
Seperti yang Zea katakan akan pindah rumah setelah surat-surat rumah yang ia beli selesai saat ini mereka sedang sibuk mengemas barang yang akan di bawa. Zea sudah memeriksa rumah itu lebih dulu sebelum pindah dan ia puas melihat rumah mewah dan luas tersebut. Rumah itu memang hanya memiliki satu lantai namun luas dengan kamar yang ada delapan dengan kamar utama. Semua kamar juga di lengkapi kamar mandi ada taman luas dengan pondok yang di buat di tengah nya juga kolam renang di belakang serta ada lapangan kecil di sana dengan tembok tinggi pembatas.
"Alex semua sudah siap"tanya Zea membuka pintu kamar Alex.
"Sudah bun"jawab Alex menutup koper nya dan menyeretnya keluar.
"Ayo pergi mbok Jum sama pak Udin udah di luar"ajak Zea di angguki Alex menyeret koper nya keluar.
"Keluar duluan Bunda mau cek semua dulu"ujar Zea segera ke dapur untuk melihat apa sudah tidak ada lagi yang membahayakan jika di tinggal setelah memeriksa semua nya ia pun keluar dari dalam rumah dan menutup pintu tak lupa mengunci nya.
"Kau tidak masalah kita tinggal di rumah baru"tanya Zea merangkul Alex yang menatap rumah tersebut.
"Sama sekali tidak bun di rumah ini juga aku sebenar nya tidak nyaman lagi hanya saja aku tidak tahu mau kemana"jawab Alex menatap Zea.
"Kita akan membuka lembaran baru di rumah baru semoga kita akan bahagia di sana"ucap Zea.
"Terimakasih bunda menerima ku sebagai putra bunda aku sangat menyayangi bunda"ucap Alex.
"Terimakasih juga sudah mau jadi anak bunda yang baik"ucap Zea.
Kedua nya terdiam sebentar menatap rumah tersebut hingga suara seseorang memanggil Zea membuat kedua nya menoleh.
"Kalian akan pindah"tanya Bara melihat koper mereka di sana juga ia sudah dengar dari anak-anak nya jika Zea akan pindah.
"Ya"jawab Zea.
"Ada yang ingin aku bicarakan sebentar"ucap Bara di angguki Zea segera mengikuti Bara berjalan dari belakang menuju rumah.
Tiba di sana ia melihat anak-anak dan Nindi juga di sana.
"Duduk lah"ucap Bara.
Zea duduk di samping Alvin yang tersenyum lebar melihat nya di balas senyum tipis oleh Zea.
"Kau mengatakan ingin bercerai sebelum nya bukan"tanya Bara di angguki Zea.
__ADS_1
"Baiklah mari bercarai"ucap Bara lagi membuat anak-anak nya terkejut mendengar ucapan Bara.
"Papaa"panggil Kenan dan Kevin bersamaan.
"Ini sudah jadi keputusan papa bukan nya kalian ingin keluarga yang normal seperti keluarga lain nya papa sedang berusaha menuruti keinginan kalian, bukan nya kalian dekat dengan tente Nindi dia juga bisa mengurus kalian jadi papa akan bercerai dengan nya dan menikah dengan tante Nindi"ucap Bara membuat mereka terdiam.
"Baiklah aku setuju urus saja surat cerai nya aku akan tanda tangani secepat nya"ucap Zea santai rasa nya beban di pundak sudah setengah menghilang.
"Kalau tidak ada lagi yang di bicarakan aku pergi dulu mereka sudah menunggu ku di luar"sambung Zea berdiri dari duduk nya berjalan menjauh dari sana keluar rumah tersebut.
Maafkan Zea tidak bisa mempertahankan rumah tangga mu tapi kau tenang saja aku akan menepati janji mu untuk menjaga mereka walau aku tidak dekat dengan mereka lagi aku masih bisa mengawasi mereka dari jauh,batin Zea.
"Bunda"panggil Alex menunggu sedikit cemas.
"Bunda baik-baik saja ayo pergi"ucap Zea merangkul pundak Alex segera masuk ke dalam mobil.
Mobil itu pun meninggal kan rumah itu menuju rumah baru mereka yang di beli Zea dengan uang milik nya dulu. Tiba di sana terlihat langsung rumah mewah dan luas tersebut dengan halaman yang luas juga.
"Woo ternyata saat di lihat begini jauh lebih mewah dari pada di lihat dari luar bun"jawab Alex.
"Benar maka nya Bunda suka rumah ini"ucap Zea.
"Rumah nya luas sekali non"ucap mbok Jum.
"Iya mbok biar bisa lari-lari sesuka hati"ujar Zea terkekeh.
"Ayo masuk ke dalam"ajak Zea setelah mereka turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam.
"Pilih saja kamar yang ingin kau tempati"ucap Zea pada Alex.
"Ok bunda"ucap Alex segera membuka satu persatu kamar untuk ia periksa dan akan ia pilih jadi kamar nya.
"Mbok Jum sama pak Udin juga pilih saja kamar nya ada tiga kamar di belakang rencana nya Zea akan menambah pekerja rumah ini terlalu luas untuk di bersihkan"ucap Zea.
"Iya non"jawab kedua nya.
__ADS_1
"Istirahat saja dulu mbok,pak kita pesan makanan dari luar saja tidak usah masak"ujar Zea lagi.
"Baik non"ucap mbok Jum.
Zea mengangguk dan pamit ke kamar nya di kamar utama dan menyusun semua pakaian nya di walk in closet kamar utama memang berbeda ada ruangan penyimpanan baju dan lain nya tersusun rapi juga kamar mandi yang lebih luas kamar itu memang jauh lebih luas dari kamar yang lain maka dari itu Zea memilih di sana. Kamar itu juga langsung menghadap kolam renang juga taman dinding nya juga hampir keseluruhan adalah kaca jadi jika di buka akan langsung terlihat ke luar namun orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam.
"Bundaa"panggil Alex mengetuk pintu kamar Zea.
"Masuk saja pintu nya tidak di kunci"ujar Zea berteriak karna ia menyusun buku milik nya.
"Bunda sibuk"tanya Alex.
"Tidak juga kenapa"tanya Zea.
"Kami ada tugas sekolah bun apa boleh teman-teman ku datang ke sini"tanya Alex.
"Tentu saja boleh tapi rumah kita masih kosong pergi ke supermarket depan beli cemilan dan minuman di sana"ucap Zea.
"Baik bun"ucap Alex segera pergi dari sana.
Ponsel milik Zea berbunyi nyaring dengan cepat Zea mengambil nya dan melihat Alvi yang menelpon nya.
"Ada apa"tanya Zea setelah mengangkat telpon tersebut.
"Kau jadi pindah hari ini"
"Jadi kami sudah di sini sekarang"
"Kenapa?"tanya Zea.
"Aku hanya bertanya saja, Oh ia bagaimana apa kau ikut untuk penyuluhan kesehatan yang di adakan rumah sakit?"
"Seperti nya ikut kau sendiri bagaimana"tanya Zea.
"Aku juga akan ikut"
__ADS_1
"Kenapa kau harus ikut kau baru saja menikah di rumah saja habiskan waktu mu dengan suami mu"
"Ck dia ada tugas juga di luar kota dari pada di rumah aku ikut saja Amel juga tinggal di rumah mama jadi aku bisa ikut dari pada di rumah tidak melakukan apapun"jawab Alvi dari seberang sana di angguki Zea.