Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
19. Mencoba Memulai dengan Pelan.


__ADS_3

Luna menatap Marvin yang juga menatapnya, tatapan mereka kembali bertemu dengan posisi yang sangat dekat.


"A..apa maksud ucapan anda?",tanya Luna gugup ditatap Marvin seperti itu.


"Tidak ada maksud spesifik tapi...".


Marvin sengaja menahan kata yang hampir saja dikatakannya pada Luna karena merasa kalau sekarang dia bilang bahwa dia ingat tentang siapa Luna sebenarnya dia khawatir perempuan itu akan langsung kabur sekarang juga darinya,jadi dia ingin mengatur strategi supaya bisa tau lebih banyak tentang perempuan yang sudah sempat menarik perhatiannya waktu itu.


Waktu itu Marvin sengaja meninggalkan kartu kreditnya agar hubungan mereka berlanjut tapi karena dia terlalu sibuk beberapa Minggu ini jadi sempat lupa tentang hal itu.


Sejak hari pertama kerja bersamanya sebenarnya Marvin curiga kalau Luna punya rahasia kenapa sampai dia berpenampilan jelek dihadapannya tapi saat itu dia tidak perduli meski selalu merasa ada ganjalan dalam hatinya setiap kali mereka dekat tapi Marvin pura pura tidak perduli dan setelah tau apa rahasia perempuan itu sekarang Marvin berniat akan pura pura tidak tau dulu tentang perempuan itu sampai Luna sendiri yang mengatakan hal itu tapi juga dia tidak berniat melepaskan Luna yang sudah berada dalam genggamannya sekarang meski dengan dalih pernikahan kontrak.


"Apa tuan Marvin?".


Marvin langsung menggeleng.


"Tidak ada ayo habiskan satu kaleng ini lalu sebaiknya kita beristirahat karena besok bukan akhir pekan".


mendengar itu Luna mengangguk.


"Maaf soal yang tadi".


"tidak papa,oh iya kalau kita hanya berdua berhentilah memanggilku dengan formal seperti itu".


Luna menatap Marvin heran.


"Jadi saya aku harus memanggil anda seperti apa?".


"panggil nama saja karena aku akan seperti itu padamu".


Mendengar itu Luna mengangguk.


"Jadi....berapa usiamu?".


"Kenapa tiba tiba anda menanyakan hal itu pada saya".


"bicaralah biasa seperti kau bicara pada temanmu dan kurasa wajar aku menanyakan hal itu.Apa kau merasa keberatan mengatakan nya padaku?".


" Tidak hanya saja..... mengapa tiba anda menanyakan hal itu malam ini tuan..".


"Marvin!",tergas Marvin kesal karena Luna masih saja bicara formal padanya.


"Iya Marvin".

__ADS_1


"Ya begitu rasanya lebih nyaman didengar sekarang".


Luna mengangguk mendengar perkataan Marvin dan dia merasa lega karena sepertinya Marvin mulai mencoba membuang sikap kakunya sekarang.


"kau benar Vin".


"Jadi bisa kau menjawab pertanyaanku tadi".


"Itu...".


Luna terlihat bingung menjawab keinginan Marvin meski sebenarnya Marvin hanya bertanya tentang umurnya saja.


Melihat sikap Luna Marvin tiba tiba berdiri dari duduknya membuat Luna terkejut dengan sikap Marvin yang kembali berubah karena keraguannya barusan.


"Vin..".


"Ini sudah malam tidurlah kau pasti lelah hari ini begitu juga aku karena terpaksa harus pulang mendadak dari dinas tadi".


Mendengar perkataan Marvin dengan nada kecewa Luna terpaksa ikut bangkit dari duduknya dan mengikuti pria itu dengan berjalan dibelakangnya menuju kamar.


"Luna...".


Panggil Marvin dengan tiba tiba berhenti membuat Luna yang berjalan tepat dibelakang pria itu terkejut dan hampir saja menabrak punggung Marvin.


Marvin berbalik menghadap Luna yang berdiri tepat dibelakangnya.


"Selamat malam,tidurlah yang nyenyak malam ini",ucapnya dengan sengaja menunduk kearah wajah Luna membuat Luna terkejut dan secara reflek langsung menutup matanya karena berpikir Marvin akan mencium bibirnya tapi setelah ditunggu ternyata bibir pria itu hanya menempel didahinya sekilas.


