Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 22


__ADS_3

Zea duduk diam di sofa tersebut menikmati buah di depan nya sambil memeriksa hasil pemeriksaan pasien yang di bawa suster ke ruangan Kevin.


Terdengar pintu terbuka mengalih kan pandangan Zea ke arah pintu melihat Bara masuk dan Nindi.


"Kami sudah kembali kau bisa keluar"ucap Nindi di angguki Zea.


Ia membereskan kertas yang ada di atas meja dan mengambil tas nya sebelum keluar ia memeriksa keadaan Kevin lebih dulu.


"Kau akan pergi"tanya Kevin yang tidak tidur sama sekali.


"Mereka sudah datang aku akan pergi bekerja"ujar Zea.


"Kau istirahat lah jangan buka mata mu terlalu sering dua hari lagi baru bisa perbannya di buka"jelas Zea di angguki Kevin.


Zea sedikit menunduk pada mereka sebelum pergi dari ruangan itu.


.....


"Zeaa"panggil Alvi melihat Zea keluar dari ruangan.


"Kau baru datang"tanya Zea menatap Alvi.


"Hmm"dehem Alvi dengan wajah tidak semangat.


"Apa ada masalah kau terlihat lesu begitu"tanya Zea heran tidak biasa nya Alvi begitu.


"Aku akan menikah tiga hari lagi"ucap Alvi.


"Kenapa mendadak begitu"tanya Zea terkejut.


"Aku tidak tahu mereka telah menyiapkan semua nya aku saja tahu baru tadi malam sampai aku tidak bisa tidur semalaman di buat nya"jawab Zea kesal.


"Berarti papa nya Amel setuju menikah dengan mu"tanya Zea.


"Ck kau ini,, kalau dia tidak setuju mereka tidak akan menyiapkan ini semua tanpa aku tau"jawab Zea.


"Jalani saja dengan santai"ujar Zea terkekeh.


"Entah lah aku bingung mau bagaimana kau tahu pernikahan bukan lah main-main,Aku takut tidak bisa bertahan yang terluka adalah Amel nanti nya dia sangat bahagia semalam saat orang tua mengatakan nya aku takut mengecewakan nya"ucap Alvi.


"Hidup kenapa begitu sulit begini padahal waktu sendiri bahagia aja walau kadang sepi"ucap Zea di angguki Alvi.


"Kalian mulai curhat lagi di saat yang tidak tepat sekarang malah berdiri di tengah jalan besok di mana lagi"ujar suara dari belakang mereka.


"Ck om kenapa mengganggu sih semua ini juga gara-gara kalian aku tidak tau berbagi pikiran dengan siapa lagi kecuali Zea"kesal Alvi.


"Ya ya terserah kalian saja tapi cari tempat yang pas untuk bercerita bukan di tengah jalan seperti ini kalian menghalangi jalan"ujar nya berlalu meninggalkan kedua nya di sana.


"Kau datang di hari pernikahan ku"ucap Alvi melihat Zea.


"Akan aku usahakan datang"


"Aku serius aku tidak memiliki teman di sini mereka semua di luar kota mendadak seperti ini mereka tidak bisa datang hanya kau harapan ku"


"Baiklah aku akan datang"

__ADS_1


"Terimakasih kau memang yang terbaik"


Kedua nya pun melanjutkan pekerjaan mereka dan berpisah untuk memeriksa pasien lain. Siang hari nya Zea yang baru keluar dari ruangan nya melihat Alex berjalan ke arah nya.


"Bundaa"panggil Alex tersenyum lebar.


"Kenapa ke sini"tanya Zea.


"Aku sama teman-teman Bun melihat Kevin"jawab Alex.


"Udah makan"tanya Zea.


"Udah bun sebelum ke sini"jawab Alex.


Zea mengangguk merangkul Alex menuju ruangan Kevin.


"Kenapa kau tambah tinggi begini"tanya Zea.


"Pertanyaan bunda tidak bermanfaat"jawab Alex .


"Bukan nya kau tidak satu lokal dengan nya kenapa bisa melihat nya"tanya Zea.


