Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 15


__ADS_3

"Bunda"panggil Alex membuat Zea menoleh.


"Kenapa"tanya Zea karna ia sedang melihat hasil tes pasien yang akan di operasi sebentar lagi.


"Bunda sibuk"tanya Alex.


"Tidak juga hanya memeriksa hasil tes pasien yang akan di operasi sebentar lagi"jawab Zea.


"Ada apa katakan saja"ucap Zea menatap Alex yang ingin bertanya tapi ragu.


"Bunda tidak ingin bertanya kenapa mereka memukul ku"tanya Alex.


"Bunda menunggu mu bercerita maka nya bunda tidak menanyakan nya"jawab Zea.


"Mereka memukul ku karna aku dekat dengan bunda mereka tidak terima kenapa aku bisa jadi anak bunda dan mereka tidak padahal bunda ibu mereka"ucap Alex.


"Jadi?"tanya Zea.


"Apa bunda akan meninggalkan ku nanti nya"tanya Alex.


"Kau mau bunda pecat jadi anak"dengus Zea.


"Mana mungkin bunda meninggalkan mu, sekarang kau juga anak bunda sama dengan mereka tidak ada beda nya jadi jangan berpikir yang aneh-aneh lagi bunda tidak mau mendengar nya lagi"ucap Zea.


"Iya bun"jawab Alex.


"Sekarang lebih baik istirahat agar cepat sembuh bunda akan pergi juga sebentar lagi"ucap Zea menyusun kertas di tangan nya ke dalam map.


"Bunda sampai jam berapa di ruang operasi"tanya Alex.


"Paling lama dua jam"jawab Zea.


"Selama itu aku juga harus tidur"tanya Alex.


"Benar"jawab Zea.


"Bunda pergi dulu akan ada suster yang menemani mu di sini"ujar Zea berdiri dari duduk nya.


Zea keluar dari dalam ruangan itu menuju ruangan nya untuk mengganti baju. Setelah Zea keluar Kevin dan Kenan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Bagaimana keadaan mu"tanya Kenan.


"Sudah lebih baik"jawab Alex.


Ketiga nya pun sama-sama diam tidak tahu harus mengatakan apa karna mereka memang tidak dekat jadi merasa aneh.


"Kalian tidak sekolah"tanya Alex karna masih jam sepuluh pagi.


"Sekolah tapi guru sedang rapat maka nya kami ke sini"jawab Kenan di angguki Alex.


"Boleh aku bertanya?"tanya Alex.


"Tanyakan saja"jawab Kenan.


"Kenapa kalian tidak menganggap bunda ibu kalian"tanya Alex.


"Mungkin kami belum menerima orang baru yang menjadi pengganti mama kandung kami"jawab Kenan.

__ADS_1


"Apa sekarang kalian sudah menerima nya jadi ibu kalian"tanya Alex.


"Tidak tahu"jawab Kenan di angguki Alex.


"Kau sendiri kenapa dekat dengan nya bukan nya kau masih memiliki orang tua kandung"tanya Kevin sedari tadi diam menjadi pendengar.


"Bunda orang yang pertama yang menyayangi ku dengan tulus padahal aku orang lain yang awal nya tidak di kenal"jawab Alex.


"Bunda juga baik bahkan sangat baik aku beruntung menjadi anak nya meski hanya anak adopsi tapi tidak masalah bagi ku karna bunda memperlakukan ku seperti anak kandung nya" sambung Alex lagi.


"Kalian sedang apa di sini"tanya Zea masuk ke dalam karna ia melupakan sesuatu.


"Mereka hanya menjenguk ku bun"jawab Alex.


"Ini masih jam sekolah kalian bolos"tanya Zea.


"Tidak,,guru sedang rapat di sekolah jadi kami pulang lebih awal"jawab Kenan di angguki Zea.


Zea mengambil barang yang ia butuhkan kembali keluar dari sana membiarkan mereka namun ia meminta suster mengawasi mereka di dalam. Tak lama teman-teman Alex datang ke rumah sakit menjenguk Alex yang sudah beberapa hari di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan mu"tanya Vino pada Alex.


