Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
70. Akhirnya Selesai.


__ADS_3

Tap.... tap ....Luna berjalan dengan sangat tergesa gesa dilorong rumah sakit setelah mendengar Khabar kalau Marvin dibawa kerumah sakit satu jam yang lalu.


"Luna kenapa kau berjalan secepat itu bagaimana kalau....".


"Bagaimana kondisi Marvin ma?",tanyanya dengan menggenggam erat kedua tangan Elena Fox yang sedang berdiri di depan ruang rawat Marvin


"itu.....".


belum sempat Elena menyelesaikan kalimatnya tiba tiba Luna sudah mendorong pintu rawat Marvin dengan sangat keras lalu tergesa gesa masuk kedalam ruangan dengan air mata yang mengalir deras dipipinya.


"Marvin!",panggilnya dengan keras membuat Marvin dan Garend yang sedang bicara serius tersentak lalu menoleh kesumber suara.


"Luna!".


"Sayang ....."


Marvin dan Garend memanggil secara berbarengan kearah Luna yang langsung membeku waktu melihat kondisi Marvin yang sedang duduk ditepi ranjang rumah sakit.


"Siapa yang melakukannya?!",tanyanya dengan mendekat kearah Marvin yang wajahnya penuh lebam.


"ini ...aku tidak papa sayang hanya sedikit lebam tapi....".


"Bisa biasanya kau bilang tidak papa bagaimana kalau wajahmu tidak bisa pulih lagi seperti semula!",teriak Luna dengan marah waktu melihat wajah Marvin yang bengkak.


"Sayang aku benar tidak papa ini akan sembuh dalam beberapa hari dokter juga sudah mengoleskan salep keluka lukaku meski bentuknya cukup mengerikan tapi rasanya tidak sesakit itu".


"Buka mulutmu!",perintah Luna tiba tiba yang membuat Marvin bingung tapi tetap melakukannya sementara Garend memilih menyingkir dari ruangan itu tidak ingin mengganggu Marvin dan Luna.


"Aaa....bajaimana cayang cudah beyum".ucap


Marvin dengan membuka mulutnya lebar lebar seperti permintaan Luna yang seolah sedang memeriksa setiap inci dalam mulutnya.


"syukurlah semuanya masih sempurna tidak ada satupun gigimu yang tanggal Vin",jawab Luna lalu Marvin segera mengatupkan mulutnya yang sudah terasa sedikit pegal karena harus menganga sangat lebar barusan.


"Sudah kukatakan aku baik baik saja sayang jangan terlalu khawatir dengan penampakan lebam ini karena dokter sudah memeriksa seluruh kondisi Fisikku dan semuanya sangat normal bahkan kurasa terlalu normal sekarang karena baru berdekatan denganmu saja ada bagian tubuhku yang sudah langsung bangun",jawab Marvin dengan menarik Luna mendekat kearahnya lalu langsung memagut bibir Luna dengan rakus tanpa memperdulikan lebam yang ada diwajahnya tapi ketiga Marvin bermaksud menempelkan tubuh Luna kebagian tubuhnya yang bangun karena merindukan istrinya itu tiba tiba Luna langsung mendorong tubuh Marvin dengan cukup keras.


"Hentikan Vin! kita tidak boleh melakukannya sekarang",tolak Luna yang membuat Marvin langsung mengerutkan dahinya heran dan juga sedikit kecewa.


"Kenapa sayang?ini ruang perawatan privat jadi aman. Tidak akan ada yang maksud kesini dengan tiba tiba kalau itu yang kau khawatirkan Luna",ucap Marvin dengan mencoba kembali menarik tubuh Luna mendekat supaya dia bisa memeluknya tapi Luna langsung menggeleng.

__ADS_1


"Bukan itu masalahnya Vin tapi menurut dokter kita memang tidak boleh bercinta untuk sementara waktu ini".


"Hah!Tapi kenapa?Apa selama aku pergi kau mengalami sakit serius sayang?",tanya Marvin yang menatap Luna dengan ekspresi khawatir.


"Iya aku sempat tidak enak badan beberapa hari yang lalu tapi masalahnya sebenarnya bukan itu".


"Lalu?".


Luna mendekat kearah Marvin lalu meraih tangan pria itu dan menyentuhkannya keperut ratanya membuat Marvin seketika membelalakkan matanya tidak percaya.


"Sayang.....apa maksudnya ini? Apa ini sama yang ada di pikiranku kalau kau sekarang sedang.....".


"Ya...aku sedang hamil anak kita Vin"jawab Luna dengan menatap kearah Marvin yang langsung terdiam tapi tatapannya yang menatap kearah Luna tidak bisa menutupi kalau dia merasa sangat bahagia mendengar hal itu.


Dengan penuh cinta direngkuhnya tubuh Luna kedalam pelukannya lalu membenamkan wajahnya keperut Luna dengan penuh perasaan.


