
Untuk menghindari kemungkinan bertemu sang Daddy Luna sengaja berputar arah berjalan lewat belakang kantor dan terpaksa harus berjalan cukup jauh dari tempat biasa dia menunggu taksi waktu pulang kerja.
Luna sedikit terengah engah waktu sampai diluar bangunan kantor Marvin Corp.hingga harus melepas jas tebal yang dipakainya untuk mengurangi rasa gerah yang dirasakannya akibat berjalan cukup jauh dari bangunan gedung kantornya .
Cukup lama Luna menunggu taksi dan dia sudah mulai lelah menunggu tapi taksi yang biasanya banyak lewat entah mengapa sore ini seperti menghilang semua.
Dengan kesal Luna mengambil ponsel ditasnya dan segera menghubungi Sela.
"Halo Lun".
"Sel..bisa kau jemput aku dipinggir jalan dekat kantorku sekarang".
"Kenapa?Apa ada yang terjadi...".
"Sedikit nanti akan aku ceritakan padamu kalau kita sudah bertemu tapi sekarang tolong jemput aku karena sepertinya semua pengemudi taksi sekarang sedang mogok".
"Hah apa?!".
Sela terdengar bingung mendengar apa yang dikatakan Luna dan bermaksud bertanya lagi tapi Luna meminta dijemput secepatnya.
"Nanti saja bicaranya karena sekarang kau harus datang kemari untuk menjemputku".
"Iya..baiklah tuan putri aku akan kesana untuk menjemputmu".
Setelah itu pembicaraan mereka berakhir, sambil menunggu Sela Luna memilih memainkan gadgetnya tetap ditepi jalan agar waktu Sela sampai perempuan itu tidak kesulitan mencarinya.
20 Menit kemudian Luna melihat Mobil Sela melaju kearahnya dengan cepat Luna melambaikan tangannya untuk memberi petunjuk keberadaannya pada Sela.
Tapi bersamaan dengan itu Luna juga melihat mobil Daddynya j sedang melaju kearah mereka hingga membuat Luna langsung pucat dan gugup.Tanpa perduli mobil Sela belum benar benar berhenti Luna sudah melompat masuk kedalam mobil perempuan itu membuat Sela sangat terkejut.
"Lun Apa yang kau lakukan! itu sangat bahaya apa kau tau!".
"Sttt,cepat jalankan mobilmu Sela!",pinta Luna dengan terburu buru memasang sabuk pengamannya.
"A..ada apa kenapa kau seperti sedang dikejar hantu!".
"Ini lebih dari hantu jadi kumohon cepat jalan sekarang!".
"Hah lebih dari hantu jadi apa?!".
"Jangan banyak tanya cepat jalan sebelum mobil warna hitam dibelakang itu bisa menyusul kita".
__ADS_1
Mendengar itu Sela segera menengok kearah kaca spion untuk melihat mobil hitam yang dimaksud Luna.
Tapi belum sempat Sela melihat jelas mobil itu Luna melarangnya lagi.
"Jangan dilihat karena dia akan tau kalau ada aku disini!".
"Lalu kalau tidak boleh dilihat aku harus bagaimana!?".
"Cepat pergi sejauh mungkin dari mobil itu sekarang Sela karena kita dalam bahaya".
Mendengar itu Sela menjadi takut dan gugup lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan tepi jalan dengan kecepatan cukup tinggi sementara Luna tidak mengalihkan tatapannya dari kaca spion Sela dan terus saja mengamati mobil hitam yang dikendarai Daddynya itu.
"Apa dia masih mengejar kita Lun?",tanya Sela dengan gugup dan takut.
"Entahlah tapi dia terlihat semakin jauh jaraknya dari mobil kita".
"Jadi bagaimana?Apa kita akan mencoba menghindari mobil itu atau membiarkannya saja?".
"Kita harus jangan sampai terlihat oleh mobil itu karena kalau sampai dia tau ada aku didalam mobil ini aku tidak tau apa yang akan dia lakukan padamu juga".
"Hah! Memang nya siapa yang ada didalam mobil hitam mewah itu Luna?!".
Sela menjadi semakin gugup mendengar apa yang dikatakan Luna dan jadi berpikir kalau yang sedang mengejar mereka itu komplotan penjahat kejam.
"Jadi!.....itu mobil Daddy mu?!".
