
"Ini baju yang untuk anda pakai hari ini tuan".
Luna menunjuk baju yang sudah dipilihkannya pada Marvin.
Marvin hanya diam menatap kepada barang barang yang disiapkan Luna untuknya,'tidak buruk',batinnya waktu melihat pilihan yang disiapkan perempuan itu untuknya pagi ini.
"Saya akan keluar sekarang.Apakah ada yang anda perlukan lagi sebelum saya kembali keruangan saya".
" Bantu aku berpakaian dengan rapi sekarang",perintah Marvin pada Luna.
Mendengar perintah itu Luna terkejut.
"A..apa tuan?! Membantu anda berpakaian, memangnya anda tidak bisa melakukan itu sendiri?Anda bukan anak kecil lagi bukan?".
Mendengar hal itu Marvin langsung menatap tajam pada Luna dengan kesal.
"Apa kau tidak membaca apa saja tugasmu atau Sasa kurang jelas mengatakan padamu apa tugasmu sebenarnya sebagai sekretaris pribadiku nona Luna Adeline!".
Seketika Luna terdiam mendengar balasan Marvin atas protes yang diucapkannya.
"Sa..saya pikir saya hanya akan mengerjakan pekerjaan dokumen tidak sampai harus membantu anda seperti sekarang ".
"Itu tugas sekretarisku yang lain tapi kau adalah sekretaris pribadiku jadi tugasmu berbeda dari mereka.Kau lebih fokus membantu urusan pribadiku selama jam kerja".
Luna terdiam dengan wajah tertunduk mendengar semua ucapan Marvin.
"Sekarang cepat bantu aku berpakaian.Pagi ini aku ada rapat penting yang harus kuhadiri".
"Baik tuan".
Dengan gugup Luna mulai membantu Marvin memasangkan kemeja kerjanya dibawah tatapan tajam Marvin pada Luna ,membuat Luna semakin merasa gugup hingga tangannya sampai sedikit gemetar karenanya.
"Apakah ini pertama kalinya kau membantu seorang pria berpakaian nona Luna?",tanya Marvin tiba tiba yang membuat Luna terkejut karena terlalu berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakannya sekarang.
"Hah..itu..".
"Bukankah kau tadi bilang pernah bersama dengan pria atau jangan jangan kau mengatakan hal itu untuk menutupi keadaan mu sebenarnya yang masih...".
"Saya tidak ingin membicarakan urusan pribadi saya dengan orang asing",balas Luna.
"Kurasa kita tidak akan menjadi orang asing mulai sekarang bukan kah begitu nona Luna".
__ADS_1
Luna langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang memasangkan kancing kemeja Marvin.
"Apa anda biasa seperti ini dengan para sekretaris pribadi anda tuan Marvin?",.
"Bagaimana kalau kukatakan iya".
"Sepertinya anda harus mulai merubah kebiasaan anda ini karena saya dengar anda sudah menikah sekarang dan saya tidak ingin menjadi salah satu perempuan yang masuk dalam daftar hitam istri anda itu nantinya,karena saya sangat membutuhkan pekerjaan ini".
Mendengar semua itu bukannya marah Marvin malah tertawa cukup keras membuat Luna semakin kesal dibuatnya.
"Saya kesini untuk bekerja bukan untuk menjadi bahan tertawaan anda tuan Marvin!".
Mendengar hardikan Luna tiba tiba Marvin mencondongkan tubuhnya kearah Luna membuat Luna secara reflek Mundur kebelakang agar ada jarak diantara mereka.
Marvin tidak melakukan apapun waktu melihat Luna melakukan hal itu tapi tidak merubah posisinya yang condong kedepan agar tubuh mereka sejajar.
"Sepertinya mulai sekarang aku tidak akan merasa bosan dikantor karena ada kau nona Luna".
"Maksud anda?!".
Luna mulai merasa khawatir mendengar ucapan Marvin barusan.
"Tuan Marvin....apa anda berpikir saya seperti badut Dimata anda?!".
Luna benar benar geram pada pria didepannya itu sekarang.
"Mungkin saja",jawabnya tidak perduli.
