Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
23.Ungkapan Perasaan Marvin.


__ADS_3

"Vin Stop....",pinta Luna dengan nafas yang sudah sangat terengah engah karena Marvin terus saja mencium bibirnya tanpa henti.


Marvin menyerusukkan wajahnya keceruk leher Luna dengan mencoba mengatur nafas dan juga gairahnya yang hampir tidak bisa dikendalikannya sekarang.


"Bisakah mulai sekarang kita berhenti pura pura",ucapnya tiba tiba dengan tetap diposisi itu.


"Maksudmu?",tanya Luna bingung.


"Sepertinya aku semakin tidak bisa untuk pura pura tidak punya perasaan apa apa padamu Luna".


"Tapi itu hanya kejadian satu malam dan....".


"Tapi waktu itu aku sebenarnya tidak berniat hanya membuatnya menjadi kejadian satu malam karena itu aku sengaja meninggalkan kartu kreditku untukmu dan berharap kau akan memakainya tapi ternyata kau tidak pernah memakainya, kenapa?".


"Itu....",Luna tampak ragu ragu ingin mengatakan alasannya pada Marvin.


"Apa karena kau berpikir aku membayar apa yang sudah kita lakukan malam itu?",tanya Marvin kesal dengan mengangkat kepalanya kearah Luna yang mencoba memalingkan wajahnya agar Marvin tidak bisa melihat apa yang dirasakannya sekarang.


"Bu...bukan tapi karena setelah itu banyak hal yang terjadi dalam hidupku hingga aku lupa untuk menggunakannya".


"Benarkah apa yang sudah terjadi padamu sampai kau melupakan hal itu tapi datang kekantorku dengan menyamar seperti ini?".


"Ini bukan karena kamu!",elak Luna.


"Lalu untuk siapa?!",tanya Marvin merasa tidak suka karena Luna bilang dia sengaja menyamar demi orang lain.


"Aku tidak ingin mengatakan alasan ku sekarang karena ini sangat pribadi dan jujur saja aku belum percaya padamu sekarang".


"Kenapa kau belum bisa menceritakan hal pribadimu padaku apa status suami istri kita belum cukup membuatmu untuk yakin bicara jujur padaku".


"Tentu saja belum karena kita memulai pernikahan ini dengan sesuatu yang salah",balas Luna lagi.


"Itu karena kau sengaja menyembunyikan identitasmu karena itu aku menikahimu dengan alasan itu tapi mulai sekarang aku ingin merubah hubungan kontrak kita menjadi pernikahan yang sebenarnya",tegas Marvin.


"Kurasa tidak bisa begitu saja Vin!",balas Luna lagi mulai lelah bicara dengan Marvin yang terlalu memaksanya.


"Kenapa tidak bisa?",tanya Marvin semakin kesal dengan kekeras kepalaan yang ditunjukan Luna sementara dia sudah melepaskan seluruh harga dirinya untuk membuat Luna mau menerimanya sekarang.


"Karena kau sudah menikah sebelum bertemu denganku dan aku tidak berniat menjadi istri keduamu!",balas Luna tak kalah kesal pada Marvin mengingat status sebenarnya pria itu sekarang.


"Sudah kubilang itu bukan pernikahan sungguhan Luna",terang Marvin lagi.


"Itu hanya alasanmu saja dan aku belum bisa menerimanya sampai kau membuktikan perasaanmu yang sebenarnya padaku".

__ADS_1


"Baik kalau kau tidak mau percaya kalau aku berniat serius padamu dan ingin bukti dariku tapi katakan sejujurnya padaku sebenarnya kau juga menyukaiku bukan".


"Iya... itu... kalau kau sudah bisa membuat aku yakin bahwa kau serius menyukaiku aku juga akan jujur padamu kalau sebenarnya aku juga....menyukaimu Vin ".


''Baik kalau begitu aku ingin kita merubah pengaturan awal kita mulai sekarang".


"Peraturan awal yang mana?",tanya Luna merasa bingung.


"Peraturan awal yang semua serba masing masing".


"Maksudmu aku tidak mengerti?".


"Maksudku adalah mulai sekarang aku ingin kita tidak tidur dikamar terpisah lalu berhenti berdandan jelek seperti itu karena.....".


"Tidak Vin aku menolaknya",jawab Luna cepat.


"Apa alasanmu menolaknya bukankah kau ingin aku membuktikan tentang ketulusanku jadi...".


