
Hari ini Zea dan Alex tiba di negara mereka setelah menempuh perjalan mengudara beberapa jam.
"Lelah"tanya Zea pada Alex yang kini bersandar di pundak nya.
"Sedikit bun"jawab Alex.
"Tidur saja nanti bunda akan bangunkan"
"Iya bun".
Alex pun memejam kan mata nya yang berat menyandarkan kepala nya di bahu sang Bunda.
"Bagaimana pengobatan den Alex non"tanya pak Udin supir yang bekerja di rumah Alex suami mbok Jum.
"Jauh lebih baik pak sekarang hanya tinggal minum obat teratur saja dan cake up rutin kemungkinan akan sembuh total"ujar Zea dengan senyum lebar.
"Syukurlah non bapak senang mendengar nya"ucap pak Udin.
"Iya pak"jawab Zea mengelus kepala Alex.
Setiba nya di rumah Zea membangunkan Alex dan mengajak Alex masuk untuk istirahat di dalam ia membantu pak Udin mengeluarkan koper mereka dari dalam mobil.
"Mbok ini obat Alex yang harus di minum nya teratur"ucap Zea menunjuk kan obat Alex mana yang harus di minum duluan mana yang tidak.
"Baik non"ucap mbok Jum mengerti.
"Itu oleh-oleh dari sana untuk mbok sama bapak maaf ya hanya itu saja"ucap Zea terkekeh.
"Ini sudah lebih dari cukup non"ucap mbok Jum menerima pemberian Zea.
"Kalau begitu Zea ke rumah depan dulu bik telpon saja jika ada perlu"pamit Zea di angguki mengerti oleh mbok Jum.
Zea pun menyeret koper nya keluar dari rumah itu menuju rumah depan dengan wajah lelah bagaimana tidak ia di sana kurang tidur karna setelah Alex kemo ia akan demam tinggi membuat nya kurang tidur mengurus Alex.
"Kau baru pulang"tanya Bara melihat Zea akan lewat.
"Hmm"dehem Zea.
"Seperti nya kau menikmati liburan mu"ucap Bara.
"Bagitulah"jawab Zea singkat.
"Jika tidak ada yang di bicarakan lagi saya pamit dulu" ujar Zea kembali melangkah kan kaki nya masuk ke dalam paviliun.
Ia langsung merebahkan tubuh nya dan tidur karna sekarang masih siang jadi ia akan tidur hingga malam.
Malam hari nya mbok Ani mengetuk pintu paviliun Zea membuat Zea terbangun dari tidur nya segera membuka pintu.
"Kenapa bi"tanya Zea.
"Nona di suruh tuan untuk ikut makan malam di rumah"ucap bi Ani.
"Dalam rangka apa bi"tanya Zea heran.
"Tidak tahu non tuan cuma mengatakan itu"ujar bi Ani di angguki Zea.
"Saya akan datang sebentar lagi bi"ujar Zea.
__ADS_1
"Kalau begitu saya kembali non"
"Iya bi"jawab Zea.
Zea masuk ke kamar nya untuk mandi dan bersiap namun ia juga merasa heran kenapa mereka mengundang nya makan malam tak ingin ambil pusing ia segera bersiap. Setelah selesai Zea keluar dari sana membawa ponsel nya menuju rumah utama.
"Selamat malam"sapa Zea karna ia tidak tahu mau bicara apa pada mereka.
"Duduklah"ujar Bara di angguki Zea segera duduk bergabung dengan mereka.
"Santai saja Zea"ujar Nindi melihat Zea dan di angguki Zea.
"Kalau boleh tau ini dalam rangka acara apa yah"tanya Zea santai.
"Bukan apa-apa kok aku hanya ingin mengajak mu makan malam bersama di sini"jawab Nindi.
"Oh begitu"jawab Zea mengangguk kan kepala nya.
"Lebih baik kita makan pa aku sudah lapar"ujar Alvin.
"Mari makan"ucap Bara di angguki mereka segera mengisi piring mereka begitu juga dengan Zea yang memang lapar.
Ia tidak menghiraukan orang di depan nya yang penting bagi nya mengisi perut nya, Mereka makan dengan tenang hingga tiba-tiba ponsel Zea berdering membuat mereka menghentikan makan nya.
