Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 7


__ADS_3

Siang hari Zea membawa Alex pulang wajah Alex masih sedikit pucat,taksi yang membawa mereka berhenti tepat di depan rumah Alex.


"Istirahat di dalam Bunda akan masuk dulu"ujar Zea pada Alex.


"Iya Bun"jawab Alex patuh.


"Telpon bunda jika butuh sesuatu"ucap Zea di angguki Alex.


Zea menatap Alex yang masuk ke dalam rumah setelah itu baru lah ia berjalan menuju ke paviliun.


"Nona baru pulang"tanya bi Ani.


"Iya bi"jawab Zea tersenyum tipis.


"Nona dekat dengan den Alex"tanya bi Ani membuat Zea terkekeh mendengar nya.


"Alex masih remaja bi jangan berpikir yang aneh-aneh aku menganggap nya putra ku sendiri begitu pun dia yang menganggap ku ibu nya"jawab Zea membuat bi Ani terdiam.


"Saya masuk ke dalam dulu bi"sambung Zea di angguki bi Ani.


"Jika saja aden berperilaku sedikit baik pada nona Zea kalian akan sangat beruntung menjadikan nona sebagai ibu kalian"gumam bi Ani menghela nafas panjang.


Zea sendiri setelah mandi segera memasak di dapur nya untuk Alex,,pembantu dan sopir yang sudah ia dapat akan datang nanti sore ke rumah Alex dan tinggal di sana.


Selesai memasak Zea memasuk kan nya ke dalam wadah dan membawa nya keluar,Ia berjalan santai dari samping seperti biasa.


"Bi Ani"panggil Zea dari pintu depan rumah utama .


"Kenapa non"tanya bi Ani.


"Ini untuk bibi sama pak satpam juga aku membuat banyak tadi"ujar Zea memberikan puding buah yang ia buat.


"Kenapa nona tidak masuk saja ke dalam"ucap bi Ani heran dan menerima nya.


"Hehe biar cepat aja bi"alasan Zea terkekeh pelan.


"Kalau begitu saya pergi dulu bi"ujar Zea lagi.


"Nona mau keluar"tanya bi Ani melihat penampilan Zea.


"Ke rumah depan doang bi"ucap Zea.


"Zea pergi dulu bi kelamaan ngomong sama bibi nanti"sambung Zea berjalan menenteng plastik di tangan nya.


"Bunda"panggil Alex duduk di depan rumah menunggu Zea datang.


"Hey kenapa kau keluar rumah sih Bunda kan sudah katakan agar istirahat"omel Zea berjalan cepat ke arah anak remaja tersebut.


"Bosan bun di rumah maka nya keluar cari angin"ucap Alex.

__ADS_1


"Angin kok di cari"ucap Zea terkekeh begitu juga dengan Alex.


"Bunda bawa apa"tanya Alex menatap plastik di tangan Zea.


"Makanan untuk mu sama cemilan"ujar Zea mengeluarkan puding dan menaruh nya di atas meja.


"Nih makan Bunda simpan ini ke dalam dulu"sambung Zea di angguki Alex segera menikmati puding buatan sang Bunda.


Tak lama Zea datang dan duduk di samping Alex yang masih memakan puding buatan nya.


"Masakan bunda enak"ujar Alex.


"Oh tentu saja bunda ini hebat memasak asal kau tau itu"ujar Zea menyombongkan diri nya.


"Aku menyesal memuji bunda ternyata tingkat kepercayaan bunda tinggi juga"ujar Alex mencibir.


"Wah memang anak kurang asam kau ini"ujar Zea memiting kepala Alex.


"Haha ampun Bun"ujar Alex tertawa.


"Sekali lagi kau bilang begitu Bunda tendang kau kerawa-rawa"ujar Zea.


"Iya bunda iya"ucap Alex masih tertawa hingga Zea melepaskan tangan nya.


"Haiss tangan bunda kecil tapi kuat"komentar Alex.


"Mau bunda patahkan tangan mu"


"Seram begini tapi cantik"ucap Zea mengibas kan rambut nya.


