari tenda.
__ADS_1
"Selamat pagi semua"sapa Zea pada mereka.
"Pagi dokter"jawab mereka tersenyum tipis.
"Maaf kami terlambat bangun"ujar Zea merasa tidak enak karna teman-teman nya masih tidur.
"Tidak masalah dokter kami mengerti"jawab kepala desa.
"Kalau boleh tau kamar mandi nya di sini di mana pak"tanya Zea.
"Di sini tidak ada kamar mandi dokter kami semua akan ke sungai jika mau mandi"ucap salah satu warga.
"Boleh temani saya buk"tanya Zea.
"Iya dokter"jawab ibu itu.
"Sebentar bu saya bangunkan teman-teman saya dulu"ujar Zea segera membangunkan mereka semua.
Kini Zea dan teman-teman nya yang sesama perempuan sedang mandi di sungai mereka tertawa karna baru pertama kali melakukan nya mandi di sungai beramai-ramai belum lagi air nya yang dingin namun segar dan bersih.
"Di sini masih alami sekali aku rasa aku akan terus bangun kesiangan di sini karna cuaca nya dingin"ucap Alvi di angguki mereka.
Setelah mereka semua mandi dan perpakaian mereka kembali ke lapangan untuk sarapan bersama di sana sebelum melakukan tugas mereka memeriksa warga desa.
"Kita dirikan tenda lebih dulu"ujar Alvi setelah mereka selesai sarapan.
"Sebagian saja sebagian lagi mengambil obat dan peralatan di mobil agar lebih cepat"ucap Zea.
"Baik dokter"ujar mereka melakukan nya bersama dan bekerja sama agar cepat.
Satu persatu ada warga yang mulai datang dengan cepat mereka tangani begitu juga dengan Zea.
"Keluhan ibu apa"tanya Zea.
"Parut saya selalu sakit di bagaian atas dokter"jawab nya.
"Ibu berbaring di sini biar saya periksa dulu"ujar Zea membantu ibu itu berbaring dan memeriksa nya.
"Ibu sakit Maag saya akan memberi ibu obat"ujar Zea segera mengambil obat dan memberikan nya pada ibu tersebut.
__ADS_1
"Usahakan makan tepat waktu ya bu jangan lupa juga obat nya di minum"sambung Zea.
"Iya dokter terimakasih"ucap nya di angguki Zea sambil tersenyum tipis.