Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 8


__ADS_3

Jika hubungan Zea dan Alex kini seperti ibu dan anak kandung maka berbeda dengan ketiga putra tiri nya yang semakin berjarak jauh. Seperti yang Zea katakan sebelum nya menganggap mereka tidak akan kenal satu sama lain maka itulah yang sedang Zea lakukan.


Ia tidak pernah lagi menginjak kan kaki nya ke rumah utama bertegur sapa pun tidak jika mereka berpapasan di depan rumah. Wanita yang bernama Nindi itu yang sekarang selalu datang ke rumah entah apa yang dia lakukan namun Zea tidak ambil pusing selagi tidak mengusik nya ia juga melihat jika ketiga putra tiri dan suami nya dekat dengan wanita itu.


"Hai Zea"sapa Nindi baru datang ke rumah bertepatan dengan Zea yang juga baru tiba dari rumah sakit.


"Oh hai"sapa Zea juga dengan santai.


"Aku masuk ke dalam duluan yah"ucap nya dan di angguki Zea.


Saat akan masuk ke dalam suara mobil berhenti di depan nya juga di belakang nya seperti nya ketiga putra tiri nya dan Alex baru pulang sekolah karna ada les maka dari itu mereka pulang sore.


"Bundaa"panggil Alex keluar dari dalam mobil lebih dulu membuat Zea menoleh dan tersenyum tipis.


"Baru pulang"tanya Zea saat Alex berjalan mendekati nya.


"Iya bun"jawab Alex.


"Bagaimana les nya dapat"tanya Zea.


"Aku tidak terlalu mendengar dan memahami nya kepala ku kadang sakit bun"keluh Alex dengan cepat tangan Zea memeriksa keadaan Alex.


"Sakit apa sering terjadi"tanya Zea melihat wajah Alex yang memang terlihat sedikit pucat.


"Hanya sesekali Bun kalau lelah"jawab Alex.


"Bunda kan sudah mengatakan jangan terlalu lelah kita ke rumah sakit ya"ajak Zea.


"Besok saja Bun"ucap Alex melihat Zea yang masih berpakaian kerja ia tahu jika ibu nya itu baru pulang dari rumah sakit.


"Jangan menunda nya bunda khawatir jika kau kenapa-napa"ucap Zea.


"Bunda juga baru sampai kan pasti lelah Alex juga istirahat di rumah saja"ucap Alex.


"Baiklah ayo bunda antar"ujar Alex merangkul pundak Alex menuju rumah depan.


"Kau sudah memiliki pacar"tanya Zea tiba-tiba.


"Haiss aku belum memikirkan ke situ bun"dengus Alex.


"Benarkah bukan kah harus nya remaja seperti mu sudah ada pacar atau jangan-jangan kau tidak laku ya masa anak bunda ganteng begini gak laku"ucap Zea berjalan cepat meninggalkan Alex.


"Bundaaa"teriak Alex kesal.


Hahaha

__ADS_1


Tawa Zea meledak saat Alex meneriaki nya dengan kesal.


"Anak bunda ini ganteng"ucap Alex masih kesal dengan cepat mengejar Zea yang sudah masuk ke dalam rumah lebih dulu.


Percakapan dan tingkah kedua nya di dengar dan di saksikan ketiga nya namun mereka hanya diam melihat nya dengan pikiran yang hanya mereka yang tahu.


"Kalian kenapa berdiri di sana"tanya suara wanita dari arah belakang mereka.


"Tente"ucap Alvin melihat Nindi di sana.


"Ayo masuk sudah sore"ajak Nindi di angguki ketiga nya masuk ke dalam rumah menuju kamar mereka masing-masing.


"Bi wanita itu memang kerja di mana aku sering melihat nya selalu pergi"tanya Kenan pada bi Ani.


"Nona Zea bekerja di rumah sakit den kan sebelum nya nona memang lulusan kedokteran namun baru ini nona bekerja"jelas bi Ani.


"Kenapa den Kenan tiba-tiba bertanya"tanya bi Ani.


"Tidak ada"ucap Kenan berlalu dari sana.