Luna hampir membalas lagi perkataan Marvin tapi tertahan waktu ruang kerja pria itu diketuk dari luar.
"Iya!",jawab Marvin dengan mengkode Luna untuk menyelesaikan pekerjaannya barusan.
"Tuan Marvin tuan Garend baru saja memberitahu saya rapat akan dimulai sepuluh menit lagi".
Bodyguard Marvin yang berdiri diluar pintu mengatakan semua itu masih dari balik pintu luar ruangannya.
"Iya aku akan siap sebentar lagi".
"Baik tuan".
Luna yang juga mendengar apa yang dikatakan Bodyguard Marvin pada pria itu mau tidak mau menyelesaikan pekerjaannya. Marvin tidak lagi mengajak Luna bercanda bahkan dia keluar dari ruang istirahatnya sebelum Luna selesai memasangkan dasi pria itu hingga dengan terpaksa Luna membantu pria itu membetulkan dasinya sambil Marvin membaca berkas berkas pekerjaan bahan rapat pagi ini.
__ADS_1
"Sudah tuan",jawab Luna setelah selesai merapikan penampilan Marvin yang hanya diangguki oleh pria itu sebelum berjalan keluar dari ruangannya yang diikuti Luna dari belakang.
Diruang rapat semua orang sudah menunggu kedatangan pria itu yang langsung di kursi CEO dengan Luna disampingnya yang bertugas mencatat hasil rapat hati itu.
Luna benar benar melihat sosok lain Marvin waktu berada diruang rapat berbeda dengan dirinya yang malam itu sudah bersama Luna dan yang beberapa menit lalu masih menggodanya.
Sikap Marvin yang seperti itu membuat Luna merasa cukup kagum dengan kemampuan pria itu dalam menempatkan keadaan.
"Baiklah rapat pagi ini kita akhiri sekarang dan aku harap dalam beberapa hari lagi masalah yang kita bahas sekarang sudah kalian dapatkan hasil akhirnya kalau tidak kalian tau apa konsekuennya bukan!!".
Semua orang di ruang rapat itu tertunduk mendengar ucapan terakhir Marvin pada mereka.
"Aku tunggu hasil yang kalian kerjakan ini beberapa hari lagi".
Setelah mengatakan hal itu Marvin keluar dari ruang rapat diikuti oleh Luna dibelakangnya.
"Kau rangkum semua hasil rapat tadi lalu laporkan padaku setelah selesai",perintah Marvin yang dijawab anggukan oleh Luna.
"Apa ada hal lain yang anda ingin saya lakukan sekarang tuan selain mengerjakan hasil rapat tadi".
"Sementara tidak ada",jawab Marvin dengan berjalan keruangannya tapi waktu tiba didepan pintu ruangannya seorang bodyguard yang bertugas disana memberi laporan padanya.
"Nyonya besar ada didalam kantor anda sekarang tuan",lapornya pada Marvin yang membuat niat Marvin yang ingin langsung masuk kedalam kantornya tertahan lalu menoleh kearah Luna.
"Buatkan secangkir teh mawar dan bawakan cookies keju kekantorku secepatnya",perintah Marvin yang dijawab anggukan oleh Luna dengan cepat pergi untuk mengerjakan apa yang baru saja diperintahkan Marvin padanya.
Sementara itu Marvin masuk kedalam kantornya dengan wajah dingin.
"Mama...untuk apa lagi mama datang kemari?",tanya Marvin hanya lebih untuk basi basi.
"Sepertinya kau semakin tidak suka melihat aku datang menemuimu Vin",balas Elena Fox pada putranya.
"Aku hanya merasa lelah kalau mama datang kemari untuk membuat masalah lagi seperti sebelumnya".
"Jadi kau berpikir begitu tentang mamamu selama ini Vin".
"Ma...aku sudah cukup lelah mengurusi pekerjaanku akhir akhir ini kuharap mama berhenti menambahinya dengan hal hal tidak penting lainnya".
"Apa yang kau maksud hal tidak penting itu Vin kurasa kau yang menganggapnya seperti itu bahkan kau lebih mementingkan pekerjaan dari pada mencari istrimu yang hilang itu".
"Ma cukup perempuan itu bukan istriku!".
__ADS_1