
Pagi ini Zea sudah di sibuk kan entah memakai baju apa ke sekolah Alex jadi lah ia memakai kaos polos dan celana jeasn tak lupa memakai jaket kulit serta sepatu kets. Ia pun keluar dari dalam kamar dengan tas cukup besar di tangan nya yang berisi baju olahraga untuk simpanan mana tahu di perlukan.
"Bunda memakai baju begitu ke sekolah"tanya Alex.
"Memang apa salah nya bunda kan bawa baju lain"jawab Zea menunjuk kan tas milik nya.
"Ayo berangkat nanti kita bisa telat"ucap Zea menarik tangan Alex keluar dari rumah menuju mobil yang akan mengantar kan mereka ke sekolah.
"Kita harus menang nanti"ujar Zea dengan wajah semangat.
"Ck aku saja malas untuk ikut Bun"ucap Alex karna memang ia tidak pernah ikut partisipasi.
"Hey bunda saja semangat gini awas saja kalau kita kalah karna mu"ujar Zea.
"Iya iya"ucap Alex.
Tiba di sekolah suasana sudah ramai dengan senyum cerah Zea keluar dari dalam mobil dan menggandeng tangan Alex masuk ke dalam,banyak orang tua murid yang datang memakai baju olahraga.
"Bunda,Alex"ucap Vino sedikit berteriak sambil melambaikan tangan nya bersama wanita yang terlihat cantik.
"Itu ibu nya Vino"tanya Zea melambaikan tangan nya juga menuju ke arah Vino.
"Iya bun"jawab Alex.
"Haii mbak"sapa Zea mengulurkan tangan nya.
"Haii,,kamu ibu nya Alex"tanya ibu Vino.
"Iya mbak aku Zea"jawab Zea memperkenalkan diri nya.
"Saya Rani"ucap mbak Rani di angguki Zea.
"Kau terlihat masih muda"ujar mbak Rani melihat Zea dari atas ke bawah.
"Haha apa kelihatan ya mbak"ujar Zea tertawa di angguki mbak Rani.
"Saya memang masih muda sih mbak"tambah Zea lagi.
"Bunda sama tante Rani bergabung sama orang tua yang lain saja kami juga akan gabung sama teman kami"ujar Alex.
"Baiklah ingat untuk hati-hati"ucap Zea di angguki Alex.
"Ayo Zea kita bergabung dengan yang lain"ajak mbak Rani.
"Mbak selalu ikut acara ini"tanya Zea.
"Baru sekali sih kan Vino baru kelas dua sekarang kalau acara lain saya ikut juga"ujar mbak Rani.
__ADS_1
"Apa sekolah mereka mengadakan banyak acara juga mbak"tanya Zea.
"Kalau sudah selesai ujian menjelang penerimaan rapor memang ada acara seperti persahabatan antara guru dan orang tua sih juga anak-anak biar saling dekat "jelas mbak Rani.
"Tapi tidak di paksa harus ikut siapa yang ikut partisipasi saja namun selalu ramai para orang tua yang ikut atau hanya menonton"sambung nya di angguki Zea karna memang banyak orang tua yang datang.
"Zeaa"panggil seseorang dari arah samping membuat Zea menoleh.
"Alvi"ujar Zea terkejut melihat Alvi datang.
"Kamu di sini juga"tanya Zea di angguki Alvi.
"Keponakan ku memaksa datang mau tak mau aku datang tak menyangka kita bertemu di sini"jawab Zea.
"Berarti keponakan mu sekolah di sini juga"tanya Zea di angguki Alvi.
"Oh iya kenal kan ini ibu nya Vino teman Alex dan mbak ini Alvi teman satu kerja saya"ucap Zea memperkenal kan kedua nya.
"Rani"
"Alvina mbak"
"Mbak saya ganti baju dulu semua orang pakai baju olahraga"ujar Zea menatap semua nya yang memakai baju olahraga hanya ia yang tidak memakai.
