Perubahan Sang Ibu Tiri

Perubahan Sang Ibu Tiri
Bab 30


__ADS_3

Tengah malam mereka tiba di rumah sakit dan segera turun dari dalam mobil masuk ke dalam untuk istirahat di ruangan mereka masing-masing . Zea membaringkan tubuh nya di ranjang setelah membersihkan tubuh nya lebih dulu.


"Huhh lelah sekali besok pagi aku akan pulang ke rumah"gumam Zea memejamkan mata nya untuk tidur.


Di rumah Zea sendiri anak-anak itu semua bukan nya tidur di kamar mereka malah tidur di luar dengan di atas karpet bulu yang mereka bentangkan tepat di depan televisi besar yang melekat di dinding.


"Besok berarti bunda akan kembali Lex"tanya Vino yang mata nya menatap ke arah televisi.


"Seperti nya begitu kan bunda mengatakan hanya seminggu"jawab Alex.


"Apa hubungan nya bunda sama Kevin dan Kenan Lex"tanya Sean.


"Aku tidak bisa menjelaskan nya nanti juga kalian tahu sendiri nya"jawab Alex.


"Kalian tidak merasa aneh Kenan dan Kevin setiap hari datang ke sini seperti ada yang mereka sembunyikan"ujar Kemal.


"Biarkan saja asal mereka tidak berniat jahat"ucap Alex.


"Lebih baik kita tidur besok bukan nya kita akan latihan basket lapangan sudah jadi"sambung Alex di angguki mereka segera tidur namun Vino lebih dulu mematikan televisi.


Pagi-pagi sekali Zea sudah ada di rumah ia hanya geleng kepala melihat Alex dan teman-teman nya tidur dengan gaya masing-masing.Ia biarkan saja dan masuk ke dalam kamar nya membawa koper milik nya dan menaruh apa yang orang-orang desa berikan di dapur. Zea mengganti baju nya dengan baju olahraga lalu keluar dari kamar untuk lari-lari di lapangan lebih dulu karna sudah seminggu ia tidak ada olahraga. Lelah berlari Zea memilih duduk di pondok sambil melihat-lihat sekitar.


Di rumah Alex dan teman-teman nya mulai bangun tak lupa mereka membereskan selimut juga bantal mereka agar tidak merepotkan mbok Jum.


"Kita langsung ke lapangan"tanya Vino setelah bersiap begitu juga yang lain.


"Lebih baik iya mumpung masih pagi belum terlalu panas"ujar Alex.


Mereka pun berjalan ke arah lapangan untuk pemanasan lebih dulu sebelum latihan meski mereka hanya enam orang. Dari jauh Zea hanya melihat mereka latihan saja.


"Huhh baru sekarang aku merasakan memiliki keluarga lagi rumah terasa ramai dengan suara mereka tidak seperti dulu"gumam Zea.


Ia pun beranjak dari sana menemui anak-anak yang masih latihan sekalian bergabung dengan mereka.


"Rajin sekali kalian masih pagi"ujar Zea membuat mereka menoleh.


"Bundaa"ucap mereka melihat Zea.

__ADS_1


"Bunda kapan kembali"tanya Alex.


"Baru beberapa jam"jawab Zea.


"Ayo bunda juga ingin latihan bersama kalian"ajak Zea.


"Memang bunda bisa"tanya Sean.


"Bisa lah bunda kalian ini dulu nya juga pemain basket pas sekolah"ujar Zea dengan songong nya membuat mereka terkekeh.


"Kalau begitu ayo mulai"ujar Alex di angguki mereka segera memulai di ikuti Zea juga yang bergabung.


Mereka latihan hingga matahari mulai terasa di atas kepala.


"Lebih baik istirahat lanjutkan sore lagi"ajak Zea segera berjalan keluar dari lapangan itu di ikuti mereka.


"Kapan lapangan nya selesai"tanya Zea.


"Baru kemaren sore bun"jawab Alex.