"Jauh lebih baik"jawab Alex.


"Kenapa kau membawa rombongan begitu ke sini"tanya Alex.


"Ck mereka juga ingin melihat mu"jawab Vino.


"Cepat sempuh Lex"ucap gadis cantik pada Alex.


"Calon mama mertua gak di sini"tanya gadis itu.


"Bisa kau diam"ketus Alex.


"Bunda memang kemana Lex"tanya Vino.


"Di ruang operasi"jawab Alex di angguki Vino.


Mereka pun akhir nya nongkrong di ruangan itu bercerita bersama membuat Alex yang tadi nya ingin istirahat tidak jadi karna ruangan nya berubah gaduh hingga mereka tak sadar jika Zea sudah berdiri di sana.


"Kalian sedang apa di sini ramai-ramai"tanya Zea membuat mereka menoleh melihat wanita cantik berdiri di sana.


"Kami semua menjenguk Alex bun"jawab Vino.


"Bukan nongkrong"tanya Zea dengan mata menyipit.


"Sekalian bun"jawab Vino terkekeh.


"Kalian sudah makan siang"tanya Zea masuk ke dalam.


"Mereka sudah makan banyak cemilan tadi nya aja bawa buah tangan malah mereka habiskan semua"cibir Alex di balas gelak tawa oleh mereka yang mendengar nya.


"Kita makan bersama saja kebetulan bunda juga belum makan mumpung istirahat"ujar Zea mengeluarkan ponsel nya untuk memesan makan.


"Mau makan apa kita pesan sama saja semua agar cepat dan makan bersama"jelas Zea.


"Kami ikut bunda saja"jawab Vino di angguki Zea.

__ADS_1


"Makan ayam penyet sama lalapan enak kayak nya bagaimana"tanya Zea.


"Boleh tante"jawab mereka kompak segera di pesan oleh Zea.


"Jadi kalian teman satu kelas nya Alex semua"tanya Zea menatap mereka di angguki mereka.


"Ehh ada calon mantu ikut juga"ucap Zea menatap gadis di sana.


"Hehe iya tante calon mertua"ucap nya tertawa pelan.


"Ck bunda jangan mulai"kesal Alex.


"Apa? orang bunda bicara sama dia"ucap Zea.


"Siapa namu cantik"tanya Zea.


"Amel tante"jawab gadis itu di angguki Zea.


Zea pun ikut bercerita dengan anak-anak tersebut sambil menunggu makanan mereka datang.


"Oh iya apa tante calon mertua ikut acara yang di adakan sekolah"tanya Amel.


"Acara apa"tanya Zea.


"Di sekolah mengadakan acara untuk kekompakan orang tua dan anak"jawab Amel.


"Semacam permainan atau bagaimama"tanya Zea.


"Campuran tante ada permainan ada juga cerdas cermat nya memeriahkan acara tahunan yang di lakukan sekolah"jelas Amel.


"Acara nya kapan"tanya Zea.


"Minggu depan tante"jawab Amel di angguki Zea.


"Boleh juga seperti nya seru"ucap Zea tertarik dengan apa yang di katakan oleh Amel.


"Tante ikut bergabung"tanya Amel dengan wajah senang.


"Kalau tidak ada jadwal di rumah sakit seperti nya tidak masalah jika ikut"jawab Zea.


"Bunda ikut saja karna banyak orang tua yang ikut berpartisipasi memeriahkan acara itu"jelas Vino.


"Mama kamu juga ikut Vino"tanya Zea.


"Mama nya Vino tiap tahun ikut tante"jawab Amel.


"Benarkah"tanya Zea di angguki Vino.


"Bunda akan ikut"tanya Alex.


"Belum pasti tapi bunda usahakan ikut bunda tertarik mendengar nya"jawab Zea.


"Memang nya bunda bisa apa selain bermain pisau bedah sama pisau dapur"tanya Alex.


"Hey bunda mu ini berbakat hampir semua hal agar kau tau"ucap Zea di balas anggukan kepala oleh Alex.


Mereka kini mulai makan bersama setelah pesanan yang di tunggu datang sambil bercerita.

__ADS_1


__ADS_2