"Makasih sayang ini benar benar kejutan yang sangat luar biasa.Aku sangat bahagia",ucap Marvin dengan memeluk Luna erat.


"Aku juga Vin tapi juga sempat khawatir waktu mereka bilang kau mengalami musibah dan dirawat dirumah sakit perasaanku sempat kacau dan khawatir calon anak kita tidak akan bisa melihat wajah Daddynya nanti".


"Itu tidak akan pernah terjadi sayang karena mulai sekarang dan seterusnya aku akan berusaha berada didekatmu".


***


"berhenti terus berjalan mondar mandir seperti orang linglung!",bentak Elena Fox keras membuat Marvin dan Dion Lancaster seketika berhenti lalu duduk dikursi tapi baru semenit mereka kembali bangkit lalu duduk lagi saat melihat tatapan tajam yang diberikan Elena Fox pada mereka.


Setelah penantian yang terasa amat panjang bagi mereka semua akhirnya ruang operasi dibuka dan dokter kandungan terbaik yang menangani Luna keluar dari ruang operasi untuk menemui seluruh orang yang menunggu diluar ruang operasi.


"Tuan Marvin Fox".


Marvin segera mendekat kearah dokter yang menangani operasi persalinan Luna


"Iya dokter bagaimana kondisi istri saya apakah operasinya lancar?",tanya Marvin dengan wajah cemas.


"Semua bisa diselesaikan dengan baik dan selamat untuk anda karena sudah menjadi seorang Daddy untuk seorang putri kecil".


"Jadi cucu saya seorang perempuan Dok",tanya Elena Fox dengan wajah sangat bahagia.


"Iya nyonya,Selamat anda sudah menjadi seorang nenek dan untuk anda juga tuan Dion selamat sudah menjadi seorang kakek".

__ADS_1


"Terimakasih dokter",jawab Marvin dengan menjabat tangan dokter tersebut.


Tak lama setelah itu Luna dipindahkan keruang perawatan khusus bersama putri kecil mereka dengan seorang perawat khusus yang ditugaskan untuk membantu Luna menjaga bayi kecilnya supaya kondisinya cepat pulih.


"Sayang....",panggil Marvin dengan mendekat kearah Luna yang terbaring lemah di ranjang perawatan.


"Vin sekarang kita sudah menjadi orang tua aku Sangat bahagia Vin".


"Aku juga sayang",jawab Marvin dengan mengecup lembut puncak kepala Luna dengan penuh cinta.


***


Setelah mendapat perawatan terbaik dirumah sakit pasca operasi melahirkan akhirnya Luna diijinkan pulang kerumah keluarga Fox.


Sampai didepan rumah keluarga Fox Luna terkejut karena didepan rumah bukan hanya Itu Elena Fox yang menyambut kedatangannya dengan wajah bahagia tapi juga ada Dion Lancaster Daddynya.


Luna yang melihat sosok sang Daddy disana lalu menoleh kearah Marvin.


"Aku yang meminta Daddymu untuk datang sayang karena saat bahagia seperti ini rasanya baru lengkap kalau seluruh keluarga berkumpul dan aku rasa putri kecil kita juga mengharapkan kamu dan kakeknya rukun kembali jadi nanti dia juga bisa merasakan kasih sayang kakeknya selain kasih sayang neneknya,kamu tidak marah kan sayang aku melakukan ini".


Luna menggeleng.


"Terimakasih Vin karena kau sudah sangat mengerti aku".


Lalu Luna turun dari mobil dengan dibantu oleh Marvin dan orang yang menyambutnya pertama kali adalah Dion Lancaster yang bermaksud meraih tangan Luna untuk dijabatnya tapi Luna segera merengkuh tubuh tua milik Dion Lancaster dengan erat.


"Terimakasih Daddy mau datang kesini",ucap Luna dengan mata berkaca kaca.


"Maaf sudah menjadi Daddy yang buruk untukmu selama ini Luna, tapi aku berjanji akan menebusnya dengan menjadi kakek yang baik untuk cucuku mulai sekarang Luna".


"Apa hanya kau saja yang ingin karena aku juga akan berusaha menjadi nenek yang baik untuk cucu kecil ku nanti".


Suasana dirumah keluarga Fox benar benar diliputi kebahagiaan karena hadirnya malaikat kecil ditengah keluarga mereka.


TAMAT


Terimakasih untuk teman teman yang sudah membaca karya ku yang ini reader.Jangan bosan untuk terus memberi dukungan disetiap novel autor ya reader 🥰🥰🙏


Tolong baca juga karyaku yang lain ya.

__ADS_1


Mohon mampir juga dikaryaku yang paling baru, yang sengaja aku tulis sebagai teman selama puasa semoga tertarik🥰🥰



__ADS_2