Hari senin tiba semua orang melakukan aktivitas mereka seperti biasa setelah berlibur di hari minggu begitu pun dengan Zea yang masuk pagi dia berangkat dengan Alex mengantarkan bocah itu ke sekolah lebih dulu.


"Semangat ujian nya"ujar Zea memberi semangat pada Alex yang akan melakukan ujian hari ini.


"Bunda juga semangat kerja"


"Alex masuk dulu Bun"ujar Alex di angguki Zea.


Setelah melihat Alex masuk baru lah Zea di antar supir ke rumah sakit tempat nya bekerja.


"Alex"panggil seseorang dari belakang Alex membuat Alex menoleh.


"Kenapa"tanya Alex.


"Wanita tadi siapa mu Lex"tanya teman Alex.


"Oh itu Bunda ku"jawab Alex santai.


"Kau dekat sekali dengan ibu mu"ucap nya.


"Ck dia kan ibu ku pasti kami dekat lah kau ini gimana sih"ucap Alex kesal sendiri pada teman nya tersebut.


"Santai Lex"ucap nya terkekeh.


Mereka berbincang-bincang masuk ke dalam kelas mereka karna itu merupakan teman dekat Alex juga di sekolah. Kini bel istirahat berbunyi membuat semua nya keluar dari dalam kelas menuju ke kantin.

__ADS_1


Brukk


"Maaf aku gak sengaja"ucap teman Alex yang bernama Vino menabrak seseorang.


"Kalau jalan pakai mata"ketus orang tersebut membersihkan tumpahan jus yang mengenai baju nya sedikit.


"Aku kan sudah meminta maaf"ujar Vino.


"Memang nya baju ku langsung bersih saat kau meminta maaf"ucap nya mendorong Vino hampir terjatuh jika Alex tidak menahan nya.


"Santai dong dia kan sudah meminta maaf"ujar Alex tak terima.


"Kenapa kau jadi ikut-ikutan"ucap nya menatap Alex kesal.


"Kau memperpanjang masalah ini dia tidak sengaja juga sudah meminta maaf pada mu",ujar Alex.


Bruk


Tangan lelaki itu meninju pipi Alex membuat Alex terhuyung ke belakang.


"Kenapa kau memukul teman ku"ujar Vino tak terima dan membalas memukul orang tersebut.


"Kenan"panggil Kevin memegangi tangan Kenan.


"Kau memukul nya"ujar Kevin tak terima kini memukul Vino.


Hingga akhir nya keempat orang tersebut bertengkar dan saling memukul di kantin itu membuat kantin heboh. Entah sengaja atau tidak Kenan menendang perut Alex membuat Alex terjatuh di lantai dengan darah keluar dari hidung nya.


Guru yang mendengar itu segera melerai mereka dan Alex di bawa ke klinik sekolah untuk di obati Alex tak lupa memanggil wali Alex yang tak lain adalah Zea karna Zea sudah mengurus semua menjadikan Alex anak angkat nya.


Zea sendiri yang baru saja selesai melakukan operasi kini panik mendengar tentang Alex dengan cepat ia berlari keluar dari rumah sakit masuk ke dalam taksi bahkan belum sempat mengganti baju operasi yang melekat di tubuh nya.


"Ke sekolah Tunas Bangsa pak"ujar Zea setelah masuk ke dalam taksi.


Tak sampai dua puluh menit ia tiba di sekolah itu dengan cepat ia masuk ke sana menuju klinik sekolah setelah bertanya di mana letak klinik.


Brukk


Suara pintu terbuka keras membuat mereka yang ada di dalam menoleh dan melihat wanita yang tak lain Zea masuk ke dalam.


"Alexx"ucap Zea berlari ke arah sana segera kembali memeriksa ke adaan Alex.


"Purta saya kenapa begini"tanya Zea setelah memeriksa kondisi Alex.


"Maaf tante ini gara-gara saya karna membantu saya Alex seperti itu"ucap Vino merasa bersalah membuat Zea menoleh.

__ADS_1


"Apa yang terjadi"tanya Zea menatap Vino dan Vino pun menjelaskan apa yang terjadi membuat Zea menghela nafas kasar mendengar nya.


__ADS_2