
"Nona Luna ini ponsel baru yang anda minta kemarin pada saya",ucap Peter dengan menyerahkan ponsel kepada Luna.
"Terimakasih Peter",jawab Luna dengan menerima benda itu.
"Tuan Dion sudah menunggu anda untuk sarapan bersama",ucap Peter lagi yang diangguki oleh Luna lalu berjalan mengikuti Peter keruang makan.
Sampai diruang makan dilihatnya Dion sudah berada disana sedang menikmati sarapannya.
"Morning Dad",sapa Luna dengan duduk dihadapan Dion.
"Pagi,kau siap untuk pergi bertemu klien pagi ini?",tanya Dion dengan menelisik penampilan Luna yang terlihat sudah rapi.
Luna mengangguk sambil memakan sarapan yang disiapkan oleh Mery untuknya.
"Iya dan semoga saja aku tidak terlalu gugup nantinya disana",jawabnya pada Dion.
"Kau dengarkan saja pembicaraan kami untuk tau apa yang sedang kami bahas nanti".
Luna kembali mengangguk dengan tetap menyantap makanan dipiringnya.
"Ayo kita berangkat",ajak Dion setelah melihat Luna selesai menyantap sarapannya.
Mereka berdua masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka didepan halaman.
"Apa ini mobil baru Daddy?",tanya Luna karena melihat mobil yang mereka berdua gunakan berbeda dari mobil yang biasanya dipakai oleh Dion selama ini.
"Hadiah dari seseorang sebagai ucapan terimakasih",jawab Dion dengan menyuruh supir untuk segera pergi dari sana.
Waktu mereka sudah keluar dari pagar halaman rumah Dion tanpa Luna sadari ada dua mobil yang mengikuti kepergian mereka saat itu.
"Hari ini Jadwal kita hanya ikut aku bertemu klien ini,lalu kau boleh kembali kerumah".
"Apa aku tidak perlu pergi kekantor untuk bekerja Dad?".
Dion menggeleng.
__ADS_1
"Sebagai awal hanya menemaniku bertemu klien saja lalu selanjutnya kau bisa ikut aku pergi kekantor",terang Dion yang diangguki oleh Luna.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mereka tiba ditempat yang dituju.
Sebuah Restoran yang terletak agak dipinggir kota yang menjadi tempat pertemuan Dion dan kliennya kali ini.
"Ayo masuk",perintah Dion lalu keluar dari mobil dengan diikuti Luna disampingnya.
Mereka berdua masuk kedalam restoran dan langsung menuju ruangan VIP restoran yang sepertinya sudah dipesan untuk pertemuan mereka kali ini".
"Tuan Thomson Grand",sapa Dion pada pria paruh baya yang sudah ada didalam ruangan itu.
"Halo Tuan Dion Lancaster senang akhirnya anda setuju bertemu dengan saya sekarang",balas pria itu dengan bangkit dari duduknya lalu menyalami tangan Dion dengan erat.
"Oh iya kenalkan ini putri saya Luna anda sudah pernah bertemu dengannya bukan dulu".
Pria bernama Thomson itu lalu menatap kearah Luna yang dibalas anggukan sebagai tanda sopan oleh Luna.
"Dia sekarang sudah besar dan juga cantik",puji pria itu dengan menatap Luna dari atas kebawah membuat Luna merasa tidak nyaman ditatap seperti itu.
"Jadi...berapa usia putrimu sekarang tuan Dion?",tanya Thomson waktu mereka semua sudah duduk dimeja.
"Sekitar 23 tahun tuan".
"Oh rupanya hanya berbeda beberapa tahun dari usia putraku yang tertua".
"Maksud anda Carles?".
Thomson mengangguk.
"Sayang hari ini dia tidak bisa ikut tapi tidak masalah karena lain kali mereka bisa saling kenal".
Dion hanya mengangguk mendengar itu sementara Luna memilih diam sambil sesekali melirik kearah pria bernama Thomson Grand itu yang menurutnya bukan pria baik.
