Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
32.Keterangan Sela.


__ADS_3

Marvin duduk dikafe bersama Sela dan Garend yang datang bersama Sela.


Marvin menghela nafas keras melihat Garend begitu posesif pada perempuan yang menjadi kekasihnya itu sekarang hingga membuatnya kesal.


"Aku hanya ingin bicara dengannya bukan untuk merayunya Rend",ucapnya dengan menatap Garend tajam.


"Aku tau tapi aku tetap merasa khawatir karena bisa saja kau tiba tiba berubah pikiran lalu mencoba...".


"CK", decak Marvin kesal dengan tingkah Garend sekarang.


"Aku hanya ingin menanyakan tentang Luna pada kekasihmu ini dan kami melakukannya juga ditempat umum yang banyak orang apa kau masih curiga juga padaku!",hardik Marvin kesal.


"Itu tetap saja bisa terjadi Vin",balas Garend membuat Marvin tidak bisa lagi menahan emosinya pada temannya itu.


"Garend bagaimana pun aku ini bosmu jadi apa pantas kau mencurigaiku seperti ini .Selain itu sekarang masih jam kantor apa kau sudah bosan bekerja diperusahaanku sampai lebih memperdulikan menemani kekasihmu dari pada bekerja untuk bisa menghidupinya".


"Vin kau sedang mencoba mengancamku karena sedang kesal gara gara Luna menghilang bukan sekarang!?".


"Tidak aku serius kalau kau masih ingin tetap disini silahkan tulis surat pengunduran dirimu setelah pulang dari sini",jawab Marvin dingin.


Garend ingin menjawab perkataan Marvin tapi segera dicegah Sela.


"Sayang kembalilah biarkan kami bicara berdua saja karena aku yakin itu akan terasa lebih nyaman".


"Tapi sayang...".


"Garend apa kau benar benar ingin berhenti bekerja sekarang",tekan Marvin lagi yang membuat Garend tepaksa berdiri dengan wajah kesal


"Baiklah aku akan meninggalkanmu bersama kekasihku tapi awas kalau kau berani macam macam padanya Vin",ancam Garend.


"Kembali kekantor sekarang juga!",bentak Marvin keras tanpa perduli orang orang dikafe itu langsung menoleh kearah mereka karena mendengar suara keras Marvin.


"Iya bos",jawab Garend dengan mencium pipi Sela lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah Garend pergi Marvin mengalihkan tatapannya kearah perempuan didepannya itu .


"Jadi...apakah kau dan Luna sudah lama saling kenal?",tanya Marvin sebagai pembuka percakapan dengan kekasih Garend itu.


"Iya...tepatnya kami berteman akrab sejak diUniversitas sampai sekarang".


"Cukup lama,jadi kau pasti tau banyak tentang Luna bukan?",tanya Marvin lagi.


"Ya...cukup banyak meski tidak keseluruhan karena meski kami dekat Luna tetap membatasi dirinya denganku".


"Maksudmu?".

__ADS_1


"Seperti dalam hal pergaulan.Dia tidak pernah mau ikut aku dan yang lain kalau kami ajak keklub".


Mendengar itu Marvin jadi ingat apa yang dikatakan Luna waktu mereka pertama bertemu malam itu bahwa dia jarang pergi keklub yang waktu itu dianggap Marvin sebagai kebohongan tapi sekarang dia merasa sangat bersyukur soal itu karena itu berarti Luna sangat membatasi pergaulannya.


"Apa ada alasan tertentu kenapa dia menolak ajakan kalian",tanya Marvin penasaran.


"Daddynya".


"Maksudmu?",tanya Marvin merasa bingung dengan ucapan Sela.


"Daddynya selalu menyuruh orang untuk mengawasi semua gerak gerik Luna karena itu Luna memilih diam dengan tidak ikut kami pergi karena pernah waktu dia ikut kami keklub besoknya pegawai Daddynya langsung mengajak Luna pulang kerumahnya dan cukup lama Luna tidak kembali lagi ke Asrama",terang Sela yang membuat Marvin semakin penasaran dengan Luna.


"Lalu apa kau tau kalau sekarang Luna menghilang?",tanya Marvin pada Sela yang dijawab anggukan oleh Sela.


"Garend memberitau ku sebelum mengajakku bertemu dengan anda tuan Marvin".


"Jadi kau tau bukan alasanku mengajakmu bicara sekarang".


Lagi lagi Sela mengangguk.


