Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
27. Bertemu Mertua.


__ADS_3

"Istirahatlah saja nanti dikantor jangan memaksakan diri kalau memang kau merasa tidak nyaman",saran Marvin sebelum mereka turun dari mobil.


"Aku baik baik saja jangan cemas hanya karena ini",jawab Luna dengan berjalan keluar dari mobil lalu berjalan lebih dulu masuk kedalam kantor Marvin Corp.


"Dasar perempuan keras kepala",gerutu Marvin dengan ikut keluar dari mobil lalu masuk dengan menggunakan lift khusus direktur karena Luna lebih memilih bergabung dengan para karyawan yang lain dibandingkan satu lift dengannya sekarang yang membuat Marvin semakin sebal.


"Pagi bos",sapa Garend dengan masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan bersama Marvin.


"Hemmm",balas Marvin dingin.


"Kenapa denganmu pagi ini .Apa tidak terjadi hal baik kemarin bersama sekretarismu itu?",celetuk Garend.


"Terjadi hal baik tapi aku tetap kesal karena dia tetap keras kepala bahkan lebih keras kepala dari sebelumnya padahal saat kami bercinta dia bisa menjadi perempuan yang sangat berbeda dari sekarang".


"Apa!Bercinta kau dan dia!",teriak Garend terkejut dengan ucapan Marvin.


"Hemm",jawab Marvin tapi hanya dengan gumaman.


"Bagaimana bisa?",tanya Garend reflek karena merasa tidak percaya.


"Tentu saja bisa karena aku dan dia sama sama normal bukankah kamu juga bisa bercinta dengan kekasihmu".


"Bu..bukan seperti itu maksudku Vin tapi...".


"Sudahlah aku tidak ingin membahas hal ini sekarang karena....".


Belum selesai Marvin bicara tiba tiba ponselnya berbunyi lalu dia segera mengangkatnya waktu tau siapa yang menghubunginya.


"Ya Luna ada apa ",jawabnya dengan nada lembut membuat Garend yang masih berada disampingnya sampai ternganga mendengar nada suara Marvin untuk Luna.


"Tuan Marvin...dikantor anda ada nyonya Fox sekarang...".


Mendengar apa yang dikatakan Luna ekspresi Marvin langsung berubah dari yang lembut menjadi gugup.


"Mama?!Apa kau bersamanya sekarang?!",tanya Marvin dengan nada khawatir.


"Iya...aku sedang bersama nyonya Fox dikantor anda".

__ADS_1


"Diam disana aku segera sampai dan jangan katakan apapun kalau dia bertanya padamu",perintah Marvin.


"Hah tapi kenapa?".


"Bisakah kau tidak membantah dan menuruti saja apa yang aku katakan!Aku akan segera kesana sekarang!".


"Baiklah tuan Marvin",jawab Luna dengan bingung pada perintah Marvin.


"Siapa?",tanya Garend yang melihat ekspresi Marvin tampak gugup dan khawatir meski dia sebenarnya sudah dengar pembicaraan antara Luna dan Marvin ditelpon barusan.


"Kuharap kali ini mama tidak membuat ulah pada Luna sampai aku tiba diruanganku",gumam Marvin lebih kepada diri sendiri dari pada menjawab ucapan Garend.


"Kenapa kau begitu khawatir Tante Alena menyakiti Luna bukankah kau sangat mengenal bagaimana sifat mamamu Vin".


"Itu benar karena itu aku khawatir dan aku heran kenapa lift ini berjalan begitu lambat apakah ada bagian dari lift ini yang bermasalah".


"Kurasa bukan liftnya yang bermasalah tapi otakmu sekarang yang sedang bermasalah",balas Garend dengan keluar dari dalam lift yang terbuka tidak lama setelah Marvin mengeluh tentang liftnya.


***


Sementara itu diruangan Marvin.


"Entahlah nyonya",jawab Luna yang membuat nyonya ALena mengerutkan keningnya mendengar jawaban perempuan berpenampilan tidak menarik itu.


"Apa maksudmu dengan menjawab seperti itu?",tanya nyonya Alena tidak mengerti.


"Saya cukup sadar diri dengan kondisi fisik saya yang pasti nyonya pandang sangat tidak layak bersama dengan putra anda sekarang".


"Hemmm..itu kau sadar".