"Itu toilet nya ganti di sana saja"ucap mbak Rani menunjuk kan toilet.
"Alvi aku ganti baju sebentar"ujar Zea lagi segera ke toilet mengganti baju nya.
Setelah selesai ia pun keluar dari sana dengan memakai baju olahraga dan bergabung kembali bersama Alvi.
"Zea kamu di sini juga"tanya seseorang pada Zea membuat Zea menoleh.
"Iya"jawab Zea.
"Kami juga datang menonton"ucap nya di angguki Zea.
Kini acara pun di mulai semua orang bersorak menantikan acara tersebut termasuk Zea yang semangat begitu juga dengan Alvi karna mereka bisa satu tim nanti nya. Satu persatu acara pun di mulai termasuk perlombaan antara murid dan orang tua menguji kekompakan mereka.
Zea memilih-milih ikut permainan apa dengan Alex karna ia tidak mau terjadi sesuatu pada Alex yang belum pulih sepenuh nya. Sedangkan Alvi jangan di tanya sudah bergabung dari tadi bersama keponakan nya yang tak lain adalah Amel membuat nya tertawa karna calon memantu yang ia akan adalah Amel keponakan sang sahabat.
"Ayo Lex kita akan ikut lomba lari tiga kaki"ajak Zea pada Alex yang kini berdiri di samping nya.
"Bunda serius"tanya Alex.
"Iya lah hanya lari tidak masalah bunda kalau lari juga kencang"ucap Zea menarik tangan Alex menuju lapangan karna mereka akan baru ikut partisipasi.
"Kalian ikut juga"tanya Alvi yang juga ikut bersama Amel.
__ADS_1
"Tentu"jawab Zea.
"Tante kenal bunda nya Alex"tanya Amel.
"Dia sahabat tante"jawab Alvi.
"Wahh kebetulan sekali"jawab Amel tertawa begitu juga Zea.
"Kebetulan kenapa"tanya Alvi heran.
"Keponakan mu suka putra ku"jawab Zea membuat Alvi melongo mendengar nya.
"Hey kau masih kecil jangan suka-sukaan dulu sekolah yang benar"ujar Alvi.
"Tante gak asyik banget sih tante calon mertua saja setuju"dengus Amel.
"Memang nya siapa juga mau dengan mu"ketus Alex.
"Haha sudah kalian ini kita sedang lomba"ujar Zea menengahi permbicaraan mereka.
Kini mereka semua bersiap dengan kaki yang sudah di ikat sebelah-sebelah. Zea menjelaskan pada Alex bagaimana mereka berlari kompak nanti nya di angguki Alex.
"Sudah siap"tanya pembawa acara.
"Sudah"jawab mereka kompak.
"Mulai"ucap nya dengan segera mereka semua berlari kompak begitu juga dengan Zea dan Alex, Kedua nya saling merangkul terus berlari kadang tertawa karna ada perserta yang terjatuh.
"Ayo Lex sedikit lagi kita harus menang"ujar Zea.
"Kami yang akan menang"ujar Alvi tak terima.
"Kita lihat saja"tantang Zea.
Mereka pun terus berlari hingga garis finis kaki Zea dan Alex lebih dulu melangkahi garis finis baru Alvi dan Amel.
"Yeee kami menang"ujar Zea dengan senyum lebar memeluk Alex begitu pun dengan Alex yang bahagia senyum kedua nya begitu lebar.
"Woyy Alvi kami menang"ucap Zea lagi setelah pelukan mereka terlepas memamerkan nya pada Alvi.
"Ck kita kalah dari mereka"gerutu Alvi melepaskan ikatan di kaki mereka.
"Hahaha kami di lawan"ujar Zea juga melepaskan ikatakan di kaki mereka.
"Bunda kencang juga berlari"ucap Alex terkekeh.
"Hey bunda mu ini memang kencang kalau berlari"ujar Zea merangkul pundak Alex membuat Alex tertawa mendengar nya.
__ADS_1