"Saya akan berusaha membantu anda sebisa mungkin".


"Terimakasih sebelumnya,jadi bisakah kau beritau aku kira kira apakah ada orang yang ingin berbuat jahat pada Luna dengan menculik gadis itu".


Sela terdiam dan seperti sedang mengingat ingat apa saja yang dikatakan Luna padanya selama ini.


"Tapi...Apa itu berarti ada?",tanya Marvin khawatir.


"Mungkin saja Daddynya yang sudah melakukan itu padanya".


"Daddynya tapi sekarang Luna bukan lagi seorang mahasiswa jadi untuk apa dia melakukan itu".


"Apa Luna Belum bercerita pada anda alasan dia berpenampilan jelek seperti itu?",tanya Sela yang langsung dijawab gelengan oleh Marvin.


"Aku sempat bertanya tapi dia belum mau jujur waktu itu dan aku berpikir mungkin dia belum siap untuk mengatakannya karena itu aku tidak berniat memaksanya.Tapi d


sekarang aku sedikit menyesal karena mungkin saja alasan dibalik penampilannya itu yang membuatnya menghilang sekarang".


"Mungkin saja tuan karena waktu datang kemari Luna memang sedang dalam misi kabur".


"Hah misi kabur!Dari apa?",tanya Marvin bingung.


"Dari perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan rekan bisnisnya".


"HAH!!maksudmu Luna akan dijodohkan oleh ayahnya begitu?!",tanya Marvin dengan ekspresi terkejut yang dijawab anggukan oleh Sela.

__ADS_1


"Benar tuan tapi Luna menolak karena itu dia kabur".


"Lalu siapa calon suaminya itu kenapa dia menolaknya?",tanya Marvin semakin penasaran dan kesal karena sekarang dia sedikit punya dugaan siapa yang sudah menculik Luna kalau bukan ayah Luna maka calon suami Luna yang ditinggalkannya waktu itu.


Sela menggelengkan kepala.


"Saya tidak tau tuan karena Luna bilang dia belum pernah bertemu dengan calon suaminya itu waktu kabur, yang pasti dia klien dari ayah Luna".


Marvin semakin merasa tidak suka mendengar apa yang dikatakan Sela karena itu membuatnya harus berusaha mencari tau sendiri siapa pria yang akan dinikahkan dengan Luna itu.


"Jadi apa menurutmu ada kemungkinan sekarang yang membawa Luna itu ayahnya atau calon suaminya".


"Mungkin mereka berdua tuan".


"Tapi Luna sudah menyamar sedemikian rupa apakah masih ada yang bisa mengenalinya",gumam Marvin heran.


"Mungkin saja dia sempat melepas penyamarannya lalu orang dari pihak ayahnya melihat itu lalu mengenalinya".


"Huffft".


Marvin menghela nafas dan mencoba mencerna untuk mencari titik terang dari masalah menghilangnya Luna sekarang.


"Apa kau tau dimana alamat rumah keluarga Luna Sela?",tanya Marvin yang dijawab gelengan oleh Sela.


"Sudah saya bilang Luna sedikit tertutup untuk masalah pribadi tuan Marvin jadi saya tidak tau dimana tempat tinggal keluarganya".


"Tapi mereka pasti bukan orang biasa bukan karena dari apa yang kau katakan dan dari penilaianku dia pasti berasal dari keluarga kaya".


"Ayahnya seorang pengusaha yang dulu cukup terkenal hingga membuat kami selama kuliah memanggilnya princes karena selalu ada pengawal yang berada tidak jauh darinya yang ditugaskan ayahnya untuk menjaganya".


"Pengusaha?Apa kau tau mereka bergerak dibidang apa atau mungkin nama perusahaannya karena itu akan semakin mudah bagiku untuk mengetahui keberadaannya".


Lagi lagi Sela menggeleng.


"Saya tidak tau dan tidak pernah berpikir itu akan berguna jadi saya tidak pernah menanyakan dengan detail apa perusahaan ayahnya".


Mendengar itu Marvin hampir saja putus asa sampai Sela Kembali bicara.


"Tapi mungkin saja dari nama keluarganya bisa sedikit membantu tuan Marvin".


"Nama keluarga maksudmu?".


"Lancaster,nama asli Luna adalah Luna Lancaster mungkin anda pernah dengar nama itu tuan Marvin".


Tinggalkan Like komen kalian ya reader🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2