Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 27


__ADS_3

Zea keluar dari dalam kamar nya saat mendengar suara banyak orang ia melihat teman-teman Alex sudah datang dan berkumpul di ruangan tamu yang luas tersebut karna ruang keluarga dan tamu menyatu jadinya luas.


"Siang tante"sapa mereka melihat Zea mendekat.


"Siang juga"jawab Zea tersenyum tipis.


"Kalian kerjakan saja tugas kalian tante tidak akan mengganggu"ujar Zea segera menjauh dari sana ia memilih ke taman di mana pondok berada untuk istirahat karna di sana lebih berangin karna ada pohon buah-buahan di sana.


"Lex rumah ini lebih mewah ternyata kalau sudah masuk mana luas lagi"ujar Vino di angguki Alex.


"Boleh sering-sering ke sini gak Lex"tanya teman Alex yang lain.


"Boleh bunda ku mengizinkan nya"jawab Alex.


"Bunda mu baik ya Lex"ucap yang lain di angguki Alex.


"Lex boleh keliling rumah ini dulu gak aku penasaran dengan rumah ini"tanya Vino.


"Boleh ayo aku juga belum melihat semua nya"jawab Alex berdiri begitu pun yang lain.


"Kau juga baru kali ini datang ke rumah ini"tanya Vino.


"Iya bunda baru beberapa hari lalu membeli nya dan tadi kami baru pindah jadi aku mana sempat keliling"jawab Alex.


Mereka berkeliling rumah tersebut membuat mereka berdecak kagum karna rumah itu begitu luas meski hanya satu lantai. Zea sendiri hanya melihat mereka saja tanpa mengatakan apapun sambil memeriksa data pasien yang di kirim suster pada nya.


"Bundaa"panggil Vino membuat Zea menoleh.


"Kenapa"tanya Zea.


"Di lapangan itu kosong bun"tanya Vino menunjuk lapangan yang kosong.


"Iya"jawab Zea.


"Boleh kami buat untuk lapangan badminton bun"tanya Vino.


"Boleh"jawab Zea membuat mereka tersenyum lebar mendengar nya.


"Terimakasih bunda"jawab mereka di angguki Zea.


"Kerjakan tugas kalian dulu baru bermain"ucap Zea.

__ADS_1


"Baik bunda"jawab mereka segera pergi kembali masuk ke dalam.


"Rumah ini seperti nya akan ramai karna mereka"gumam Zea geleng kepala namun ia tidak melarang nya.


Biarlah anak-anak itu berkumpul di rumah nya dari pada di tempat yang tidak jelas seperti di club karna anak remaja sekarang pergaulan nya seperti orang dewasa maka dari itu Zea selalu mengingatkan Alex agar tidak salah pergaulan beruntung anak itu selalu menurut apa perkataan nya.


"Masih belum selesai"tanya Zea setelah hampir dua jam di pondok.


"Belum bun"jawab Vino.


"Coba lihat mana tau bunda bisa bantu"ujar Zea ikut duduk di atas karpet tersebut mengambil buku Vino dan membaca nya.


Zea menjelas kan tugas mereka dengan rinci dan dengan kata yang mudah mereka pahami jadilah ia sendiri yang menjawab tugas mereka hingga selesai.


"Ehh kenapa jadi bunda yang menjawab semua nya"ujar Zea setelah sadar.


"Hehe sesekali bunda"ujar Vino terkekeh.


"Ck besok-besok bunda hanya menjelaskan nya saja kalian yang jawab kalau seperti ini kalian tidak akan dapat"ucap Zea di angguki mereka.


"Siapa nama kalian bunda belum kenal kecuali Vino"tanya Zea pada mereka setelah mereka menyimpan buku ke dalam tas.


"Aku Reyhan tante"ucap anak yang bernama Reyhan.


"Bunda ke kamar dulu mau ke rumah sakit kalian bermain lah di sini atau terserah kalian mau apa"ucap Zea bangkit dari duduk nya menuju ke kamar nya untuk bersiap ke rumah sakit.