"Sirim bigini tipi cintik"ulang Alex.


"Kau memang anak kurang garam"ucap Zea kembali memiting kepala Alex.


"Haha ampun bunda"ucap Alex.


"Tidak akan"ucap Zea menguatkan pitingan nya.


"Ampun Bun"ucap Alex lagi.


Zea ikut tertawa mendengar Alex tertawa ia pun melepaskan tangan nya dan merangkul pundak Alex.


"Sebentar lagi pembantu dan sopir yang bunda cari akan datang mereka akan tinggal di sini untuk menjaga mu"ucap Zea melepaskan tangan nya membiarkan Alex kembali menikmati puding nya.


"Kenapa tidak bunda saja rumah kita dekat begini"protes Alex.


"Agar kejadian semalam tidak terulang lagi untung Bunda belum ke rumah sakit jika tidak entah apa yang terjadi"ucap Zea.


Alex terdiam ia bisa merasakan jika Zea memang benar khawatir pada nya.

__ADS_1


"Baik Bun"ucap Alex mengangguk dekat dengan Zea yang seperti ibu untuk nya saja sudah membuat nya senang dan bahagia karna dapat merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang ibu walau bukan ibu kandung.


"Semalam dokter mengatakan jika kondisi mu membaik sebaik nya kita lakukan kemotrapi"ucap Zea.


"Berapa lama bun"tanya Alex.


"Bunda tidak bisa memastikan nya tapi bunda yakin tidak akan lama"jawab Zea mengelus kepala Alex.


"Kami akan ujian kenaikan kelas dua minggu lagi bun"ujar Alex.


"Dua minggu lagi?"


"Iya bun."


"Kalau begitu untuk sekarang sebaik nya jaga kondisi mu dengan baik setelah selesai ujian kita akan melakukan kemo"ujar Zea.


Tidak mungkin ia akan melakukan nya dalam waktu dekat karna jika Alex ujian pasti akan terganggu dengan sekolah nya.


"Apa itu sakit bun"tanya Alex.


"Sedikit sakit bunda yakin kau kuat"jawab Zea di angguki Alex.


Sebuah taksi berhenti di depan rumah Alex dan keluar pasangan paruh baya dari dalam mobil.


"Mbok Jum"tanya Zea berdiri dari duduk.


"Iya non"jawab nya tersenyum tipis.


"Mari masuk mbok ke dalam bapak juga"ajak Zea di angguki kedua nya mengikuti Zea masuk ke dalam rumah.


Zea menunjuk kan kamar kedua nya yang merupakan suami istri juga menjelaskan pekerjaan mereka yang hanya jadi tukang memasak untuk Alex juga supir karna tukang bersih-bersih akan datang sekali dua hari Zea tidak setega itu menyuruh mbok jum membersihkan rumah cukup besar tersebut sendirian.


"Sebaik nya mbok dan bapak istirahat saja di kamar besok baru mulai bekerja"ujar Zea pada kedua nya.


"Terimakasih non"ucap mbok jum di balas anggukan oleh Zea.


Ia pun berlalu dari sana kembali keluar menemui Alex yang masih duduk di depan.


"Kenapa"tanya Zea menatap ke arah yang di lihat Alex.


Zea terdiam melihat ketiga putra tiri nya berdiri di pagar rumah dengan rapi seperti akan keluar dan menunggu jemputan.


"Mereka putra bunda kan"tanya Alex mengalihkan pandangan nya dari mereka begitu juga dengan Zea.


"Kau tau dari mana"tanya Zea.


"Kami tahu jika mereka memiliki ibu tiri tapi tidak pernah melihat nya dan aku hanya menebak saja"jelas Alex di angguki Zea.


"Mereka sama seperti mu anak bunda juga"ujar Zea merangkul pundak Alex.

__ADS_1


"Jangan tanyakan apapun nanti juga kau akan tahu jawaban nya sendiri bunda malas menjelaskan nya"ucap Zea saat Alex akan bicara membuat Alex mencebik kan bibir nya kesal.


__ADS_2