Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 20


__ADS_3

"Siapkan ruangan operasi aku akan menangani nya"ucap Zea tak ada cara lain karna kalau di tunggu lama akan lebih berbahaya.


"Tapi dok.."ucap dokter tersebut.


"Dokter tenang saja,saya bisa melakukan nya yang di dalam putra saya kalau menunggu mereka datang nyawa anak saya yang akan jadi taruhan nya"jelas Zea.


"Panggil dokter Yuni untuk menemani saya, sebentar lagi saya akan datang katakan pada nya harus cepat datang aku tidak mau terjadi apapun pada nya"sambung Zea berlari ke ruangan nya mengganti baju nya dengan baju operasi.


Sementara Bara dan yang lain nya terdiam mendengarkan ucapan Zea ada rasa hangat di hati mereka setelah beberapa bulan Zea seperti tak menganggap mereka lagi. Tak lama Zea datang dengan pakai an lengkap menuju ruangan operasi di mana Kevin sudah ada di ruangan tersebut.


"Dokter Zea yakin akan melakukan nya"tanya dokter Yuni.


"Aku yakin"jawab Zea.


"Tapi saya belum pernah ikut menangani pasien seperti itu dok"ucap dokter Yuni.


"Aku tahu tapi aku yakin kau bisa membantu ku tenang saja aku yang akan melakukan nya kau hanya membantu"ucap Zea di angguki dokter tersebut.


Maklum saja walaupun ia dokter sering melakukan operasi tapi melakukan operasi juga tidak sembarangan dan tidak semua dokter itu bisa karna mereka punya keahlian mereka masing-masing.


"Bunda"panggil Alex saat Zea akan masuk ke dalam.


"Ada apa"tanya Zea menatap Alex.


"Bunda yang semangat aku yakin bunda bisa menyelamatkan anak bunda bagaimana bunda dulu menyelematkan ku"ucap Alex dengan senyum tulus.


"Ck kau ini"ucap Zea memeluk Alex sebentar.


"Bunda masuk dulu doakan saja operasi nya berhasil"ujar Zea di angguki Alex.


Zea menatap mereka semua dengan senyum tipis sebelum masuk ke dalam melakukan tugas nya. Kini dua jam berlalu akhir nya selesai Zea bernafas lega karna pecahan kaca itu tidak mengenai kornea mata Kevin.


Dokter Yuni pun sama lega nya karna baru pertama melakukan nya.


"Dokter hebat"ucap dokter Yuni.


"Kau juga hebat"ujar Zea tersenyum tipis.


"Terimakasih sudah membantu ku"ucap Zea lagi.


"Itu sudah tugas ku dok"jawab dokter Yuni.


"Dokter kalau mau keluar duluan saja saya akan menunggu nya di sini memastikan keadaan nya dulu sebelum benar-benar di pindahkan"ucap Zea di angguki dokter Yuni segera keluar dari dalam meninggalkan Zea bersama dua suster di sana.


"Bagaimana dok"tanya Bara saat Dokter Yuni keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Operasi nya berhasil pak dokter Zea hebat bisa menangani nya"ucap dokter Yuni.


"Terimakasih dok"ucap Bara di angguki dokter Yuni.


"Bunda saya kenapa belum keluar dok"tanya Alex.


"Dokter Zea masih menunggu pasien hingga benar-benar bisa di pindahkan"jawab dokter Yuni.


"Kalau begitu saya duluan"sambung nya lagi segera pergi dari sana.


Lima belas menit menunggu pintu ruangan itu terbuka dengan brangkar yang keluar dari sana begitu juga dengan Zea. Mereka membawa Kevin ke ruangan VIP untuk pemulihan karna di tubuh Kevin juga banyak mengalami luka-luka.


"Bunda"panggil Alex mengikuti Zea.


"Besok sekolah kenapa belum pulang"tanya Zea.


"Aku menunggu Bunda"jawab Alex.


"Bunda tidak pulang harus memantau keadaan Kevin dulu mungkin nanti dia akan sadar"ucap Zea di angguki Alex.