"Berita dia kecelakaan menyebar di sekolah Bun jadi siapa yang mau ikut menjenguk nya boleh jadi aku ikut saja sekalian bertemu bunda"jawab Alex santai.


"Cih ada mau nya"dengus Zea.


"Hehe sekali menyelam dua pulau terlampaui Bun"jawab Alex.


"Pintar sekali kau bicara"kekeh Zea.


"Selamat siang semua"sapa Zea.


"Siang dokter"jawab mereka.


"Jangan terlalu lama menjenguk Kevin dulu yah dia masih harus istirahat total"ucap Zea.


"Baik dok"jawab mereka.


"Ibu mu dokter Lex"tanya teman Kevin.


"Ya Bunda ku dokter di sini"jawab Alex mengangguk.


"Dimana papa mu dan Nindi kenapa tidak ada di sini"tanya Zea setelah memeriksa keadaan Kevin.


"Mereka keluar dari tadi"jawab Kevin.


"Jadi kau belum makan dan minum obat"tanya Zea.


"Belum"jawab Kevin membuat Zea menghela nafas panjang.


Zea keluar dari ruangan itu untuk mengambil makanan dan minum tak lama ia kembali lagi membawa nya ke dalam.


"Makan dulu baru minum obat"ucap Zea membantu Kevin makan.


"Astaga bunda lupa"ucap Zea baru teringat sesuatu.

__ADS_1


"Lex coba telpon mbok Jum tanyakan apa Alvin sudah pulang"ujar Zea.


"Iya Bun"ucap Alex segera menelpon ke rumah.


"Alvin di rumah Bun"ucap Alex setelah selesai berbicara dengan mbok Jum.


"Kau sudah makan Ken"tanya Zea menatap Kenan yang duduk di samping Kevin.


"Sudah Bun"jawab Kenan.


"Setelah dari sini langsung pulang jangan kemana-mana lagi"ujar Zea.


"Iya bunda"jawab Kenan.


"Kau juga Lex"ucap Zea melihat Alex yang memainkan ponsel nya.


"Iya bunda aku dengar"jawab Alex.


"Aku mau ke kamar mandi"ucap Kevi.


"Ayo"ucap Zea membantu Kevin berdiri dan menggeser tiang infus Kevin.


"Kenan saja yang menemani ku"ujar Kevin.


"Baiklah"jawab Kenan segera mengambil alih Kevin dan membawa nya ke kamar mandi.


"Dokter masih kelihatan muda sekali lebih cocok jadi kakak nya Alex"ucap teman Kevin.


"Benar kah tapi tante ibu nya Alex"ucap Zea terkekeh.


"Kalau saja aku sudah besar aku mau jadi suami tante"ucap nya lagi.


"Hey aku tidak mau memiliki ayah seperti mu"ketus Alex.


"Apa salah nya aku ganteng harus nya kau bangga aku jadi ayah mu"ujar nya membuat Zea tertawa mendengar nya.


"Cih untuk kau masih sekolah jadi bunda ku tidak mau dengan mu"ucap Alex ketus.


"Kalian ini sekolah dulu yang benar"ujar Zea.


"Dia yang mulai Bun"ujar Alex.


Tak lama Kenan dan Kevin kembali dari kamar mandi Zea dengan sigap membantu Kevin berbaring di atas brangkar.


"Bunda keluar dulu mau cek pasien yang lain"ucap Zea di angguki mereka.


Setelah Zea keluar mereka menatap Alex yang masih bermain game di ponsel nya.


"Lex"panggil salah satu dari mereka.


"Kenapa"tanya Alex.


"Apa kau tidak mau ayah baru jika mau aku mau mendapaftar jadi ayah mu"ucap nya.


"Sialan"umpat Alex.

__ADS_1


"Aku tidak mau mempunyai ayah seperti mu apa kata orang aku memiliki ayah seusia dengan ku"sambung Alex ketus membuat mereka tertawa mendengar ucapan Alex mereka geli juga jika misal nya Alex memanggil mereka ayah.


__ADS_2