"Itu bukan ketulusanmu tapi keegoisanmu",balas Luna lagi.


Marvin menyugar rambutnya frustasi.


"Luna bagaimana kita bisa dekat kalau kau terus saja membuat tembok pembatas diantara kita seperti ini".


"Aku tau tapi aku akan berusaha mengurangi tahap egoisku padamu tapi kumohon jangan membuat semuanya menjadi sulit".


"Aku tidak tau",jawab Luna lemah dengan turun dari pangkuan Marvin dan bermaksud masuk kedalam kamarnya tapi langsung ditahan oleh Marvin.


"Apa begitu sulit mengatakan iya padaku Luna sementara aku sudah menurunkan semua harga diriku sebagai seorang Marvin Fox untuk bisa bersamamu".


"Bukan hanya saja sejujurnya aku takut kalau aku tidak pantas mendapatkan kesempatan itu,aku sangat takut Vin",jawab Luna dengan ekspresi sedih.


"Kemarilah",perintahnya dengan menarik tangan Luna untuk mendekat padanya lalu memeluknya lagi.


"Sepertinya kau terlalu banyak berpikir akhir akhir ini karena itu kau hampir kehilangan sisi dirimu yang sebenarnya ".


"Maksudmu?".


"Cobalah berhenti berpikir dan ayo melakukan apa yang sempat kita lakukan malam itu".


"Hah apa maksudmu Vin?! Apa kau sedang mengajakku untuk bercinta denganmu sekarang?!",tanya Luna terkejut.


" Iya....apa kau mau?",tanya Balik Marvin.

__ADS_1


"Vin apa yang ada diotakmu cuma itu saja sekarang?!",balas Luna kesal.


"Kau tau Luna kadang setelah bercinta otak kita bisa bekerja lebih baik dan masalah berat yang kita hadapi akan terasa lebih mudah karena sebagian beban di jiwa kita sudah terlepas waktu bercinta dengan orang yang kita inginkan,jadi aku ingin meringankan beban yang sekarang sedang kau rasakan dengan mengajakmu bercinta".


Luna terdiam karena ini pemikiran aneh pertama dari seseorang yang berpikir bahwa bercinta bisa membuatnya merasa lebih nyaman setelahnya.


"Bagaiman kalau tidak dan masalah malah semakin berat".


"Kurasa itu tidak mungkin".


"Tentu saja karena kau pria".


"Apa bedanya?",tanya Marvin tidak mengerti karena tiba tiba Luna membicarakan gender.


"Bedanya kau tidak mungkin hamil jadi masalahmu tidak bertambah sementara disisi aku....".


Mendengar itu tiba tiba Marvin tertawa keras membuat Luna bingung.


"Kenapa kau tertawa waktu sedang bicara serius!",hardik Luna kesal.


"Jadi itu masalahmu dari tadi terus menolakku".


"Apa?!".


"Kau takut hamil denganku bukan?",tanya Marvin masih dengan ekspresi senangnya.


"Tentu saja sementara akibat kejadian malam itu saja aku masih khawatir kalau ternyata aku akan hamil lalu sekarang kau mau mengajak ku lagi melakukannya".


"Untuk yang malam itu tenang saja karena waktu itu aku memakai pengaman".


"Kau serius Vin?",tanya Luna tidak percaya dan juga lega yang dijawab anggukan oleh Marvin.


"Kenapa aku lupa soal itu?",tanya Luna bingung dan mencoba mengingatnya lagi sekarang.


"Karena malam itu kau cukup mabuk sampai kau tidak ingat. Tapi malam ini kita sedang sadar jadi aku yakin kau tidak akan lupa dan pasti juga akan lebih menikmatinya sekarang",jawab Marvin yang membuat Wajah Luna memerah mendengar gambaran terbuka Marvin tentang s*x yang akan mereka lakukan.


"Kau keterlaluan aku tidak mau melakukannya sekarang",tolak Luna untuk menutupi rasa malunya dihadapan Marvin.


"Baiklah tidak malam ini tapi bagaimana kalau malam besok saja kita melakukannya kau mau bukan".


"Vin...kau pikir apa tentang bercinta itu sebenarnya!",hardik Luna kesal.


"Pengekspresian perasaanku padamu",bisik Marvin ditelinga Luna yang langsung membuat wajah Luna memerah karena malu.

__ADS_1


Mohon tinggalkan Like dan komen kalian ya reader🥰🥰.


__ADS_2