"Ini sudah tengah malam tidak perlu pulang tidur di ruangan Bunda saja besok pagi baru pulang"sambung Zea menatap jam tangan nya.


"Alvin juga belum tidur"tanya Zea melihat Alvin yang sudah mengantuk namun di tahan.


"Kalian ke ruangan Bunda saja besok sekolah tidak boleh libur"ujar Zea di angguki Alex.


"Kau juga Kenan tidur besok sekolah"ucap Zea melihat Kenan yang masih berdiri tidak mengikuti Alex dan Alvin yang sudah berjalan.


Kenan mengangguk mengikuti Alex dan Alvin yang berjalan ke ruangan Zea meninggalkan ketiga nya si sana.


"Terimakasih"ucap Bara di angguki Zea berjalan ke kantin untuk meminta kopi karna mata nya mulai mengantuk seharian mengikuti acara membuat nya lelah.


"Dokter Zea"panggil dokter lain membuat Zea berhenti dan menoleh.


"Dokter Andra jaga malam"tanya Zea.


"Ya kalau tidak mah aku tidak akan di sini"jawab dokter Andra di angguki Zea.


"Bukan kah dokter Yuni yang jaga malam"tanya dokter Andra.


"Iya tapi ada operasi darurat tadi"jawab Zea memesan kopi untuk nya dan duduk.


"Kalian di sini"tanya dokter Yuni baru datang dengan baju yang sudah di ganti.


"Baru saja"jawab Zea.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak minum kopi masih muda"ujar dokter Yuni.


"Hanya sesekali"jawab Zea.


"Aku lihat di rumah sakit ini banyak yang dokter muda"ucap Zea.


"Benar yang tua bisa di hitung"jawab Yuni.


"Kau juga masih muda apa sudah menikah kita baru bicara lama karna beda shif"ucap Zea.


"Belum tapi sudah ada calon"jawab Yuni.


"Benarkah wahh selamat kapan pesta nya"tanya Zea.


"Satu bulan lagi"jawab Yuni malu-malu.


"Bagaimana dengan mu kau juga masih muda kalau dokter Alvi kami sudah mengenal nya"tanya dokter Yuni.


"Aku juga sudah menikah yang tadi itu putra ku"jawab Zea santai.


"Putra mu tapi kau terlihat masih muda bagaimana bisa kau memiliki putra yang sudah remaja"tanya Yuni penasaran.


"Aku menikah dengan duda"bisik Zea yang membuat Yuni terkejut.


"Kenapa kau mau duda kau masih muda dan cantik pasti banyak yang mau jadi pasangan mu"bisik Yuni juga agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Mungkin sudah jodoh kali"jawab Zea santai tanpa beban.


"Apa suami mu sudah tua"tanya Yuni.


"Usia nya sih iya tapi wajah nya tidak dia masih terlihat muda"jawab Zea yang memang benar adanya.


Bara memang masih terlihat muda di usia nya yang hampir berkepala empat.


Satu jam lebih mereka berada di kantin akhir nya mereka pergi dari sana karna ada pasien yang harus di tangani. Zea sendiri lebih dulu ke kamar nya mengganti baju. Ia masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuh nya dan memakai baju setelah selesai ia keluar dari sana melirik ketiga nya tidur di atas ranjang.


"Mereka bisa kompak juga kalau tidur"gumam Zea terkekeh melihat ketiga nya yang tidur menyamping ke arah yang sama.


Zea pun keluar dari sana menuju ruangan Kevin untuk mengecek Kevin kembali.


"Kenapa dia belum sadar juga"tanya Bara saat Zea selesai mengecek Kevin.


"Besok pagi paling lama ia akan sadar jadi tunggu saja"jawab Zea.


"Oh iya bi Ani tadi pulang ia tidak bisa menunggu karna cucu nya di kampung juga meninggal"ucap Zea di angguki Bara karna bi Ani mengirim pesan pada nya sebelum Zea tiba di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2