"Tapi bukankah penampilan fisik bisa saja menipu nyonya".


"Maksudmu?".


"Ini bukan lagi zaman Marline Monroe jadi kalau hanya penampilan saya yang menjadi tolak ukur ketidak pantasan saya menjadi pasangan Marvin saya sangat tidak setuju".


"Lalu apa kau punya kelebihan yang bisa kau banggakan padaku dan juga putra ku karena kau tau bukan siapa seorang Marvin Fox".

__ADS_1


"Iya..nyonya mungkin saya sekarang tidak punya apapun yang bisa saya banggakan selain keberanian saya dalam berbicara dengan Anda".


"syukurlah kau sadar diri, lalu apa kau sudah berpikir untuk mundur sekarang karena kau tau bukan sebenarnya Marvin sudah menikah sebelum bertemu denganmu dan aku rasa itu cukup mengganggu dirimu jangan bilang tidak karena aku tidak akan percaya".


"Itu benar nyonya karena itu salah satu alasan saya belum bisa yakin dengan perasaan tuan Marvin pada saya".


"Hah!Apa kau mau bilang kalau Marvin tertarik serius padamu begitu?!".


"Bukan saya yang bilang tapi tuan Marvin sendiri yang mengatakan itu dan karena saya tidak percaya dia bilang dia akan membuktikan tentang perasaannya pada saya".


mendengar itu nyonya Alena tanpa sadar langsung menekan pelipisnya karena tidak menyangka akan mendapatkan jawaban yang tidak sangat ingin didengarnya dari perempuan yang diakui Marvin itu sebagai istrinya.


"Ini gila,dan aku belum bisa mempercayainya kalau belum melihat buktinya. Sekarang telpon Marvin katakan aku berada disini. Kalau dia memang punya perasaan istimewa padamu dia pasti akan langsung datang kesini untuk menemui kita karena khawatir aku akan menjahatimu".


"Baik nyonya".


Setelah mengatakan itu Luna langsung menghubungi Marvin seperti permintaan Mama pria itu.Luna sengaja mengeraskan pembicaraannya dengan Marvin agar nyonya Alena percaya ucapannya dan waktu Marvin menjawab dengan nada khawatir karena Luna bersama nyonya Alena.Nyonya Alena hanya bisa menekan pelipisnya dengan semakin keras.


"Ini benar benar gila.Apa yang kau lakukan sampai putraku yang dingin dengan perempuan itu begitu menghawatirkan mu hanya karena aku mengajakmu ngobrol",gerutu nyonya Elena kesal.


"Saya tidak melakukan apa apa nyonya jadi anda jangan khawatir karena itu tidak baik untuk kondisi kesehatan anda".


"Jangan pura pura perduli padaku. meski Marvin menyukai mu tapi aku belum mengakui mu karena aku masih berharap menantuku yang lain itu kembali".


"Maaf tapi saya benar benar perduli pada anda bukan karena tuan Marvin tapi karena....saya sudah tidak punya seorang ibu sejak masih sangat muda. Jadi sejujurnya saya sedikit iri dengan tuan Marvin karena dia sangat disayangi oleh mamanya".


"Jadi kau sudah tidak punya ibu?".


"Iya nyonya".


"Lalu apa kau berharap aku mengakui mu sebagai menantuku dengan sengaja mengatakan hal itu sekarang?".


"Sayaingin nyonya tapi kalau sekarang saya takut saya terlalu serakah.Jadi sekarang saya hanya berharap anda tidak membenci saya itu saja sudah cukup".


"Astaga...aku tidak menyangka ternyata meski penampilanmu tidak menarik tapi tutur bahasamu ternyata sangat sopan dan menyebalkan,tapi tidak masalah karena itu membuatku jadi ingin bertemu lagi denganmu untuk ngobrol",ucap nyonya Alena lalu bangkit dari duduknya yang diikuti oleh Luna dibelakang perempuan itu.


"Anda ingin pergi Sekarang?Bukankah anda bilang ingin menunggu tuan Marvin karena ada masalah penting yang ingin anda diskusikan".

__ADS_1


"Lain kali saja",jawab Alena lalu pergi meninggalkan ruangan Marvin dengan diantar Luna sampai depan pintu.


Maaf baru Up🙏🙏


__ADS_2