Luna mengangguk.
"Oh ****!!!!Luna!!!.Kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau yang berada dibelakang kita adalah mobil Daddy mu! bukan mobil komplotan penjahat!".
"Tapi Daddyku dan anak buahnya juga orang yang lebih jahat dari penjahat Sel".
"Itu untukmu karena kau pembangkang baginya tapi kan aku tidak punya hubungan apapun dengannya jadi....".
"Jadi kau akan membiarkan aku tertangkap oleh Daddyku supaya dinikahkan dengan pria tua gendut rekan bisnisnya itu".
Mendengar itu tiba tiba Sela menghentikan mobilnya disebuah tempat yang cukup sunyi membuat Luna reflek menengok kebelakang lagi untuk melihat apakah mobil milik Daddynya masih berada dibelakang mereka.
"Sel...kenapa berhenti disini bukankah aku bilang kita harus kabur supaya....".
"Dia sudah tidak ada Lun dan sekarang aku ingin bertanya padamu apa alasanmu yang sebenarnya menolak dinikahkan waktu itu sampai harus mengalami semua ini!".
__ADS_1
"Tentu saja karena aku akan dijodohkan dengan pria tua rekan bisnisnya Sel.Kalau kau jadi aku apa kau akan mau?!".
"Apa kau sudah bertemu dengan calon suamimu hingga kau selalu bilang dia pria tua?!".
Mendengar hal itu Luna langsung menggeleng dan itu membuat Sela melotot terkejut.
"Apa! jadi kau belum pernah bertemu dengan calon suamimu itu Lun!!!".
"Untuk apa aku bertemu dengannya?Itu sama saja aku bunuh diri Sel!".
"Lalu dari mana asumsi tua Bangka itu kau dapatkan?!".
"Dari mana? Tentu saja dari informasi yang bisa aku dapatkan selama kurang lebih sebulan aku dikurung oleh Daddyku".
"Lalu bagaimana kalau ternyata itu salah Lun.Apa kau tidak akan menyesal?".
"Bagaimana bisa salah Sel,itu sudah pasti!".
"Tapi kan kau bisa mengajukan cerai setelah kalian menikah kalau kau memang tidak mencintainya".
"Jadi maksudmu seharusnya aku menerima. saja dulu pernikahannya waktu itu, lalu kalau ternyata aku tidak bisa mencintai suamiku aku mengajukan cerai saja begitu?!".
"Kenapa tidak dari pada hubungan tidak jelasmu dengan bosmu sekarang apa tidak lebih baik kau menuruti keinginan Daddymu waktu itu".
" Hubungan kami ini hubungan saling menguntungkan Sel dan kami juga sudah membuat kesepakatan bersama untuk bercerai setelah 6 bulan pernikahan kami lalu selama pernikahan aku masih bisa terus bekerja sebagai sekretaris Marvin dan....".
"Dan lama lama kau akan jatuh cinta padanya sementara dia tetap tidak perduli padamu dan waktu kalian berpisah nanti hanya kau yang akan menderita sementara dia akan baik baik saja!".
Sela merasa semakin kesal mendengar Luna berpikir bahwa pernikahan yang sekarang dilakukannya dengan Marvin itu sudah benar.
"Aku tidak akan seperti itu Sel".
Luna bicara dengan menatap keluar jendela mobilnya berharap dengan seperti itu Sela tidak akan tau kalau dia sedang menutupi perasaannya.
"Mungkin sekarang tapi satu bulan lagi dua bulan lagi sampai akhirnya bulan keenam kalau kalian terus bersama dan setiap hari dia berpenampilan sangat menawan seperti itu apa kau yakin akan terus baik baik saja Lun".
"Lalu aku harus bagaimana Sel?".
"Aku merasa sekarang hidupku seperti naik roller coaster",keluh Luna dengan menengadahkan kepalanya karena merasa tidak tau apa yang sebaiknya dilakukannya sekarang.
"Bukankah kau punya waktu selama 6 bulan untuk merubah semuanya".
__ADS_1
"Maksudmu?".
"Kalau kau memang punya perasaan pada Marvin rubah hubungan kalian dari kontrak menjadi yang sebenarnya kalau itu berhasil bukan hanya hidupmu yang akan baik baik saja tapi kurasa hubunganmu dengan Daddymu juga akan menjadi membaik dengan sendirinya nanti".