"Apa anda sudah mempersiapkan berkas kerjasama kita tuan Thomson?",tanya Dion yang diangguki oleh pria bernama Thomson itu dengan ekspresi yang tidak disukai Luna karena setiap kali menjawab pertanyaan Dion pria setengah baya itu juga melirik kearah Luna dengan sorot mata sulit diartikan.
__ADS_1
"Oh iya sebelum kita membicarakan tentang kerjasama bagaimana kalau kalian minum teh dulu.Teh disini terkenal sangat enak karena itu kalian wajib mencobanya".
Dion kembali mengangguk dan menerima gelas yang diberikan oleh pelayan restoran itu pada nya begitu juga Luna yang langsung menyicipi teh dari cangkirnya tanpa merasa curiga sedikitpun.
"Bagaimana nona Luna bukankah tehnya terasa enak?",tanya Thomson Grand yang hanya di jawab anggukan oleh Luna,tapi sebelum dia sempat menghabiskan teh didalam cangkirnya tiba tiba dia merasa sangat pusing dan hampir terjatuh dari kursinya kalau tidak ada yang menahan tubuhnya dan Luna tidak tau siapa yang melakukan itu karena dia sudah pingsan.
"Anda?!",tanya Dion terkejut melihat pria yang menangkap Luna barusan.
"Apakah dia yang akan menjadi calon istriku papa?",tanya pria berpenampilan gembul dengan postur sedikit pendek seperti postur Thomson Grand.
"Iya dia calon istrimu Carles bagaimana cantik bukan?",tanya Tomson dengan tersenyum kearah putranya itu yang s karang sedang menopang tubuh Luna yang pingsan.
"Iya dia sangat cantik aku menyukainya jadi papa bereskan perjanjian dengan dengan tuan Dion secepatnya sementara aku akan membawa calon istriku ini jalan jalan sebentar sebelum pulang kerumah",ucapnya dengan meminta anak buahnya untuk membawa Luna keluar dari ruangan itu.
"Anda tidak akan menyakiti putri saya bukan tuan Thomson?",tanya Dion dengan ekspresi khawatir waktu melihat tiga pria membawa Luna keluar dari ruangan itu.
"Jangan khawatir seperti itu tuan Dion.Kau dengar apa yang tadi dikatakan putraku bukan dia sangat menyukai putrimu yang cantik itu jadi akan aku pastikan dia baik baik saja bersama putraku itu dan sekarang bukankah kau ingin kita menandatangani perjanjian investasi ini agar perusahaanmu selamat dari Vailid".
"Iya tuan tapi anda harus benar benar berjanji untuk tidak menyakiti putri saya,karena bagaimanapun dia putri semata wayang saya".
"Oh ayolah tuan Dion,apa kau pikir aku ini manusia kejam sampai tega menyakiti gadis muda yang cantik itu".
"Saya hanya ingin memastikannya tuan Thomson".
"Ya aku tau,jadi sekarang ayo selesaikan ini lalu kau bisa segera menyelesaikan masalah dalam perusahaanmu dan aku juga harus mempersiapkan pesta pernikahan untuk putraku dan putrimu itu".
Dion hanya mengangguk lalu mulai menandatangani berkas berkas itu karena dipikirannya sekarang menyelamatkan perusahaan yang sudah dibangunnya sejak puluhan tahun itu adalah prioritas utama tanpa perduli apa yang dilakukannya bisa membahayakan Luna.
Thomson Grand menatap berkas berkas kerjasama yang baru saja mereka tandatangani itu dengan tersenyum cerah.
"Dengan ini mulai sekarang kita resmi menjadi rekan bisnis dan keluarga.Aku akan menyiapkan pesta pernikahan untuk anak anak kita lalu kalau semua urusan sudah beres dan mereka akan menikah kau boleh datang ketempatku sebagai wali putrimu".
"Iya senang bekerjasama dengan anda tuan Thomson dan sebagai ayah Luna saya titipkan Luna pada anda mulai sekarang.Sampai jumpa lagi saat pernikahan mereka berdua".
Setelah itu mereka berdua berjabat tangan sebagai tanda perpisahan dan peresmian kerjasama mereka itu.
__ADS_1
Mohon tinggalkan like dan komen kalian reader🥰🥰.