Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 6


__ADS_3

Nama Alex tertera di layar ponsel dengan cepat ia mengangkat panggilan tersebut.


"Kenapa Lex"ucap Zea.


"Bun-da"ucap Alex dari seberang sana dengan suara lemah.


"Hey kamu kenapa Lex jangan buat bunda khawatir"ujar Zea.


"Alex hey kamu dengar Bunda"tanya Zea namun tidak ada jawaban.


Zea kembali masuk ke dalam paviliun mengambil kunci rumah Alex setelah itu ia berlari keluar dari sana dengan panik. Di depan rumah sudah ada Kevin,Kenan dan Alvin berdiri di sana mereka menatap Zea yang berlari ke rumah yang tepat di depan rumah mereka tersebut.


Tanpa memperdulikan ketiga nya Zea berlari begitu saja membuka rumah Alex dengan kunci yang ia bawa.


"Alexx"panggil Zea cukup keras menghampiri Alex yang tergeletak di lantai dengan darah yang keluar dari hidung nya.


Dengan cepat ia berlari keluar rumah meminta bantuan pada satpam yang berjaga di rumah yang ia tinggali.


"Pak bisa tolong bantu saja sebentar"ujar Zea.


"Sebentar nona saya buka gerbang dulu"ujar nya membuka gerbang karna mobil Bara akan masuk.


"Cepat sedikit pak"ucap Zea dengan tidak sabaran ia khawatir dengan Alex.


"Ada apa nona"tanya bapak itu setelah mobil milik Bara masuk.


"Tolong bantu saya mengangkat Alex pak di dalam sekalian dengan sopir ya pak untuk ke rumah sakit"ucap Zea cepat.


"Iya nona"ucap bapak itu segera melakukan apa yang Zea katakan meski bingung.


Zea sendiri kini sudah berlari kembali masuk ke dalam rumah Alex,tak lama bapak satpam itu datang tak sendiri melainkan bersama ketiga anak tiri nya juga Bara karna mereka cukup penasaran.


"Ayo pak cepat mobil nya sudah di depan bukan"tanya Zea di angguki pak Satpam itu membantu Zea memapah Alex keluar dari dalam rumah.


"Bun,," panggil Alex dengan lemah saat Zea memapah nya keluar.


"Jangan bicara banyak dulu Ok jangan pingsan juga Bunda akan bawa kamu ke rumah sakit"ucap Zea khawatir.

__ADS_1


"Aku baik Bun"ujar Alex pelan.


"Baik bagaimana jangan buat Bunda khawatir kita ke rumah sakit"ujar Zea tak mau di bantah tiba di mobil dengan pelan Zea membantu Alex masuk ke dalam mobil.


"Ayo pak ke rumah sakit sekarang"ujar Zea duduk memeluk Alex dari samping yang kini bersandar di bahu nya.


Mobil itu pun meninggalkan rumah tersebut menuju rumah sakit Zea sama sekali tidak peduli dan menghiraukan mereka saking panik nya dengan keadaan Alex. Sementara keempat pria itu hanya terdiam melihat mobil tersebut meninggalkan mereka. Tanpa berkata apapun mereka kembali ke rumah dengan pikiran masing-masing.


"Nona kita telah sampai"ujar sopir itu di angguki Zea yang sudah menelpon Alvi jika ia datang bersama Alex.


Mereka pun segera membantu Zea dan kini Alex sudah di periksa di dalam di temani oleh Zea yang tidak mau meninggalkan Alex sebelum ia tahu benar kondisi Alex.


"Ini siapa mu Zea"tanya Alvi menatap Zea yang serius melihat dokter tersebut memeriksa Alex.


"Anak ku lah"ucap Zea.


"Kau menikah muda hingga mempunyai anak remaja begini"ujar Alvi terkejut dengan apa yang Zea katakan.


"Cerita nya panjang nanti akan aku jelaskan jadi kau diam dulu"ujar Zea di angguki Alvi.


"Bagaimana dok"tanya Zea setelah dokter itu memeriksa Alex.


"Kapan bisa di lakukan dok"tanya Zea.


"Tunggu kondisi nya membaik baru kita akan lakukan"ucap dokter itu di angguki Zea.


"Malam ini dia di rawat di sini saja dulu besok baru bisa pulang"ucap dokter itu lagi.


"Terimakasih dok"ucap Zea sedikit lega tidak terjadi hal yang membahayakan.


"Jadi?"tanya Alvi menatap Zea.


"Ck kau ini kita sedang bekerja sekarang"dengus Zea.


"Tidak ada jadwal operasi hanya jaga saja aku sudah mengatakan pada suster untuk menghubungi jika ada hal serius"jelas Alvi segera duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Dia anak ku lebih tepat nya anak angkat ku tapi aku sudah menganggap nya anak kandung sendiri karna aku juga dulu hanya sendiri jadi aku tahu bagaimana rasa nya seperti dia belum lagi dia mengidap penyakit berbahaya begitu"jelas Zea yang inti nya saja.

__ADS_1


"Jangan bertanya yang lain inti nya begitu"sambung Zea saat melihat Alvi akan bertanya.


"Ck kau menyebalkan sekali"dengus Alvi.


"Kau jangan berisik biar kan dia istirahat"ucap Zea.


"Kita keluar saja ada suster yang akan mengecek nya nanti"ajak Alvi di angguki Zea segera keluar setelah memastikan Alex tidur lelap.


Di rumah mewah Bara kini kedatangan tamu seperti yang Bara katakan tadi pagi jika Nindi akan malam bersama mereka jadi lah sekarang mereka sedang makan malam bersama.


"Di mana istri mu Bar kenapa aku tidak melihat nya"tanya Nindi yang memang tahu istri dari Bara karna sudah mengenal Bara cukup lama.


"Aku tidak tau"jawab Bara yang memang tidak tahu ke rumah sakit mana.


Mereka makan malam dengan tenang sambil berbincang karna Nindi cukup akrab dengan ketiga nya juga. Selesai makan malam Bara mengantar kan Nindi pulang ke apartemen nya karna Nindi tinggal di apartemen sendiri.


.....


Pagi hari kini mulai terlihat Zea sudah berada di dalam ruangan Alex untuk memeriksa keadaan Alex.


"Bunda"panggil Alex membuka mata melihat Zea sudah ada di depan nya.


"Ada yang sakit"tanya Zea lembut di balas gelengan kepala oleh Alex.


"Kalau ada yang sakit katakan pada bunda jangan di tahan"ucap Zea.


"Iya Bun."


"Kenapa bisa seperti semalam saat bunda pulang kau masih baik-baik saja?"tanya Zea.


"Aku juga tidak tau bun kepala ku tiba-tiba sakit begitu"jawab Alex.


"Baiklah ayo sarapan dulu nanti siang baru boleh pulang"ujar Zea membantu Alex makan karna akan minum obat.


"Kenapa tidak sekarang Bun"tanya Alex membuka mulut nya saat Zea menyuapi nya.


"Bunda akan operasi satu jam lagi mungkin akan memakan waktu beberapa jam di sana kita akan pulang bersama"jelas Zea di angguki Alex yang mengerti.

__ADS_1


Selesai mengurus Alex ia pun menitipkan Alex pada suster baru lah ia ke ruangan nya yang kini ia sudah resmi jadi dokter di rumah sakit tersebut jadi memiliki ruangan pribadi sendiri. Setelah mengganti baju nya Zea berjalan menuju ruang operasi bersama Alvi yang ruangan nya juga ada di depan ruangan milik nya.


__ADS_2