"Maaf mengganggu kalian"ujar Zea sedikit menunduk segera mengangkat telpon tersebut.
"Halo mbok"ucap Zea mengangkat telpon dari mbok Jum.
"Non ini den Alex tiba-tiba demam tinggi"ujar mbok Jum.
"Baru saja demam mbok"tanya Zea sampai di sana segera ke kamar Alex.
"Iya non"jawab mbok jum.
"Mbok tolong kompres dulu ya saya cari obat nya dulu"ujar Zea.
"Baik non"ujar mbok Jum melakukan apa yang Zea katakan.
Zea sendiri segera mencari obat Alex di dalam kotak obat namun tak menemukan nya di sana.
"Seperti nya di tas"gumam Zea keluar rumah dan berlari menuju paviliun ia segera masuk ke dalam mencari tas nya mengambil obat Alex setelah mendapatkan nya ia keluar dari sana.
"Apa ada masalah Zea"tanya Nindi melihat Zea berlari.
"Tidak ada kok"ujar Zea kembali berlari ke rumah Alex ia masuk ke kamar Alex segera memberikan obat itu untuk Alex.
"Huhh terimakasih bik"ujar Zea mengatur nafas nya yang tak beraturan karna berlari.
"Bibi makan saja di dapur biar aku yang menjaga Alex"sambung Zea.
"Baik non"ucap mbok Jum segera keluar dari kamar.
Zea sendiri mengambil alih untuk mengompres Alex agar panas nya turun.
"Bunda"ucap Alex membuka mata nya.
"Kenapa hmm"tanya Zea.
__ADS_1
"Mau minum"tanya Zea lagi.
"Gak bun"jawab Alex di angguki Zea.
"Aku mau keluar bun"ujar Alex.
"Hanya sebentar"ucap Zea.
"Iya bun"
Zea memapah Alex keluar dari kamar menduduk kan nya di ruang tamu.
"Masih panas"tanya Zea.
"Lumayan bun"jawab Alex.
"Di sini saja di luar cukup berangin"ujar Zea di angguki Alex yang menyandarkan tubuh nya di sofa.
"Bun kenapa aku merasa tubuh sakit"ucap Alex.
"Itu pengaruh dari kemo itu hanya sebentar"ucap Zea.
"Apa tidak ada obat nya bun"tanya Alex menahan sakit.
Zea segera mengambil ponsel nya menelpon dokter yang menangani Alex di sana dan mulai berbicara serius setelah di angkat orang di seberang sana. Zea mencatat obat yang di katakan oleh dokter tersebut sesekali melihat Alex di samping nya.
"Pak tolong tebus obat ini ya"ujar Zea memberikan secarik kertas yang ia tulis.
"Iya non"ucap pak Udin dengan cepat pergi.
Zea juga mencari obat tambahan yang ada di kotak obat milik Alex tanpa mengetahui sekitar nya ternyata bukan hanya mereka di sana tapi ada tamu tak di undang juga.
"Masih sakit"tanya Zea mengelus kepala Alex.
"Iya bun"jawab Alex yang wajah nya kini mulai sedikit pucat.
"Tahan sebentar ya pak Udin sedang menebus obat yang lain"ucap Zea.
"Mbok tolong siap kan baju Alex ke dalam koper"ujar Zea.
"Untuk apa non"tanya mbok Jum.
"Untuk berjaga-jaga mbok kalau Alex masih merasa sakit besok akan aku bawa ke sana lagi"ucap Zea menggenggam erat tangan Alex yang dingin.
"Alex kenapa"tanya Bara membuat Zea menoleh ke belakang dan melihat Bara juga ketiga putra nya di sana.
"Sedikit sakit"jawab Zea.
"Non ini obat nya"ucap pak Udin memberikan obat di tangan nya pada Zea.
"Terimakasih pak"ucap Zea menerima nya segera membuka nya satu persatu lalu ia meminumkan obat tersebut untuk Alex.
"Bunda"
"Tahan sebentar ya obat nya baru akan bereaksi"
Alex mengangguk tanpa melepaskan tangan nya dari Zea ia menggenggam erat tangan itu.
__ADS_1