"Seperti nya lebih baik di buat atap agar tidak panas jika siang hari ingin bermain"ucap Zea.


"Terserah kalian saja kalau berubah pikiran katakan pada bunda"ucap Zea di angguki mereka.


Mereka semua duduk di teras rumah untuk menikmati angin yang berhembus ke wajah mereka.


"Bun ada yang mengantarkan surat untuk bunda"ucap Alex.


"Dari siapa"tanya Zea heran.


"Tidak tahu bun"jawab Alex.


"Dimana surat nya"tanya Zea.


"Ada di kamar bunda aku meletak kan nya di laci meja rias bunda di bagian bawah"jawab Alex di angguki Zea.


"Kenan dan Kevin juga setiap hari datang mencari bunda"ucap Vino membuat Zea menoleh.

__ADS_1


"Untuk apa mereka mencari bunda"tanya Zea.


"Kami tidak tahu bun,jika di tanya mereka diam saja"ucap Doni.


"Sebentar lagi mereka pasti akan datang"ucap Kemal di angguki mereka kecuali Zea.


"Bunda masuk dulu"ujar Zea pada mereka bangkit dari duduk nya masuk ke dalam rumah.


Zea masuk ke kamar nya untuk melihat surat yang Alex katakan karna ia penasaran,setelah dapat ia mengeluarkan nya dan membuka isi nya.


"Surat dari pengadilan"gumam Zea sudah menebak apa isi dari surat tersebut.


Ia membuka surat tersebut dan membaca nya setelah itu ia mengambil bolpoin dan langsung menandatanginya. Setelah selesai ia segera membersihkan tubuh nya di kamar mandi.


Selesai mandi dan berpakaian rapi Zea keluar dari dalam kamar dengan tas yang ia bawa serta surat pengadilan tersebut karna ia akan langsung mengantarkan nya agar urusan dengan Bara cepat selesai.


"Bunda mau kemana lagi"tanya Alex menatap Zea sudah rapi.


"Ada urusan sebentar"jawab Zea di angguki Alex.


"Bunda pergi dulu"sambung Zea kembali melangkah kan kaki nya menuju garasi untuk mengambil mobil karna ia sendiri yang akan menyetir.


Mobil Zea pun keluar dari rumah menuju jalanan dengan tujuan ke pengadilan untuk mengantarkan surat cerai tersebut yang sudah lebih dulu di tandatangi oleh Bara jadi urusan nya akan lebih cepat selesai. Tiba di sana Zea keluar dari dalam mobil masuk ke dalam.


"Semoga ini yang terbaik untuk semua nya maaf kan aku Zea tidak bisa melanjutkan pernikahan mu ini tapi aku janji akan menjaga mereka bertiga dari jauh"gumam Zea melangkah dengan pasti serta tekad yang telah bulat.


Dua jam berada di dalam akhir nya urusan nya selesai karna Bara juga telah mengurus nya lehih dulu dan kini ia resmi telah bercerai dari Bara. Senyum Zea mengembang membawa surat resmi cerai di tangan nya dan langsung masuk ke dalam mobil ia segera melajukan mobil tersebut untuk kembali pulang ke rumah karna rencana nya hari ini ia akan habiskan di rumah untuk istirahat sebelum besok ia pergi liburan.


Mobil Zea tiba di rumah dan segera keluar dari dalam mobil ia menatap mobil yang tidak asing terparkir di halaman rumah.


"Bunda"panggil Alvin dengan senyum lebar saat Zea masuk ke dalam.


"Kapan kalian datang"tanya Zea ikut duduk bersama mereka.


"Belum lama"jawab Alvin di angguki Zea.


"Kalian sudah makan"tanya Zea.

__ADS_1


"Sudah bunda"jawab Alvin lagi.


"Ada apa ke sini"tanya Zea kini menatap Kenan dan Kevin yang duduk di depan nya dengan diam.


__ADS_2