"Tidurlah",perintahnya dengan melepaskan kecupannya.


Mendengar perintah itu Luna membuka matanya dan langsung menatap kearah Marvin yang juga sedang menatap kearahnya dengan tatapan sulit diartikan sekarang.


Luna tidak tau ingin bicara apa karena seolah lidahnya kelu saat ini dan memilih mundur lalu berjalan menuju kamarnya yang diikuti oleh tatapan Marvin yang seolah menusuk punggungnya.


Setelah sampai kamar Luna langsung menutup pintu kamarnya dan lama berdiri dibelakang pintu karena merasa masih syok dengan apa yang dilakukan Marvin barusan padanya.


'Apa itu tadi,kenapa dia tiba tiba mencium dahiku.Apa ada yang salah dengan otaknya barusan', gumamnya karena bingung dengan sikap Marvin.


***


Sementara dikamar Marvin.


Marvin memegangi dadanya yang masih terasa berdebar debar sekarang karena apa yang baru saja dia lakukan.

__ADS_1


'Gila apa yang aku lakukan tadi kenapa aku malah hanya mencium keningnya bukan bibirnya padahal dia sudah pasrah ingin kucium tapi kenapa aku malah hanya mencium dahinya saja,sial padahal aku sangat ingin merasakan lagi bibirnya seperti malam itu.Apa otak mesum ku sudah berubah jadi otak seorang biksu sekarang'.


Marvin merasa kesal sendiri mengingat apa yang baru saja dilakukannya pada Luna tapi entah mengapa sejak mengetahui kalau Luna adalah gadis dimalam itu tadi perasaan Marvin seolah bukan hanya tentang ingin memiliki tubuh Gadis saja sekarang seperti waktu itu, tapi lebih ke hal lain dan sekarang Marvin belum tau jawaban untuk hal itu tapi dia bertekad dia akan berusaha membuat Luna nyaman dengannya agar dia bisa jujur sendiri nantinya tentang dirinya sebenarnya dan Marvin punya waktu 6 bulan untuk membuat mereka dekat secara utuh,batin Marvin.


**


Pagi harinya Luna baru saja selesai mandi dan sedang berpakaian tiba tiba sebuah pesan masuk kedalam ponselnya dari Marvin membuat dada Luna langsung berdebar kencang waktu membuka pesan itu.


"Bantu aku bersiap karena aku ada pertemuan pagi ini".


Membaca pesan itu perasaan Luna semakin berdebar dengan tangan sedikit gemetar Luna membalas pesan dari Marvin.


"Saya akan kekamar tuan setelah selesai berpakaian",balasnya lalu segera bersiap.


Setelah selesai berpakaian Luna segera pergi kekamar Marvin.


Diketuknya pelan pintu kamar pria itu yang langsung mendapat jawaban dari siempunya.


"Masuklah",perintah Marvin dari dalam.


Meski ragu Luna berjalan masuk kedalam kamar pria itu yang ternyata tidak ada didalam tapi terdengar suara air dari kamar mandi yang menandakan dia sedang berada disana.


Luna segera mengerjakan apa yang diperintahkan Marvin padanya lalu menunggu pria itu selesai mandi.


"Ini baju anda tuan".


Marvin mengangguk dan menyuruh Luna memasangkan bajunya seperti biasa.


"Apa tidurmu nyenyak tadi malam?",tanya Marvin waktu Luna sibuk memasangkan pakaiannya.


Luna tersentak mendengar pertanyaan tiba tiba yang diajukan Marvin padanya dan gugup waktu akan menjawabnya karena ingat apa yang tadi malam sudah terjadi diantara mereka.


"I..itu....".


"Lain kali kita minum bersama lagi kalau aku pulang lebih cepat atau kita bisa pergi makan malam bersama kapan kapan".


"Hah...makan malam berdua tapi kenapa?".


"Karena kita pasangan,bukankah memang harus seperti itu agar mamaku percaya hubungan kita bukan pura pura".


"Oh..anda benar tuan Marvin",jawab Luna dengan nada kecewa karena ternyata alasannya ingin mengajak makan diluar bersama hanya demi sang mama bukan demi dirinya,seperti harapannya.


Halo reader tolong tinggalkan jejak kalian setelah selesai membaca ya reader 🥰🥰.

__ADS_1


__ADS_2