"Kita ke lapangan saja untuk mengukur nya aku lihat lapangan itu cukup luas jadi bisa kita bagi dua untuk badminton satu dan basket satu"ujar Vino.


"Benar kita bisa mempersiapkan yang lain agar lapangan nya jadi dan bisa di pakai"jawab Doni.


Mereka pun pergi ke lapangan itu untuk mengukur nya juga merencakan bagaimana lapangan itu bisa cepat jadi di gunakan oleh mereka.


.....


Dua hari Zea berada di rumah baru nya dan apa yang ia pikirkan tepat anak-anak itu pulang sekolah langsung ke rumah nya membuat ia geleng kepala melihat anak-anak tersebut. Seperti saat ini anak-anak itu baru pulang sekolah sudah ada di rumah nya langsung.


"Kalian ke sini sebentar"ucap Zea pada mereka yang baru masuk ke dalam.


"Ada bun"tanya Alex.


"Pulang sekolah langsung ke sini tidak ke rumah kalian lebih dulu baru datang ke sini"tanya Zea di balas cengiran oleh mereka.

__ADS_1


"Kami bawa baju bunda"jawab Vino.


"Bunda tau kalian bawa baju tapi masalah nya apa orang tua kalian tidak akan bertanya kenapa kalian pulang sekolah tidak ke rumah"tanya Zea.


"Orang tua kami sibuk bunda jadi aman kami pulang atau gak pun mereka tidak akan bertanya"jawab Kemal.


"Terserah kalian saja bunda hanya khawatir saja kalian akan dimarahi atau di cari"ucap Zea.


"Sana masuk dan makan lebih dulu awas saja jika kalian tidak makan pulang sekolah"ujar Zea lagi.


"Siap Bos"ucap mereka mengangkat tangan memberi hormat pada Zea.


"Mau sandal bunda melayang"dengus Zea membuat mereka tertawa segera masuk ke dalam rumah.


Zea berjalan menuju ke supermarket karna tadi ia memang ingin ke sana namun berhenti di halaman rumah saat anak-anak itu masuk. Tiba di sana ia membeli perlengkapan yang akan ia bawa besok ke desa yang akan mereka lakukan penyuluhan di sana.


Setelah semua nya dapat Zea segera pulang dengan membawa dua tas plastik besar di tangan nya berjalan menuju rumah.


"Nah untuk kalian jangan berebut"ujar Zea meletak kan satu plastik cemilan dan minuman di atas karpet dimana mereka duduk sambil membahas lapangan yang belum di sentuh-sentuh tersebut masih rencana mereka.


"Terimakasih bunda"jawab mereka menerima nya.


"Kalian bisa tidak kalau gak bisa biar bunda carikan orang mengerjakan nya dari kemaren membahas ini belum selesai juga"ucap Zea.


"Bisa bunda"ucap mereka di angguki Zea.


"Lex bunda besok pagi akan ada penyuluhan mungkin selama seminggu di sana"ucap Zea membuat Alex menoleh.


"Kenapa bunda baru mengatakan nya sekarang"tanya Alex.


"Bunda lupa baru ingat"jawab Zea.


"Kemana bun"tanya Alex.


"Kalau gak salah ke desa pedalaman gitu"jawab Zea.


"Ajak mereka menginap di sini biar ada teman mu selama bunda pergi"ujar Zea lagi.


"Boleh bunda"tanya mereka dengan wajah senang.


"Boleh tapi harus izin sama orang tua dulu"jawab Zea.

__ADS_1


"Ok bunda"ucap mereka serempak.


"Tapi ingat kalau keluar malam paling lama jam sepuluh sudah ada di rumah bunda gak mau selama bunda di sana kalian berkeliaran tidak jelas di luar sana"ujar Zea lagi di angguki mereka dengan cepat.


__ADS_2